bukamata.id – Kasus pembunuhan Apriyanti (52) di wilayah Panyileukan, Kota Bandung, masih dalam penyelidikan kepolisian. Korban meninggal dunia setelah diduga diserang oleh anak tirinya berinisial DH (32) pada Minggu (27/9/2026) petang.
Polsek Panyileukan kini masih mendalami berbagai aspek dalam kasus tersebut, termasuk motif di balik aksi yang dilakukan tersangka. Polisi juga membuka kemungkinan melakukan pemeriksaan psikologis terhadap DH apabila ditemukan indikasi yang mengarah pada gangguan kejiwaan.
Kapolsek Panyileukan AKP Anang Suryana mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan kondisi psikologis tersangka. Penyidik masih mengumpulkan keterangan dari DH maupun saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut.
“Kami masih dalam tahap penyelidikan, belum sampai pada tes kejiwaan,” kata Anang saat dikonfirmasi di Bandung, Senin (28/9/2026).
Polisi Belum Simpulkan Kondisi Kejiwaan Tersangka
Anang menjelaskan, pemeriksaan psikologis dapat dilakukan apabila proses penyelidikan menemukan indikasi yang membutuhkan pendalaman dari ahli.
Untuk saat ini, polisi masih melakukan pengumpulan bahan keterangan sebelum menentukan langkah berikutnya dalam proses hukum.
“Kita lakukan penyelidikan dulu. Nanti kita minta keterangan ahli, baru tes psikologi kalau memang ada indikasi yang mengarah pada gangguan kejiwaan tersebut,” ujarnya.
Dengan demikian, dugaan mengenai kondisi kejiwaan DH belum dapat dipastikan dan masih menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian.
Asal Alat Kejut dan Pisau Turut Diselidiki
Selain motif, polisi juga tengah menelusuri asal-usul benda yang diduga digunakan DH dalam aksi tersebut.
Berdasarkan penyelidikan sementara, tersangka menggunakan alat kejut listrik atau stun gun serta senjata tajam ketika menyerang Apriyanti.
“Terkait asal barang-barang tersebut, alat kejut dan pisau, saat ini masih kami dalami,” kata Anang.
Polisi masih mengumpulkan informasi untuk mengetahui dari mana benda-benda tersebut diperoleh serta bagaimana penggunaannya dalam peristiwa pembunuhan tersebut.
Kronologi Pembunuhan Apriyanti di Panyileukan
Peristiwa tersebut bermula ketika DH yang berada di lantai dua rumah kemudian turun ke lantai bawah. Saat itu, Apriyanti sedang berada di area rumah.
Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun polisi, DH kemudian menyerang ibu tirinya menggunakan alat kejut listrik. Setelah korban tidak berdaya, tersangka kembali melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam.
Akibat serangan tersebut, Apriyanti mengalami luka berat dan akhirnya meninggal dunia.
Peristiwa itu kemudian diketahui oleh warga sekitar serta ayah DH yang baru pulang bekerja. Korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, tetapi nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
DH Diamankan Polisi
Setelah kejadian, DH telah diamankan dan menjalani pemeriksaan di Mapolsek Panyileukan.
Polisi masih mendalami keterangan tersangka, saksi, serta sejumlah barang bukti untuk mengungkap secara lebih lengkap motif dan rangkaian peristiwa pembunuhan tersebut.
Penyidik juga masih menunggu hasil pendalaman lebih lanjut sebelum mengambil langkah terkait pemeriksaan psikologis terhadap DH.
Kasus pembunuhan Apriyanti ini pun masih terus ditangani Polsek Panyileukan. Polisi memastikan proses penyelidikan dilakukan untuk mengungkap motif, kronologi, serta seluruh aspek yang berkaitan dengan kematian korban.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









