bukamata.id – Meski jendela pendaftaran pemain untuk paruh awal kompetisi Super League 2026/2027 telah resmi ditutup, bursa rumor transfer yang melibatkan kubu Maung Bandung tampaknya masih belum mau mendingin. Publik sepak bola tanah air dihebohkan dengan gelombang dukungan suporter yang kembali mengaitkan nama mantan penjaga gawang andalan mereka ke dalam pusaran rumor tim kebanggaan warga Pasundan.
Spekulasi ini mencuat setelah puluhan ribu Bobotoh memadati Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (26/9/2026) malam, untuk menyaksikan duel internasional FIFA ASEAN Cup antara Timnas Filipina kontra Vietnam. Walau sang kiper tidak turun ke lapangan hijau dalam laga yang berakhir dengan kekalahan tipis 0-1 bagi The Azkals tersebut, namanya tetap menggema seantero stadion lewat yel-yel khas tribun.
Kencangnya desas-desus kepulangan sang penjaga gawang juga tidak lepas dari kebutuhan mendesak skuad Pangeran Biru yang santer dikabarkan memburu sosok sepadan guna melapis serta menjadi pesaing sepadan bagi Teja Paku Alam di bawah mistar gawang.
Bagi pendukung setianya, kiper berdarah Denmark-Filipina tersebut bukan sekadar mantan pemain biasa. Keberhasilannya mempersembahkan dua trofi juara liga secara beruntun pada musim 2023/2024 dan 2024/2025 menempatkan namanya di jajaran legenda modern klub.
Pertemuan emosional antara sang penjaga gawang dengan para pendukung setianya di Kota Kembang pun meninggalkan kesan yang mendalam. Ia mengaku sangat tersanjung atas sambutan hangat yang diberikan oleh publik pencinta sepak bola lokal.
“Saya merasa sangat terhormat, mereka ada di sana untuk mendukung kami, dan ya, saya sangat senang melihat mereka. Sangat luar biasa melihat mereka dan mendengar mereka menyanyikan lagu untuk saya. Jadi, saya sangat bahagia bisa melihat mereka,” ujar Kevin setelah laga.
Pemain bernomor punggung satu di skuad tim nasional Filipina itu menegaskan bahwa kunjungannya ke Bandung kali ini memiliki makna kultural yang sangat personal, terlepas dari agenda resmi turnamen internasional yang diikutinya.
“Apa pun yang terjadi saya ingin datang karena Bandung dan Bobotoh memiliki tempat yang sangat spesial di hati saya. Jadi, saya sangat bersyukur atas semua dukungan, baik di stadion maupun di sekitar kota saat mereka melihat saya,” kata Kevin.
Ia menambahkan bahwa besarnya cinta yang ditunjukkan oleh para pendukung setia Maung Bandung selalu berhasil menyentuh sisi emosionalnya setiap kali menginjakkan kaki di Tatar Pasundan.
“Jadi sangat menyentuh melihat melihat mereka dan mendengar mereka menyanyikan lagu saya,” tuturnya.
Kode Keras dari Rekan Setim dan Status Kontrak Terkini
Gelombang spekulasi kepulangan sang pemain kian memanas setelah gelandang kreatif Persib, Adam Alis, kedapatan meninggalkan komentar bernada dukungan pada unggahan media sosial pribadi sang kiper saat menyapa publik Bandung jelang bergulirnya turnamen ASEAN Cup. Sontak, interaksi digital tersebut langsung disambar oleh para pendukung sebagai kode tersembunyi.
Menilik situasi kontraknya saat ini, peluang bagi Maung Bandung untuk memulangkan sang pemain sejatinya masih terbuka di masa mendatang. Berdasarkan catatan data pemain, penjaga gawang kelahiran Herning 31 tahun silam tersebut masih terikat kontrak bersama klub Liga Utama Thailand, Chonburi FC, hingga 30 Juni 2027 mendatang.
Dengan sisa durasi kontrak yang masih berjalan, manajemen klub peminat praktis harus menyiapkan opsi tebusan transfer permanen ataupun proposal peminjaman apabila berniat memboyong kembali kiper bertinggi badan 1,87 meter tersebut ke Bandung pada bursa transfer periode berikutnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









