Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Sabtu, 19 September 2026 20:03 WIB

Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya

Sabtu, 19 September 2026 19:51 WIB

Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!

Sabtu, 19 September 2026 19:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!
  • Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya
  • Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!
  • Insiden Memalukan di Asian Games 2026, Korea Selatan Diputarkan Lagu Korea Utara
  • Daftar Lokasi Nobar Resmi Persijap vs Persib Bandung: Titik Kumpul Bobotoh Akhir Pekan Ini
  • Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung
  • Karma Dibayar Kontan? Deretan Kontroversi Jule dari Lepas Hijab hingga Berakhir di Sel Tahanan
  • Jejak Pengabdian Danny Setiawan: Dari Camat di Lebak hingga Kursi Gubernur Jawa Barat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 19 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kenaikan BBM Nonsubsidi Bebani Pemkot Bandung, Farhan Akui Harus Lakukan Efisiensi Besar-besaran

By Mulki AlbarSelasa, 16 Juni 2026 14:12 WIB2 Mins Read
Wali Kota Muhammad Farhan. Foto: bukamata.id/ Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi memberikan dampak signifikan terhadap operasional Pemerintah Kota Bandung. Kondisi tersebut memaksa Pemkot melakukan berbagai langkah efisiensi untuk menjaga layanan publik tetap berjalan.

Farhan mengatakan, dampak kenaikan BBM tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga pemerintah daerah yang harus menanggung peningkatan biaya operasional di sejumlah sektor pelayanan.

“Yang terdampak kita pun, Pemerintah Kota Bandung terdampak luar biasa,” kata Farhan saat ditemui di Masjid Agung Kota Bandung, Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, salah satu sektor yang paling terdampak adalah pengangkutan sampah. Ia menjelaskan, armada pengangkut sampah milik Pemkot tidak lagi diperbolehkan menggunakan Biosolar dan harus beralih menggunakan BBM nonsubsidi.

Baca Juga:  Warga Kota Bandung Diimbau Tak Beri Uang ke Pengemis Selama Ramadhan

“Karena untuk pengangkutan sampah itu kita tidak boleh pakai Biosolar. Pengangkutan sampah itu sejak tahun lalu sudah harus memakai Pertamina Dex dan Dexlite. Jadi berat,” ujarnya.

Tak hanya armada kebersihan, kendaraan dinas pemerintah juga ikut terdampak. Farhan menyebut seluruh kendaraan dinas kini diwajibkan menggunakan Pertamax dan tidak diperbolehkan lagi menggunakan Pertalite.

Baca Juga:  Fakta Mengejutkan! Korban Pembunuhan Eks Kampung Gajah Ternyata Sering Dibully Pelaku

“Mobil dinas sudah dibatasi. Semua harus pakai Pertamax, tidak boleh pakai Pertalite. Jadi ya terpengaruh besar,” katanya.

Akibat meningkatnya biaya operasional tersebut, Pemkot Bandung kini menerapkan kebijakan efisiensi di berbagai sektor. Salah satunya dengan membatasi perjalanan dinas dan mengoptimalkan pertemuan secara daring.

“Kita memang harus membuat efisiensi besar-besaran. Pergerakan, kunjungan dinas dan lain-lain dibatasi. Kita lebih banyak menggunakan pertemuan-pertemuan online,” ujarnya.

Farhan menjelaskan, perjalanan dinas ke luar kota hanya akan dilakukan apabila benar-benar mendesak dan tidak dapat digantikan dengan rapat virtual.

Baca Juga:  Pemkot Bandung Tegaskan Kepatuhan Vendor dalam Pengelolaan Sampah

“Kalau sangat terpaksa, sangat harus, baru ke luar kota. Keluar kota juga dibatasi sekarang,” katanya.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara efisiensi anggaran dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Meski demikian, Pemkot Bandung akan tetap berupaya memastikan pelayanan publik tidak terganggu akibat meningkatnya beban biaya operasional.

“Kita harus beradaptasi dengan kondisi yang ada, tetapi pelayanan kepada masyarakat tetap harus berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Muhammad Farhan Pemkot Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!

Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung

Jejak Pengabdian Danny Setiawan: Dari Camat di Lebak hingga Kursi Gubernur Jawa Barat

Pamer Lencana KPK, Oknum LSM Pemeras Ketua Kelompok Tani di Sukabumi Dicokok Polisi

Bongkar Alasan Dikick dari Kemenkeu! Aksi ‘Koboy’ Purbaya Berakhir di Kolam Pancing, Siap Kejar Pilgub Jabar?

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.