Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos Tahap 4 2026 Cair Oktober? Ini Rincian PKH, BPNT dan Bantuan Beras untuk KPM

Senin, 28 September 2026 21:19 WIB

Kasus Pembunuhan Ibu Tiri di Bandung, Polisi Telusuri Motif dan Kondisi Pelaku

Senin, 28 September 2026 20:47 WIB

Kronologi Baliho Roboh di Jalan Buah Batu Bandung: 4 Orang Terjebak, 1 Luka

Senin, 28 September 2026 20:25 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bansos Tahap 4 2026 Cair Oktober? Ini Rincian PKH, BPNT dan Bantuan Beras untuk KPM
  • Kasus Pembunuhan Ibu Tiri di Bandung, Polisi Telusuri Motif dan Kondisi Pelaku
  • Kronologi Baliho Roboh di Jalan Buah Batu Bandung: 4 Orang Terjebak, 1 Luka
  • Hujan Deras Picu Banjir Cisarua, Warga Sakit Terjebak hingga Dievakuasi Damkar
  • Persib Tantang Port FC di Thailand, Ikwan Tanamal Bidik Tiga Poin di Shopee Cup
  • DIANGGAP LUCU PADAHAL JENIUS! Sisi Lain Aksi Viral Bocah SD Geguritan yang Bikin Netizen Kagum
  • Indonesia vs Malaysia Memanas! Cek Link Live Streaming dan Peluang Garuda ke Final
  • 5 Warmindo di Bandung yang Cocok untuk Kulineran Malam, Pilihan Indomie dengan Banyak Topping
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus Pembunuhan Ibu Tiri di Bandung, Polisi Telusuri Motif dan Kondisi Pelaku

By SusanaSenin, 28 September 2026 20:47 WIB3 Mins Read
Ilustrasi meninggal. Foto: Istockphoto.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus pembunuhan Apriyanti (52) di wilayah Panyileukan, Kota Bandung, masih dalam penyelidikan kepolisian. Korban meninggal dunia setelah diduga diserang oleh anak tirinya berinisial DH (32) pada Minggu (27/9/2026) petang.

Polsek Panyileukan kini masih mendalami berbagai aspek dalam kasus tersebut, termasuk motif di balik aksi yang dilakukan tersangka. Polisi juga membuka kemungkinan melakukan pemeriksaan psikologis terhadap DH apabila ditemukan indikasi yang mengarah pada gangguan kejiwaan.

Kapolsek Panyileukan AKP Anang Suryana mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan kondisi psikologis tersangka. Penyidik masih mengumpulkan keterangan dari DH maupun saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

“Kami masih dalam tahap penyelidikan, belum sampai pada tes kejiwaan,” kata Anang saat dikonfirmasi di Bandung, Senin (28/9/2026).

Polisi Belum Simpulkan Kondisi Kejiwaan Tersangka

Baca Juga:  Mayat Wanita dalam Kardus Gegerkan Bandung, Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kabur ke Palembang

Anang menjelaskan, pemeriksaan psikologis dapat dilakukan apabila proses penyelidikan menemukan indikasi yang membutuhkan pendalaman dari ahli.

Untuk saat ini, polisi masih melakukan pengumpulan bahan keterangan sebelum menentukan langkah berikutnya dalam proses hukum.

“Kita lakukan penyelidikan dulu. Nanti kita minta keterangan ahli, baru tes psikologi kalau memang ada indikasi yang mengarah pada gangguan kejiwaan tersebut,” ujarnya.

Dengan demikian, dugaan mengenai kondisi kejiwaan DH belum dapat dipastikan dan masih menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian.

Asal Alat Kejut dan Pisau Turut Diselidiki

Selain motif, polisi juga tengah menelusuri asal-usul benda yang diduga digunakan DH dalam aksi tersebut.

Berdasarkan penyelidikan sementara, tersangka menggunakan alat kejut listrik atau stun gun serta senjata tajam ketika menyerang Apriyanti.

Baca Juga:  Mayat Wanita dalam Kardus Gegerkan Bandung, Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kabur ke Palembang

“Terkait asal barang-barang tersebut, alat kejut dan pisau, saat ini masih kami dalami,” kata Anang.

Polisi masih mengumpulkan informasi untuk mengetahui dari mana benda-benda tersebut diperoleh serta bagaimana penggunaannya dalam peristiwa pembunuhan tersebut.

Kronologi Pembunuhan Apriyanti di Panyileukan

Peristiwa tersebut bermula ketika DH yang berada di lantai dua rumah kemudian turun ke lantai bawah. Saat itu, Apriyanti sedang berada di area rumah.

Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun polisi, DH kemudian menyerang ibu tirinya menggunakan alat kejut listrik. Setelah korban tidak berdaya, tersangka kembali melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam.

Akibat serangan tersebut, Apriyanti mengalami luka berat dan akhirnya meninggal dunia.

Baca Juga:  Terungkap! Jejak Pelaku Mayat dalam Kardus di Bandung, Sempat Minta Bantuan Tetangga

Peristiwa itu kemudian diketahui oleh warga sekitar serta ayah DH yang baru pulang bekerja. Korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, tetapi nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

DH Diamankan Polisi

Setelah kejadian, DH telah diamankan dan menjalani pemeriksaan di Mapolsek Panyileukan.

Polisi masih mendalami keterangan tersangka, saksi, serta sejumlah barang bukti untuk mengungkap secara lebih lengkap motif dan rangkaian peristiwa pembunuhan tersebut.

Penyidik juga masih menunggu hasil pendalaman lebih lanjut sebelum mengambil langkah terkait pemeriksaan psikologis terhadap DH.

Kasus pembunuhan Apriyanti ini pun masih terus ditangani Polsek Panyileukan. Polisi memastikan proses penyelidikan dilakukan untuk mengungkap motif, kronologi, serta seluruh aspek yang berkaitan dengan kematian korban.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kasus pembunuhan Bandung pembunuhan ibu tiri Bandung pembunuhan Panyileukan Polsek Panyileukan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos Tahap 4 2026 Cair Oktober? Ini Rincian PKH, BPNT dan Bantuan Beras untuk KPM

Kronologi Baliho Roboh di Jalan Buah Batu Bandung: 4 Orang Terjebak, 1 Luka

Hujan Deras Picu Banjir Cisarua, Warga Sakit Terjebak hingga Dievakuasi Damkar

DIANGGAP LUCU PADAHAL JENIUS! Sisi Lain Aksi Viral Bocah SD Geguritan yang Bikin Netizen Kagum

Baliho Tua Mendadak Roboh di Buahbatu! Bengkel Hancur, Warga Sempat Terjepit

Geger! 2 Pemuda Ditemukan Tewas di Kontrakan Lembang, 1 Orang Kritis

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.