bukamata.id – Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) memperkuat kolaborasi dengan Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) untuk mendorong penerapan konsep green campus sekaligus meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Green Orientation bertajuk Green Campus Sadar Lingkungan yang digelar di Auditorium Unjani, Senin (21/9/2026), dengan melibatkan ribuan mahasiswa baru.
Rektor Unjani Prof. Agus Subagyo mengatakan, kerja sama dengan BLDF sejalan dengan visi Unjani yang salah satunya berwawasan lingkungan.
“Kami menyambut baik kolaborasi antara Bakti Lingkungan Djarum Foundation dengan Unjani. Ini merupakan wujud kolaborasi antara perguruan tinggi dengan salah satu entitas yang ada di kelompok bisnis,” ujar Agus, Senin (21/9/2026).
Menurut Agus, kolaborasi tersebut bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, BLDF turut terlibat dalam kegiatan penanaman pohon di lingkungan Unjani saat pembukaan Dies Natalis pada April 2026.
Ia menilai edukasi mengenai lingkungan perlu diberikan kepada mahasiswa sejak dini. Pasalnya, generasi muda akan menjadi pemimpin di masa mendatang sehingga pemahaman mengenai lingkungan diharapkan turut memengaruhi proses pengambilan keputusan.
“Perkembangan dunia global, global warming, dan climate change luar biasa. Kami ingin berkontribusi untuk menurunkan dampak global warming dan climate change melalui peran-peran kecil, seperti penanaman pohon, mengenalkan, mensosialisasikan, dan melestarikan lingkungan,” katanya.
Agus juga mendorong mahasiswa memiliki visi kepemimpinan yang berorientasi pada lingkungan atau green leadership. Dengan demikian, aspek lingkungan diharapkan menjadi salah satu pertimbangan dalam setiap keputusan yang diambil.
“Mereka semua adalah para pemimpin ke depan. Karena itu, mereka harus punya visi, misi, dan kepemimpinan yang berorientasi pada green leadership. Diharapkan dalam membuat keputusan apa pun, mereka berbasis pada lingkungan hidup dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Dalam pengembangan green campus, Unjani juga mendapat dukungan penanaman pohon dari BLDF. Sebanyak 150 titik penanaman pohon disiapkan di lingkungan kampus.
Agus mengatakan, pengembangan green campus merupakan proses yang masih berjalan. Sejumlah kawasan kampus dinilai masih membutuhkan penambahan vegetasi agar lingkungan menjadi lebih teduh.
“Karena kampus ini ke depannya memang kami arahkan menjadi green campus. Karena masih dalam proses pembangunan, mungkin ada banyak pohon, tetapi memang masih terasa panas karena ini berproses,” katanya.
Sementara itu, Director Communications Djarum Foundation Mutiara Diah Asmara mengatakan, kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun sinergi melalui berbagai program lingkungan di lingkungan kampus.
“Intinya memang kolaborasi ini diharapkan agar terjadi sinergitas di antara BLDF dan Unjani untuk membangun green campus,” kata Mutiara.
Menurutnya, konsep green campus tidak hanya berkaitan dengan penghijauan, tetapi juga mencakup pengelolaan sampah serta pengembangan living laboratory yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan riset dan pengembangan model lingkungan.
“Juga termasuk sarana terkait dengan living laboratory atau laboratorium hidup yang bisa kita lakukan bersama, baik itu riset maupun bentuk-bentuk yang nanti semoga bisa, misalnya apabila model itu bisa direplikasi, ke depannya juga dilakukan di komunitas di sekitarnya,” ujarnya.
Mutiara menilai kampus memiliki posisi penting dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan, terutama karena perubahan iklim telah menjadi realitas yang dampaknya dirasakan masyarakat.
“BLDF percaya bahwa kampus sendiri adalah salah satu episentrum yang sangat diperlukan untuk memelihara lingkungan sendiri. Karena perubahan iklim itu adalah realita, adalah nyata,” katanya.
Ia mengatakan kolaborasi dengan Unjani dirancang sebagai program jangka panjang. Sejumlah kegiatan yang disiapkan meliputi penyediaan 150 titik untuk sampah, penghijauan lanjutan setelah kegiatan pada April 2026, serta Green Orientation yang akan dilaksanakan setiap tahun.
“Kolaborasi ini memang adalah kolaborasi jangka panjang yang memang kami harapkan bisa juga menjadi suatu titik tolak bagi generasi muda yang ke depan untuk bisa terus melanjutkan perjalanan ini,” ujarnya.
Di sisi lain, anggota Pandawara, Muchamad Ikhsan, menilai kolaborasi antara Unjani dan BLDF menjadi langkah penting dalam membangun gerakan lingkungan yang melibatkan berbagai pihak.
“Ini kolaborasi yang sangat luar biasa, karena di lingkungan sendiri kita tidak bisa bergerak masing-masing. Semua peran ini harus ikut terlibat, entah itu dari akademisi dari jenjang pendidikan, entah dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation sebagai dari swasta, dan kita sebagai komunitas, ini semuanya harus kita lakukan kolaborasi bersama,” ujarnya.
Menurut Ikhsan, antusiasme mahasiswa Unjani terhadap isu lingkungan juga terlihat dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan dan menunjukkan ketertarikan untuk terlibat dalam aksi lingkungan.
“Unjani salah satu kampus favorit juga, kebetulan kita di wilayah Jawa Barat, di Bandung juga. Jadi yang pastinya tadi antusiasme dari mahasiswa sendiri sangat luar biasa, mereka melontarkan beberapa pertanyaan yang memunculkan semangat mereka untuk bisa berkontribusi ikut dalam beberapa kegiatan aksi lingkungan,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










