Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Lapak Dibongkar, Buku Dijual Kiloan: Nasib Bagja di Tengah Penertiban PKL Cihapit

Kamis, 8 Oktober 2026 14:50 WIB

Manuver Politik Dedi Mulyadi: Diisukan Merapat ke PSI dan Skenario Duet Maut dengan Gibran di 2029

Kamis, 8 Oktober 2026 14:34 WIB

Jalur Langit Paling Nyata! Sisi Lain Kemenangan Bersejarah Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 14:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Lapak Dibongkar, Buku Dijual Kiloan: Nasib Bagja di Tengah Penertiban PKL Cihapit
  • Manuver Politik Dedi Mulyadi: Diisukan Merapat ke PSI dan Skenario Duet Maut dengan Gibran di 2029
  • Jalur Langit Paling Nyata! Sisi Lain Kemenangan Bersejarah Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
  • Marc Klok Pasang Target Tinggi, Persib Ingin Bawa Dominasi Indonesia ke Asia
  • Serbu! 15 Titik Lokasi Nobar Persib vs Port FC di Bandung Malam Ini
  • Siswi SMAN 5 Cimahi Hilang Sejak Sabtu, Ibu Syok Uang di Rumah Ikut Raib
  • Gagal Curi Motor di Asrama Mahasiswa Bandung, Pelaku Diduga Tembakkan Airsoft Gun
  • Tradisi Kemenangan Persib Dipertaruhkan, Port FC Menanti di Thailand
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 8 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gerhana Matahari Total Agustus 2026 Segera Terjadi, Ini Jadwal, Lokasi, dan Dampaknya bagi Bumi

By SusanaRabu, 5 Agustus 2026 05:00 WIB4 Mins Read
Ilustrasi gerhana matahari. Foto: Istockphoto
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Fenomena langit langka Gerhana Matahari Total (GMT) Agustus 2026 diprediksi menjadi salah satu peristiwa astronomi paling spektakuler yang ditunggu para pengamat langit di seluruh dunia.

Fenomena ketika Bulan menutupi seluruh permukaan Matahari ini akan menghadirkan momen langit gelap di tengah siang hari serta memicu berbagai perubahan sementara di lingkungan sekitar.

Meski demikian, masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan langsung fase totalitas Gerhana Matahari Total 2026 karena jalur bayangan Bulan tidak melewati wilayah Indonesia. Kendati begitu, fenomena ini tetap menarik perhatian karena membawa sejumlah dampak terhadap atmosfer, perilaku hewan, hingga aspek kesehatan manusia.

Kapan Gerhana Matahari Total Agustus 2026 Terjadi?

Berdasarkan perhitungan astronomi global, Gerhana Matahari Total akan terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Namun, karena adanya perbedaan zona waktu, masyarakat Indonesia akan mencatat fenomena tersebut pada waktu yang berbeda. Puncak Gerhana Matahari Total jika dikonversikan ke waktu Indonesia berlangsung pada dini hari Kamis, 13 Agustus 2026.

Pakar Astronomi dan Astrofisika dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa fenomena tersebut berlangsung dalam rentang waktu malam hingga dini hari waktu Indonesia Barat.

“Gerhana Matahari Total terjadi pada dini hari Kamis, 13 Agustus 2026, mulai pukul 23.58 sampai 01.34 WIB,” ujar Thomas.

Apakah Gerhana Matahari Total 2026 Bisa Dilihat dari Indonesia?

Sayangnya, masyarakat Indonesia tidak dapat menikmati pemandangan Gerhana Matahari Total secara langsung. Jalur totalitas atau wilayah yang mengalami Matahari tertutup penuh oleh Bulan hanya melewati sejumlah kawasan tertentu.

Wilayah yang berada dalam jalur gerhana total meliputi Kutub Utara, Greenland, Islandia, Samudra Atlantik, hingga sebagian wilayah Spanyol.

Sementara itu, Indonesia tidak masuk dalam jalur bayangan utama Bulan sehingga tidak akan mengalami perubahan langit seperti wilayah yang berada di jalur totalitas.

Dampak Gerhana Matahari Total terhadap Bumi

Meski berlangsung dalam waktu singkat, Gerhana Matahari Total dapat memberikan sejumlah perubahan nyata terhadap kondisi lingkungan. Berikut beberapa dampak yang sering diamati saat fenomena ini terjadi.

1. Suhu Udara Mengalami Penurunan

Salah satu dampak paling terasa saat Gerhana Matahari Total adalah turunnya suhu udara secara tiba-tiba.

Ketika Bulan menutupi Matahari sepenuhnya, energi panas dari sinar Matahari yang mencapai permukaan Bumi berkurang secara drastis. Akibatnya, suhu di beberapa wilayah dapat mengalami penurunan dalam waktu singkat.

Sejumlah penelitian mencatat penurunan suhu saat gerhana total dapat mencapai sekitar 2,8 hingga 5,6 derajat Celsius, tergantung kondisi geografis dan cuaca di lokasi pengamatan.

2. Hewan Mengalami Perubahan Perilaku

Gerhana Matahari Total juga dapat memengaruhi perilaku hewan. Perubahan cahaya yang terjadi secara mendadak membuat sebagian hewan mengalami kebingungan.

Hewan yang aktif pada siang hari atau disebut hewan diurnal, seperti burung, dapat mengira kondisi tersebut sebagai tanda malam tiba sehingga kembali ke sarang.

Sebaliknya, beberapa hewan nokturnal yang biasanya aktif pada malam hari justru dapat mulai keluar karena menganggap waktu malam telah datang.

3. Perubahan Pola Angin Lokal

Selain memengaruhi suhu, Gerhana Matahari Total juga dapat menyebabkan perubahan sementara pada pola angin.

Penurunan suhu permukaan Bumi secara mendadak dapat memengaruhi tekanan udara di atmosfer. Kondisi tersebut kemudian bisa memicu perubahan arah maupun kecepatan angin lokal selama beberapa waktu.

Fenomena ini menjadi salah satu objek penelitian para ahli meteorologi untuk memahami hubungan antara gerhana dan perubahan atmosfer.

4. Memengaruhi Pasang Surut Air Laut

Gerhana Matahari terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus.

Posisi tersebut membuat gaya gravitasi Matahari dan Bulan bekerja lebih kuat terhadap Bumi, terutama terhadap permukaan laut. Akibatnya, wilayah tertentu dapat mengalami peningkatan pasang air laut atau yang dikenal dengan istilah spring tide.

5. Risiko Kerusakan Mata Jika Melihat Gerhana Tanpa Pelindung

Selain fenomena alam yang menarik, Gerhana Matahari Total juga memiliki risiko bagi kesehatan mata.

Melihat Matahari secara langsung tanpa perlindungan khusus dapat menyebabkan kerusakan retina atau retinopati surya. Risiko tersebut tetap ada ketika gerhana berlangsung sebagian karena cahaya Matahari yang masuk ke mata masih sangat kuat.

Karena itu, pengamatan gerhana harus menggunakan kacamata khusus gerhana yang memenuhi standar keamanan, bukan menggunakan kaca biasa, kamera tanpa filter, atau alat seadanya.

Fenomena Astronomi Lain di Agustus 2026

Selain Gerhana Matahari Total, langit Indonesia juga akan dihiasi sejumlah fenomena astronomi menarik sepanjang Agustus 2026.

Beberapa fenomena yang dapat diamati dari Indonesia antara lain:

  • Hujan Meteor Perseid yang mencapai puncaknya pada 13 Agustus 2026.
  • Hujan Meteor Kappa Cygnid dengan puncak aktivitas pada 18 Agustus 2026.
  • Purnama Sturgeon Moon yang akan terjadi pada 28 Agustus 2026.

Beragam fenomena langit tersebut menjadikan Agustus 2026 sebagai salah satu bulan yang menarik bagi pecinta astronomi. Meski Gerhana Matahari Total tidak terlihat dari Indonesia, masyarakat masih dapat menikmati berbagai peristiwa langit lain yang menghiasi malam sepanjang bulan tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Lapak Dibongkar, Buku Dijual Kiloan: Nasib Bagja di Tengah Penertiban PKL Cihapit

Manuver Politik Dedi Mulyadi: Diisukan Merapat ke PSI dan Skenario Duet Maut dengan Gibran di 2029

Siswi SMAN 5 Cimahi Hilang Sejak Sabtu, Ibu Syok Uang di Rumah Ikut Raib

Gagal Curi Motor di Asrama Mahasiswa Bandung, Pelaku Diduga Tembakkan Airsoft Gun

Bandung Bakal Punya Sentra Wisata Kuliner di Tiap Kecamatan, PKL Dapat Ruang Dagang

Anggaran Belum Siap, Pilkades Serentak 2026 di Cianjur Terpaksa Diundur

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Skandal HGB Kota Baru Parahyangan: KPK Amankan Berkas dan Ungkap Aliran Suap Miliaran
  • Blunder Dedi Mulyadi, Polemik Data Center AI Ancam Kepercayaan Investor
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.