bukamata.id – Menatap kontestasi politik mendatang, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gema Bangsa memilih tanah Pasundan sebagai medan ujian konsolidasi perdananya. Langkah tersebut ditandai secara resmi lewat helatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) sekaligus pembukaan markas baru DPW yang berlokasi di Jalan Setiabudi No. 38, Kota Bandung.
Ahmad Rofiq selaku pimpinan tertinggi Partai Gema Bangsa mengungkapkan bahwa forum strategis ini difokuskan untuk menyelaraskan visi besar partai ihwal penerapan desentralisasi politik secara menyeluruh.
Di tengah krisis kepercayaan publik terhadap partai politik akibat dinamika demokrasi yang kian kompleks, partainya hadir untuk membuktikan bahwa institusi politik masih memegang peranan krusial dalam melahirkan pemimpin yang kompeten serta kebijakan publik yang berpihak kepada rakyat.
“Tentu Rakerwil untuk menyamakan frekuensi terkait desentralisasi politik. Saat ini demokrasi sedang carut-marut, masyarakat banyak yang kehilangan kepercayaan terhadap institusi partai politik. Jadi kami hadir mengajak masyarakat bahwa partai politik itu penting,” kata Rofiq di Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026).
Tidak bisa dipungkiri, pemilihan wilayah Jawa Barat didasari oleh statusnya sebagai lumbung suara terbesar di Indonesia, menjadikannya arena pertarungan krusial dalam peta pemenangan Pemilu 2029.
“Jawa Barat ini wilayah pertempuran utama Partai Gema Bangsa untuk meraup suara sebesar-besarnya. Kami mengonsolidasikan pemenangan pemilu, pemetaan daerah pemilihan, serta meyakinkan masyarakat bahwa Gema Bangsa jadi alternatif nyata yang konsisten memperjuangkan pembangunan dari daerah,” ujarnya.
Dari sisi administratif, mesin partai menunjukkan progres gemilang. Pembentukan struktur organisasi di level kabupaten/kota se-Jawa Barat kini telah tuntas sepenuhnya. Sementara itu, cakupan kepengurusan tingkat kecamatan telah menginjak angka 30 persen, melampaui separuh dari syarat minimal verifikasi yang dipatok Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Ini pencapaian yang sangat menggembirakan karena untuk memenuhi ambang batas syarat verifikasi KPU tinggal membutuhkan 20 persen lagi. Target kami Desember 2026 merampungkan kepengurusan 100 persen di tingkat,” ucapnya.
Dengan tuntasnya urusan administratif lebih cepat, para kader diinstruksikan untuk langsung tancap gas menyebarluaskan gagasan desentralisasi ke tingkat akar rumput, sekaligus membidik target ambisius di Tatar Pasundan pada 2029 mendatang.
“Target kami di Jawa Barat mutlak, harus meraih minimal satu fraksi utuh di DPRD dan memenangkan pemilihan gubernur. Saya meyakini masyarakat Jawa Barat sangat merindukan sosok pemimpin muda yang otentik, pemimpin yang betul-betul membersamai rakyat untuk membangun daerahnya dari bawah,” tuturnya.
Sebagai langkah nyata menuju bursa pemilihan gubernur, Rofiq turut memberikan sinyal kuat untuk mengusung Ketua DPW Partai Gema Bangsa Jawa Barat, Ade Wardhana Adinata, sebagai kandidat potensial di Pilgub mendatang.
Penguatan Akar Rumput dan Rumah Aspirasi
Menjawab tantangan besar tersebut, Ketua DPW Partai Gema Bangsa Jawa Barat, Ade Wardhana Adinata, menyatakan kesiapannya untuk memperkuat barisan hingga ke pelosok desa. Ia melihat peta politik lokal di Jawa Barat sangat cair lantaran rekam jejak menunjukkan tidak pernah ada partai penguasa yang mampu mempertahankan kemenangan dalam dua periode berturut-turut.
Para kader diwajibkan untuk turun tangan mengawal persoalan masyarakat sejak jauh-jauh hari tanpa harus menunggu datangnya musim kampanye.
“Kami mengharapkan para pengurus dan kader Partai Gema Bangsa hadir di tengah-tengah masyarakat, tidak hanya pada saat momentum kampanye pemilu saja, tetapi kehadirannya harus dirasakan mulai sekarang dari 2026 sampai ke 2029,” kata Ade.
Sebagai wujud keterbukaan, kantor sekretariat anyar di Jalan Setiabudi Nomor 38, Kota Bandung, resmi disulap menjadi pusat pengaduan dan rumah aspirasi publik bagi seluruh warga Jawa Barat.
“Jika sebuah pergerakan perjuangan tidak memiliki alamat, di mana rakyat akan menyampaikan aspirasinya? Warga Jawa Barat yang ingin bergabung atau menyampaikan aspirasinya terkait permasalahan, silakan datang ke kantor DPW di Jalan Setiabudi Nomor 38,” ujarnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










