Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Singgung Aturan FIFA, Pelatih Persib Layangkan Kritik Keras Terkait Jadwal Piala Presiden 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 20:02 WIB

Aturan Baru SIM Bikin Geger, Pemilik Kendaraan Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif?

Selasa, 4 Agustus 2026 19:54 WIB

Head to Head Bikin Percaya Diri! Persebaya Tantang Arema FC dalam Duel Panas Penentu Final

Selasa, 4 Agustus 2026 19:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Singgung Aturan FIFA, Pelatih Persib Layangkan Kritik Keras Terkait Jadwal Piala Presiden 2026
  • Aturan Baru SIM Bikin Geger, Pemilik Kendaraan Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif?
  • Head to Head Bikin Percaya Diri! Persebaya Tantang Arema FC dalam Duel Panas Penentu Final
  • Lurah Cihapit Ungkap Kronologi Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau, Siap Terima Sanksi Jika Dinilai Lalai
  • Ciptabintar Pastikan Lapangan Padel Surya Sumantri Tak Langgar Tata Ruang, Kebisingan Jadi Sorotan
  • Isak Tangis Warnai PHK Massal Pabrik Tekstil di Cimahi, Ratusan Buruh Kehilangan Pekerjaan
  • Jabar Peringkat Pertama Nasional Kasus PHK Sepanjang Januari-Juni 2026
  • Perdana di Kota Kembang, Gerai Busana Muslim Syareeva Resmi Beroperasi dengan Aturan Khusus Wanita
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 4 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Isak Tangis Warnai PHK Massal Pabrik Tekstil di Cimahi, Ratusan Buruh Kehilangan Pekerjaan

By Aga GustianaSelasa, 4 Agustus 2026 18:34 WIB3 Mins Read
178 Karyawan Pabrik Tekstil di Cimahi kena PHK massal. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suasana haru biru menyelimuti kawasan industri tekstil di Kota Cimahi. Ratusan buruh perempuan karyawan PT Namnam Fashion Industries yang berlokasi di Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, tak kuasa menahan air mata usai menerima kenyataan pahit menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Detik-detik menyayat hati saat para pekerja wanita ini menangis histeris mendadak viral di berbagai platform media sosial. Berdasarkan narasi yang beredar, gelombang pemecatan tersebut terjadi menyusul keputusan manajemen pabrik yang secara resmi menghentikan seluruh aktivitas produksinya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cimahi, Asep Jayadi, membenarkan adanya tragedi kemanusiaan yang menimpa ratusan buruh di wilayahnya. Dari data sementara yang dikantongi pihak dinas, total pekerja yang terdampak mencapai hampir dua ratus orang.

“Menurut informasi memang ada PHK, total buruh yang terdampak itu sebanyak 178 orang,” kata Asep saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).

Asep membeberkan, langkah drastis berupa penutupan operasional ini terpaksa diambil oleh pihak manajemen perusahaan garmen tersebut akibat ketidakmampuan finansial menanggung beban operasional di tengah badai fluktuasi ekonomi nasional maupun global yang kian menghimpit.

“Informasinya mereka sudah nggak kuat biaya produksinya, rencana mau berubah jenis usaha juga. Kami sekarang mau melakukan penelusuran dulu untuk kepastiannya,” ujar Asep.

Sorotan Gubernur Jabar: Sifat Industri Padat Karya yang Nomaden

Menanggapi bencana PHK massal yang merontokkan dapur ratusan keluarga di Cimahi ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan pandangan realistis. Menurutnya, fenomena bergugurannya pabrik di sektor garmen bukanlah cerita baru akibat tingginya tekanan biaya produksi (cost production).

“Karakter industri padat karya seperti garmen itu memang begitu problemnya. Seperti ada siklus usaha yang membuat perusahaan bisa berpindah atau berhenti beroperasi ketika biaya produksi tak lagi kompetitif,” ujar Dedi.

Mantan Bupati Purwakarta itu menjelaskan bahwa para pengusaha di sektor garmen dan tekstil biasanya memiliki mobilitas tinggi. Jika kalkulasi bisnis di suatu wilayah telah mencapai titik impas (break-even point) dan dinilai tidak lagi menguntungkan dibanding daerah lain yang menawarkan upah buruh lebih rendah, mereka tidak akan ragu untuk hengkang.

“Kalau dia sudah break-even point, kemudian ada tempat lain yang tenaga kerjanya lebih murah, biasanya pindah. Itu sudah terjadi di mana-mana,” kata Dedi.

Karakteristik fleksibel semacam ini jauh berbeda jika dibandingkan dengan korporasi berbasis padat modal yang menanamkan investasi jangka panjang secara permanen. Oleh sebab itu, tenaga kerja di sektor garmen dituntut untuk memahami risiko bisnis yang dinamis dari masa ke masa.

“Jadi, mereka tidak membuat perusahaan ini permanen seperti industri padat modal. Kalau memang ada industri padat karya sektor garmen, ya harus berhati-hati bahwa dalam siklus sekian puluh tahun, dia pasti menutup,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Disnaker Cimahi PHK Cimahi PT Namnam Fashion
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aturan Baru SIM Bikin Geger, Pemilik Kendaraan Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif?

Lurah Cihapit Ungkap Kronologi Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau, Siap Terima Sanksi Jika Dinilai Lalai

Ciptabintar Pastikan Lapangan Padel Surya Sumantri Tak Langgar Tata Ruang, Kebisingan Jadi Sorotan

Jabar Peringkat Pertama Nasional Kasus PHK Sepanjang Januari-Juni 2026

Mencekam! Geng Motor Bersenpi dan Sajam Teror Warga Garut, Videonya Viral di Medsos

Ratusan Bangunan Liar di Bandung Dibabat Habis: Trotoar dan Saluran Air Dikembalikan

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.