bukamata.id – Warga Kampung Cijeruk, Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dikejutkan dengan penemuan dua pemuda meninggal dunia di sebuah rumah kontrakan, Senin (28/9/2026) pagi.
Kedua korban diketahui bernama Ijang Nadi Gunaefi (23) dan Eji Fauzi (18). Keduanya merupakan penghuni rumah kontrakan tersebut dan ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Selain dua korban meninggal, seorang penghuni lainnya ditemukan masih hidup. Pemuda bernama Dede Rizki (21) itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung untuk mendapatkan perawatan.
Berdasarkan informasi terakhir yang diterima kepolisian, kondisi Dede disebut kritis.
Tetangga Laporkan Temuan Dua Pemuda
Kapolsek Lembang AKP Bambang Haryono mengatakan, informasi mengenai kejadian tersebut pertama kali diterima polisi dari warga yang tinggal di sekitar kontrakan.
Setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Ya betul kami terima informasi ada dua orang meninggal dunia di tempat. Awalnya tetangga yang melaporkan ke kita terkait informasi tersebut,” ujar Bambang saat dikonfirmasi, Senin (28/9/2026).
Saat petugas tiba, polisi mendapati dua penghuni kontrakan telah meninggal dunia. Sementara satu orang lainnya masih dalam kondisi selamat.
Dede kemudian dievakuasi ke RSHS Bandung untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan medis.
“Untuk satu orang lagi ditemukan selamat, sekarang sedang dirawat di RSHS. Namun informasi terbaru yang diterima kondisinya itu kritis,” kata Bambang.
Polisi Temukan Bau Gas di Dalam Kontrakan
Penyebab pasti meninggalnya dua pemuda tersebut hingga kini belum dapat dipastikan.
Polisi masih menyelidiki sejumlah kemungkinan, termasuk dugaan keracunan. Dari keterangan dokter, Dede yang selamat diduga mengalami keracunan.
Temuan lain muncul ketika polisi melakukan pemeriksaan di dalam rumah kontrakan. Petugas mencium bau gas yang cukup menyengat di lokasi.
Selain itu, sebuah kompor ditemukan masih dalam kondisi menyala.
Bambang menyebut kompor tersebut diduga digunakan oleh para penghuni kontrakan untuk keperluan berjualan kupat tahu.
Meski demikian, polisi belum menyimpulkan bahwa gas menjadi penyebab meninggalnya kedua korban.
“Untuk sementara penyebabnya masih kita dalami. Untuk akibat dugaan tewasnya itu akibat dari obat atau gas itu masih kita dalami, kita tunggu hasil pemeriksaan rumah sakit,” tuturnya.
Tak Ditemukan Bekas Obat-obatan
Selain memeriksa kondisi rumah, petugas juga mencari kemungkinan adanya obat-obatan yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi tidak menemukan bekas obat-obatan.
Di sisi lain, keberadaan bau gas di dalam kontrakan menjadi salah satu temuan yang masih didalami penyidik.
“Kalau hasil olah TKP, tidak ditemukan bekas obat-obatan. Tapi di lokasi memang tercium bau gas. Namun kita belum bisa menyimpulkan penyebabnya apa,” ujar Bambang.
Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kondisi Dede serta kemungkinan penyebab kejadian tersebut.
Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian
Kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab meninggalnya Ijang dan Eji.
Sejumlah barang bukti telah dikumpulkan dari lokasi kejadian. Polisi juga meminta keterangan dari saksi-saksi yang mengetahui aktivitas para penghuni kontrakan sebelum peristiwa tersebut terjadi.
Kedua korban diketahui berasal dari Kabupaten Garut dan selama ini tinggal di rumah kontrakan di kawasan Lembang.
Hasil pemeriksaan TKP, keterangan saksi, serta pemeriksaan medis terhadap korban yang selamat akan menjadi bagian dari penyelidikan polisi untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
Polisi belum menyatakan bahwa kematian kedua pemuda tersebut disebabkan oleh gas maupun obat-obatan karena proses penyelidikan dan pemeriksaan masih berlangsung.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










