Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Merayakan Bandung ke-216: Suara Akar Rumput di Tengah Deru Pembangunan Kota

Senin, 28 September 2026 09:00 WIB

Persib Adem Ayem di Deadline Bursa Transfer, Igor Tolic Beberkan Alasan Tak Belanja Pemain

Senin, 28 September 2026 08:23 WIB

Jadwal Timnas Indonesia vs Malaysia Hari Ini: Skenario Garuda Rebut Puncak Klasemen ASEAN Cup 2026!

Senin, 28 September 2026 07:18 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Merayakan Bandung ke-216: Suara Akar Rumput di Tengah Deru Pembangunan Kota
  • Persib Adem Ayem di Deadline Bursa Transfer, Igor Tolic Beberkan Alasan Tak Belanja Pemain
  • Jadwal Timnas Indonesia vs Malaysia Hari Ini: Skenario Garuda Rebut Puncak Klasemen ASEAN Cup 2026!
  • Wajib Coba! 4 Kupat Tahu Enak di Bandung, Cocok untuk Sarapan hingga Kuliner Malam
  • Bikin Ngiler! 4 Rekomendasi Ayam Bakar Bandung 2026, Ada Taliwang hingga Kalasan
  • Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online
  • Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI
  • Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Merayakan Bandung ke-216: Suara Akar Rumput di Tengah Deru Pembangunan Kota

By Aga GustianaSenin, 28 September 2026 09:00 WIB7 Mins Read
Ilustrasi, Merayakan Bandung ke-216: Suara Akar Rumput di Tengah Deru Pembangunan Kota. (Foto: bukamata.id/AI)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Udaranya masih menyisakan sejuk khas dataran tinggi Priangan ketika ribuan warga memadati ruas-ruas jalan Kota Bandung pada Jumat, 25 September 2026. Di usianya yang menginjak 216 tahun, ibu kota Provinsi Jawa Barat ini merayakan hari jadinya dengan kemeriahan yang merefleksikan dinamika kota metropolitan. Pemerintah Kota Bandung bersama warga memperingati momentum ini di tengah denyut nadi perkotaan yang bergerak cepat. Namun, di balik euforia perayaan dan deretan lampu hias yang menghiasi sudut-sudut kota, tersimpan kontras yang tajam antara capaian makroekonomi dan realitas harian yang dirasakan warga di tingkat tapak.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Muhammad Farhan dan Wakil Wali Kota Erwin, Bandung mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang impresif. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung mencatat ekonomi kota ini tumbuh 5,80 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan II-2026, meningkat dari 5,76 persen pada triwulan sebelumnya. Angka ini bahkan berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional.

Kendati demikian, angka pertumbuhan yang mentereng tersebut belum sepenuhnya meredakan kegelisahan warga. Persoalan klasik mulai dari sampah, kemacetan, banjir, hingga sempitnya lapangan pekerjaan masih menjadi pekerjaan rumah yang menuntut terobosan nyata. Pertanyaan besar pun menyeruak di usia ke-216 ini: sejauh mana perubahan Kota Bandung benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan warganya?

Suara Warga dan Denyut Nadi Kota di Lapangan

Di tengah perayaan hari jadi kota, potret keseharian warga memperlihatkan sisi lain dari dinamika Bandung. Denyut ekonomi yang tumbuh subur tidak serta-merta menghapus jeritan warganya di sektor ketenagakerjaan. Kontradiksi ini tergambar jelas dari keseharian Rendy (22), warga Buah Batu yang menggantungkan hidupnya sebagai pengemudi ojek daring pesanan makanan. Di hari ulang tahun kota, Rendy tetap harus mengayuh roda kendaraannya sejak pagi buta demi menyambung hidup.

Rendy adalah potret kecil dari persoalan ketenagakerjaan di Bandung. Data BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Bandung berada di angka 7,22 persen atau mencakup sekitar 99.300 jiwa—sebuah angka yang masih lebih tinggi dibanding rata-rata Jawa Barat yang berada di kisaran 6,5 persen. Terbatasnya ijazah pendidikan akibat kendala biaya membuat pilihan kerja Rendy amat sempit.

”Ada pekerjaan untuk lulusan SMA seperti saya. Namun, mayoritas tidak memberikan gaji yang layak sesuai upah minimum regional Kota Bandung,” keluh Rendy. Ia berharap Pemkot Bandung lebih serius memfasilitasi bursa kerja yang menjamin kepatuhan pengusaha terhadap standar upah minimum serta menyediakan pelatihan keterampilan yang relevan.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Bersama Ribuan Warga Jabar Salat Idul Fitri di Lapangan Gasibu Bandung

Selain persoalan kesempatan kerja, denyut harapan juga dirasakan di tingkat akar rumput terkait penanganan lingkungan. Di tengah bayang-bayang krisis sampah dan ketergantungan terhadap TPPAS Sarimukti, secercah asa muncul melalui program Gerakan Sampah Kelar di Wilayah (Gaslah). Rahayu Wijayanti (41), Ketua RW 02 Kelurahan Pasirlayung, merasakan langsung bagaimana program yang mengerahkan petugas khusus pemilahan sampah organik sejak awal 2026 ini mengubah kebiasaan warga.

”Program ini berkontribusi besar mendorong kesadaran warga untuk memilah sampah organik sejak dari rumah. Kini seluruh sampah organik tak lagi dibuang ke tempat pembuangan sementara,” ungkap Rahayu penuh optimisme.

Sementara itu, dari sektor perdagangan, dibukanya kembali penerbangan komersial di Bandara Husein Sastranegara sejak Agustus 2026 menjadi angin segar bagi para pedagang di Pasar Baru. Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru Bandung, Iwan Suhermawan, menyatakan para pedagang optimis era keemasan pasar legendaris ini dapat bangkit kembali.

”Kami siap menyambut wisatawan mancanegara dengan memperbaiki fasilitas pasar dan mengedukasi pedagang untuk merambah pasar daring. Kami berharap Pemkot Bandung turut menata infrastruktur jalan dan menertibkan parkir liar demi kenyamanan pengunjung,” tutur Iwan.

Di sisi lain, aksesibilitas ruang publik dan kelompok rentan turut disuarakan oleh Jumono (59), Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Bandung. Menurutnya, masih banyak fasilitas publik yang belum ramah difabel karena minimnya akses bidang miring dan dominasi tangga.

”Kami berharap Pemkot Bandung bisa menyiapkan semakin banyak fasilitas umum yang ramah disabilitas agar warga kami tidak enggan beraktivitas di ruang publik,” kata Jumono.

Langkah dan Komitmen Pemerintah Kota Bandung

Menanggapi berbagai persoalan dan aspirasi warganya, Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmen untuk terus mempercepat pembenahan perkotaan. Wali Kota Muhammad Farhan dalam pidatonya pada Rapat Paripurna Hari Jadi ke-216 di Gedung DPRD Kota Bandung menyatakan bahwa peringatan hari jadi bukanlah sekadar ajang seremonial, melainkan momentum memperkuat kerja bersama.

Baca Juga:  Kasus Getok Harga Parkir di Kota Bandung, Bey Machmudin: Jangan Ada Pungli

”Di usia ke-216 ini tugas kita bukanlah mengklaim bahwa semua persoalan telah selesai. Justru sebaliknya, peringatan hari jadi harus menjadi momen untuk memperkuat komitmen, memperbaiki kekurangan dan mempererat serta mempercepat kerja bersama,” tegas Farhan di hadapan para wakil rakyat.

Pemerintah kota telah menyiapkan sejumlah strategi terpadu, mulai dari penuntasan persoalan sampah dari hulu melalui optimalisasi fasilitas kompos di tingkat RT dan program Gaslah, hingga penguatan mobilitas perkotaan. Sebagai kota tujuan wisata yang kerap dilanda kemacetan, Pemkot Bandung mengoptimalkan teknologi Area Traffic Control System (ATCS), perbaikan infrastruktur jalan, serta menyiapkan pembangunan transportasi massal Bus Rapid Transit (BRT) Mastran yang ditargetkan beroperasi penuh pada 2027. Selain itu, upaya mitigasi banjir terus digenjot melalui normalisasi dan revitalisasi sungai serta perbaikan drainase secara terpadu guna menghadapi cuaca ekstrem.

Pandangan Kritis dan Rekomendasi Para Pakar

Langkah serta kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah kota kemudian dikaji secara mendalam oleh para pakar untuk melihat efektivitas dan dampaknya secara nyata di tengah masyarakat.

Dari sudut pandang ekonomi, Pakar Ekonomi Aknolt Kristian Pakpahan menilai bahwa angka TPT yang berada di level 7,22 persen, di sisi lain beriringan dengan tingkat kemiskinan yang tercatat 3,78 persen dan tingkat kepuasan sektor ekonomi yang hanya menyentuh 53,5 persen. Menurut Aknolt Kristian Pakpahan, kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak otomatis berjalan beriringan dengan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

”Bandung punya aktivitas dan ragam kegiatan ekonomi yang tinggi, terutama di sektor perdagangan, jasa, pariwisata, kuliner, pendidikan, dan ekonomi kreatif. Tetap persoalannya adalah bagaimana pertumbuhan dan aktivitas ekonomi tersebut diterjemahkan menjadi pekerjaan yang produktif, stabil, dan memberikan pendapatan yang cukup bagi warga lokal. Hal ini yang rasanya belum terjawab sesuai harapan,” ungkap Aknolt kepada bukamata.id, Minggu (27/9/2026).

Lebih lanjut, Aknolt mengingatkan agar sektor pariwisata dan UMKM benar-benar terintegrasi dalam rantai pasok lokal sehingga nilai ekonominya dinikmati oleh warga setempat, serta mendorong terobosan ekosistem penciptaan kerja melalui Bandung Job Creation Ecosystem agar alokasi belanja daerah dan program ekonomi tepat sasaran.

Sementara itu, dari perspektif tata kelola pemerintahan dan kebijakan publik, Pakar Kebijakan Publik Universitas Katolik Parahyangan, Kristian Widya Wicaksono, memandang bahwa tingginya optimisme masyarakat—seperti tercatat dalam survei Litbang Kompas dengan angka 81,4 persen—harus dipahami sebagai modal sosial, tetapi bukan berarti seluruh persoalan perkotaan telah tuntas.

Baca Juga:  Sepakat, Ritase Sampah Kota Bandung ke Sarimukti Dikurangi 30 Rit

Kristian menjelaskan adanya perbedaan mendasar antara output (hasil administratif fisik seperti selesainya perbaikan jalan atau pengerukan saluran) dan outcome (perubahan nyata yang dirasakan warga seperti berkurangnya waktu tempuh, bebas dari banjir, dan meningkatnya pendapatan rumah tangga).

”Pemerintah dapat menghasilkan output yang terlihat dan memperoleh apresiasi publik, tetapi belum tentu berhasil mengubah kondisi sosial-ekonomi masyarakat secara mendasar. Karena itu, kepuasan terhadap pembangunan infrastruktur perlu dibaca bersama indikator yang mengukur manfaat jangka panjangnya,” jelas Kristian.

Lebih lanjut, dalam konteks kebijakan infrastruktur dan mitigasi bencana seperti normalisasi sungai, Kristian Widya Wicaksono mengingatkan agar pemerintah senantiasa memegang prinsip keadilan sosial dan no one left behind. Pemerintah harus memastikan pendataan sosial-ekonomi yang partisipatif serta menyediakan hunian pengganti yang layak bagi warga terdampak. Ia pun mendesak Pemkot Bandung melakukan terobosan struktural dengan mengubah orientasi birokrasi menjadi pencapaian outcome yang terukur serta memperkuat koordinasi lintas wilayah yang permanen.

Kesimpulan

Bandung di usianya yang ke-216 kini berdiri di sebuah titik krusial persimpangan jalan. Di satu sisi, kota ini memancarkan daya tarik metropolitan yang dinamis—didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat, denyut pariwisata yang kembali bergairah, serta inovasi akar rumput yang digerakkan oleh kepedulian warganya. Namun di sisi lain, bayang-bayang problem klasik seperti pengangguran, ketimpangan kesejahteraan, kemacetan, hingga ancaman krisis lingkungan tetap menuntut kehadiran negara secara konsisten.

Peringatan hari jadi ini memberikan pesan yang teramat jelas: kemegahan angka statistik dan seremoni perayaan tidak akan ada artinya jika tidak beririsan langsung dengan perbaikan kualitas hidup di tingkat tapak. Seperti yang diingatkan oleh para pakar dan disuarakan oleh warga, tantangan terbesar Pemkot Bandung ke depan bukanlah sekadar menghasilkan output administratif yang terlihat mata, melainkan mewujudkan outcome jangka panjang yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan. Pada akhirnya, impian Bandung sebagai kota yang nyaman dan menyejahterakan hanya akan terwujud tatkala denyut nadi pemerintah dan jerih payah warganya berdetak dalam satu irama yang selaras.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Erwin HL Kota Bandung Muhammad Farhan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya

Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang

Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.