Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Awas Gas Beracun! Fenomena Blue Fire Kembali Teror Gunung Papandayan, Jalur Pendakian Resmi Dibatasi

Senin, 28 September 2026 13:23 WIB

Pengakuan Dirjen PAS soal Temuan Miras di Lapas Cibinong, Milik Pribadi Kasi Kamtib?

Senin, 28 September 2026 13:15 WIB

Kode Keras Adam Alis Bikin Bobotoh Heboh, Kevin Ray Mendoza Dirumorkan Balik ke Persib

Senin, 28 September 2026 11:59 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Awas Gas Beracun! Fenomena Blue Fire Kembali Teror Gunung Papandayan, Jalur Pendakian Resmi Dibatasi
  • Pengakuan Dirjen PAS soal Temuan Miras di Lapas Cibinong, Milik Pribadi Kasi Kamtib?
  • Kode Keras Adam Alis Bikin Bobotoh Heboh, Kevin Ray Mendoza Dirumorkan Balik ke Persib
  • Ancaman Nyata Sesar Garsela: Garut Duduki Puncak Potensi Kerugian Bencana Tertinggi di Jabar
  • Awas Hujan Lebat dan Angin Kencang! Cek Wilayah Jabar yang Diguyur Hujan Hari Ini
  • Merayakan Bandung ke-216: Suara Akar Rumput di Tengah Deru Pembangunan Kota
  • Persib Adem Ayem di Deadline Bursa Transfer, Igor Tolic Beberkan Alasan Tak Belanja Pemain
  • Jadwal Timnas Indonesia vs Malaysia Hari Ini: Skenario Garuda Rebut Puncak Klasemen ASEAN Cup 2026!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Awas Gas Beracun! Fenomena Blue Fire Kembali Teror Gunung Papandayan, Jalur Pendakian Resmi Dibatasi

By Aga GustianaSenin, 28 September 2026 13:23 WIB3 Mins Read
Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pesona alam pegunungan di tatar Sunda kembali menyuguhkan pemandangan spektakuler yang sukses mencuri perhatian para pelancong. Fenomena pendaran cahaya biru atau blue fire yang biasanya diidentikkan dengan kawasan Ijen di Jawa Timur, secara mengejutkan kembali teramati di Kawah Manuk, kompleks Gunung Papandayan, Kabupaten Garut.

Kendati menyuguhkan panorama visual yang memukau dan sempat viral di kalangan pencinta alam, kemunculan fenomena eksotis tersebut langsung diiringi dengan alarm peringatan keselamatan dari instansi berwenang. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara terbuka mengingatkan publik agar tidak abai terhadap ancaman gas vulkanik beracun yang mengintai di balik keindahan tersebut.

Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kilatan api biru itu terpantau pertama kali pada Kamis dini hari, 24 September 2026 lalu. Titik api muncul akibat pelepasan energi panas tinggi yang membakar material organik maupun sulfur di permukaan kawah baru.

Meskipun laporan terbaru menunjukkan intensitas nyala api sudah berangsur mereda, tim investigasi lapangan memastikan bahwa emisi gas beracun di sekitar lokasi masih menjadi ancaman nyata yang patut diwaspadai oleh pendaki.

“Meskipun aktivitas termal menurun, kondisi gas di sekitar lokasi masih menunjukkan pelepasan gas vulkanik yang signifikan. Bau sulfur yang menyengat masih tercium pada arah angin dari lokasi manifestasi, sehingga keberadaan gas di sekitar lokasi masih berpotensi berdampak pada kesehatan apabila terpapar secara langsung,” tegas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dalam rilis evaluasi resminya pada Senin (28/9/2026).

Jalur Pendakian Dibatasi dan Status Gunung Papandayan

Bagi dunia pendakian Nusantara, kemunculan blue fire di Papandayan tergolong peristiwa yang sangat langka. Berdasarkan catatan historis, fenomena serupa sebelumnya hanya pernah terdeteksi pada Februari 2023 dan Juli 2025 silam.

Menariknya, titik kemunculan api biru kali ini berada di posisi yang relatif dekat dengan jalur lintas pendakian serta area perkemahan utama (camping ground). Kondisi ini praktis menuntut tingkat kehati-hatian yang jauh lebih tinggi dari para wisatawan yang berkunjung ke kawasan konservasi tersebut.

Menyikapi situasi darurat ini, otoritas pengelola taman wisata langsung mengambil langkah taktis berupa pembatasan akses kunjungan demi mencegah jatuhnya korban jiwa akibat paparan gas berbahaya.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut BBKSDA Jawa Barat, Vitriana Yulalita, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memberlakukan pembatasan rute bagi para pendaki yang hendak melintas ke zona-zona rawan.

“Untuk sementara waktu, dilakukan pembatasan pengunjung hingga ke Pos 4,” ungkap Vitriana.

Sementara itu, pengelola TWA Papandayan, Aminta Kaban, menambahkan bahwa kebijakan pembatasan ini bersifat selektif. Aktivitas pendakian menuju puncak utama memang ditutup sementara, namun wisatawan tetap diizinkan menikmati panorama alam di zona-zona yang telah dinyatakan steril.

“Betul (dilakukan pembatasan). Tapi kalau untuk camping di area landscape, masih dibuka,” ucap Amin.

Empat Poin Rekomendasi Keselamatan Badan Geologi

Hingga saat ini, tingkat aktivitas vulkanik Gunung Papandayan terp masih berada pada Level I (Normal). Kendati demikian, Badan Geologi mendesak wisatawan dan pengelola untuk mematuhi empat instruksi penting demi keselamatan bersama:

  1. Larangan mutlak beraktivitas atau mendirikan tenda dalam radius 500 meter dari pusat bukaan kawah aktif (Kawah Baru, Kawah Emas, Kawah Nangklak, serta Kawah Manuk/Balagadama), terutama ketika kondisi cuaca memburuk seperti hujan atau mendung.
  2. Siaga penuh terhadap lonjakan konsentrasi gas beracun yang dapat bergerak secara masif mengikuti arah tiupan angin.
  3. Mewaspadai potensi letusan freatik sekunder yang dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului oleh tanda-tanda kegempaan yang signifikan.
  4. Mengantisipasi ancaman longsor susulan pada dinding tebing kawah di sekitar kompleks vulkanik yang labil.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Blue Fire Gunung Papandayan Pendakian
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pengakuan Dirjen PAS soal Temuan Miras di Lapas Cibinong, Milik Pribadi Kasi Kamtib?

gempa

Ancaman Nyata Sesar Garsela: Garut Duduki Puncak Potensi Kerugian Bencana Tertinggi di Jabar

Awas Hujan Lebat dan Angin Kencang! Cek Wilayah Jabar yang Diguyur Hujan Hari Ini

Merayakan Bandung ke-216: Suara Akar Rumput di Tengah Deru Pembangunan Kota

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.