Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Siap-siap! Pemerintah Bakal Bagikan Rekening Bank Gratis dan Saldo Awal untuk Warga 17 Tahun ke Atas

Kamis, 24 September 2026 12:05 WIB

2 Pemain Muda Persib Dipanggil Timnas U-20 Indonesia, Disiapkan ke Piala Asia 2027

Kamis, 24 September 2026 12:02 WIB

Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi

Kamis, 24 September 2026 11:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Siap-siap! Pemerintah Bakal Bagikan Rekening Bank Gratis dan Saldo Awal untuk Warga 17 Tahun ke Atas
  • 2 Pemain Muda Persib Dipanggil Timnas U-20 Indonesia, Disiapkan ke Piala Asia 2027
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
  • Bukan Sop Biasa! Ini Alasan Sop Burtok Jadi Kuliner yang Banyak Dicari di Bandung
  • Dapat 5 Medali Sekaligus, Indonesia Malah Terjun ke Peringkat 23 Asian Games 2026
  • Penjara atau Hotel Bintang Lima? Bongkar Fakta Bilik ‘Apartemen’ Mewah di Lapas Cibinong!
  • KDS Dorong Pencak Silat Masuk Ekstrakurikuler SD hingga SMA di Kabupaten Bandung
  • Saat Finfluencer dan AI Jadi Guru Keuangan, Masih Perlukah Belajar Manajemen?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 24 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi

By Aga GustianaKamis, 24 September 2026 11:31 WIB2 Mins Read
Peta kawasan rawan bencana Gunung Anak Krakatau. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jagat maya belakangan dihebohkan oleh penampakan daratan anyar yang mendadak muncul di dekat kawasan Gunung Anak Krakatau menyusul rentetan aktivitas erupsi. Fenomena yang terletak di sekitar tubuh gunung api tersebut bahkan ramai dijuluki warganet sebagai “Cucu Krakatau”.

Menanggapi kehebohan di tengah masyarakat, Badan Geologi Kementerian ESDM akhirnya angkat bicara untuk membeberkan fakta ilmiah di balik kemunculan daratan tersebut berdasarkan analisis data satelit terkini.

“Berdasarkan citra satelit Sentinel yang telah dievaluasi Badan Geologi, terlihat penambahan daratan pada tubuh Gunung Anak Krakatau di sektor barat laut – barat – barat daya sebagai akibat pengendapan material piroklastik dan aliran lava hasil erupsi menerus tanggal 4-6 September 2026,” ujar Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dalam keterangan resminya, Rabu (24/9/2026).

Berdasarkan kalkulasi teknis yang dilakukan lembaganya, akumulasi material vulkanik tersebut menghasilkan perluasan daratan baru dengan ukuran yang cukup signifikan, yakni mencapai seluas 32,8 hektare.

Baca Juga:  Kualitas Udara Bandung Memburuk Imbas Abu Vulkanik, Warga Wajib Pakai Masker

Tidak berhenti sampai di situ, pantauan lanjutan melalui citra penginderaan jauh juga merekam anomali geografis lainnya. Terdeteksi adanya kemunculan gundukan atau gumuk menyerupai pulau kecil di sisi barat laut serta tenggara dari pusat erupsi utama.

“Kemunculannya ‘kedua pulau’ tersebut diduga berkaitan dengan erupsi menerus selama sekitar 25 jam. Interpretasi sementara bahwa magma encer yg keluar pada saat erupsi menerus mencapai permukaan melalui jalur bukaan yang memanjang dari barat laut ke tenggara, sehingga material erupsi membentuk daratan di lokasi lain yg terlihat dlm bentuk dua gumuk seperti pulau,” terang Lana.

Baca Juga:  Gunung Marapi di Sumbar Erupsi dengan Ketinggian Abu Vulkanik 2000 Meter

Kendati demikian, pihak Badan Geologi menegaskan bahwa temuan visual tersebut masih memerlukan pembuktian secara langsung di lapangan guna memastikan mekanisme geologis yang sebenarnya terjadi.

“Tapi sekali lagi ini masih interpretasi awal, yang perlu dikonfirmasi melalui pengecekan lapangan. Badan Geologi akan mencocokkan citra satelit sebelum dan sesudah erupsi serta melakukan verifikasi lapangan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Gunung Ibu Kembali Erupsi Dahsyat, Lontarkan Abu Vulkanik Tebal Setinggi 2000 Meter

Di tengah situasi ini, masyarakat diimbau agar tidak panik berlebihan. Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level II atau Waspada, dengan ketentuan zona terlarang beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah pusat erupsi.

Mengingat adanya pembentukan daratan baru yang masih labil, otoritas kebencanaan turut mengeluarkan peringatan keselamatan tambahan bagi publik maupun nelayan setempat.

“Untuk keselamatan, masyarakat juga dihimbau untuk tidak mendekat pada radius 1 km dari lokasi kedua gumuk pulau yang terlihat di dekat Gunung Anak Krakatau,” pungkas Lana.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Cucu Krakatau erupsi Gunung Anak Krakatau
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Penjara atau Hotel Bintang Lima? Bongkar Fakta Bilik ‘Apartemen’ Mewah di Lapas Cibinong!

KDS Dorong Pencak Silat Masuk Ekstrakurikuler SD hingga SMA di Kabupaten Bandung

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

September Jadi Bulan Terakhir Bansos Tahap 3, Begini Cara Cek Penerima

Borong Penghargaan! bank bjb Sabet Kategori Inovasi Ekonomi dan UMKM di Ajang Radar Banten Awards 2026

Demo Jakarta

Demo Besar 24 September Digelar, Ini Ruas Jakarta yang Perlu Diwaspadai

345 Kilometer! Jasad ABK Kapal Jurnalis Ditemukan Jauh dari Lokasi Terakhir Terdeteksi

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.