bukamata.id – Langit di sebagian besar wilayah Jawa Barat diprediksi bakal diselimuti awan mendung disertai potensi curah hujan dengan berbagai tingkatan pada Senin, 28 September 2026. Bagi masyarakat yang memiliki agenda harian di luar ruangan, membawa perlengkapan pelindung air seperti payung atau mantel hujan menjadi sebuah kewajiban mutlak.
Berdasarkan pemetaan dari Stasiun Klimatologi Jawa Barat, sebaran hujan dari skala ringan hingga lebat ini perlu diwaspadai secara khusus oleh warga yang tinggal di kawasan Bogor (Kabupaten/Kota), Depok, Cimahi, Bandung Raya (Kabupaten/Kota Bandung serta Bandung Barat), Ciamis, Sukabumi, Cianjur, Garut, hingga Tasikmalaya.
Kepala Stasiun Klimatologi Jabar, Rakhmat Prasetia, memaparkan bahwa fluktuasi cuaca yang terjadi belakangan ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer regional maupun global yang cukup signifikan dalam sepekan terakhir.
Salah satu pemicunya adalah indeks ENSO di NINO 3.4 yang terpantau berada pada kisaran +2,51 hingga +2,53. Angka tersebut mengindikasikan fase El NiƱo yang berdampak langsung pada menyusutnya suplai uap air secara global di teritorial Nusantara, termasuk kawasan Pasundan.
Kendati demikian, anomali cuaca tetap terjadi akibat dorongan fenomena regional. Rakhmat menjelaskan bahwa aktivitas gelombang atmosfer Rossby sempat terpantau aktif di langit Tatar Pasundan sejak 23 hingga 26 September lalu. Ditambah tingkat kelembapan udara pada lapisan 850 hingga 700 mb yang berada di angka 50 sampai 80 persen, kondisi ini memicu pembentukan awan hujan secara masif.
“Berdasarkan monitoring sepekan terakhir, curah hujan di Jabar tercatat bervariasi. Hujan berintensitas sedang hingga lebat terjadi di wilayah Kabupaten/Kota Bogor, Depok, Sukabumi, Cianjur, Purwakarta, Bandung Barat, Subang, Karawang, Sumedang, Majalengka, Kuningan, Ciamis, Garut, dan Tasikmalaya. Sementara itu, hujan ringan terpantau di sebagian Kabupaten/Kota Bandung dan Indramayu,” ungkapnya.
Prospek Cuaca Sepekan ke Depan dan Ancaman Bencana Hidrometeorologi
Menatap periode sepekan ke depan, instansi meteorologi mengimbau publik agar tidak lengah. Sejumlah indikator atmosfer menunjukkan bahwa potensi pertumbuhan awan hujan masih cukup masif akibat kembalinya lintasan gelombang ekuatorial Rossby di atas tanah Pasundan.
Selain itu, tingkat kelembapan udara pada lapisan menengah terpantau cukup basah, yakni menyentuh rentang 40 hingga 95 persen, yang dikombinasikan dengan tingkat labilitas udara ringan hingga kuat.
Melihat kalkulasi tersebut, potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprediksi masih mendominasi, disertai ancaman hujan lebat mendadak yang dibarengi kilat, petir, serta terpaan angin kencang berdurasi singkat.
“Secara umum, terdapat potensi hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah Jabar, serta potensi hujan sedang disertai kilat/petir dan angin kencang skala lokal. Kami imbau masyarakat dan instansi terkait untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu. Potensi bencana hidrometeorologis seperti hujan lebat sampai sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang perlu diantisipasi. Kenali resiko di lingkungan sekitar, serta selalu perbaharui informasi cuaca terkini,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










