bukamata.id – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, pada Sabtu (27/9/2026) petang, berubah menjadi kepanikan bagi warga Kampung Barukai, RW 12, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua.
Curah hujan tinggi membuat debit Sungai Cijanggel meningkat hingga meluap dan mengalir ke kawasan permukiman. Air bercampur material lumpur kemudian masuk ke sejumlah rumah warga.
Salah satu warga, Husein (40), menjadi saksi langsung ketika banjir mulai menerjang rumahnya sekitar pukul 18.30 WIB. Kekhawatirannya semakin besar karena sang ibu, Sumarni (60), masih dalam masa pemulihan setelah menjalani operasi batu empedu sekitar dua pekan sebelumnya.
Situasi semakin sulit ketika tembok penahan di sekitar rumah jebol akibat derasnya aliran air. Reruntuhan bangunan kemudian menutup akses keluar sehingga Sumarni tidak mampu menyelamatkan diri tanpa bantuan.
“Kejadiannya sekitar pukul 18.30 WIB. Kondisi hujan besar, air sungai mengakibatkan tembok jebol, reruntuhannya menutup jalan rumah,” kata Husein saat ditemui, Senin (28/9/2026).
Warga Sakit Terjebak di Dalam Rumah
Melihat kondisi air yang terus bertambah, Husein khawatir banjir tidak hanya merusak rumah tetapi juga membahayakan keselamatan ibunya.
Ia kemudian menghubungi Tim Rescue Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk meminta bantuan evakuasi. Petugas pun datang ke lokasi dan membantu membawa Sumarni keluar dari rumah yang mulai dikepung air.
“Ibu terjebak di dalam dalam kondisi sakit. Saya kontak tim Rescue Damkar untuk melakukan penyelamatan karena khawatir air makin masuk rumah dan bangunan runtuh,” ujar Husein.
Setelah berhasil dievakuasi, Sumarni untuk sementara dibawa ke rumah kerabat di kawasan Lembang. Ia seharusnya menjalani pemeriksaan lanjutan di RS Dustira pada Senin (28/9).
“Ibu baru selesai operasi dua minggu lalu dan hari ini harus kontrol lagi ke RS Dustira. Jadi tadi malam dibawa dulu ke rumah saudara di Lembang, sekarang dibawa ke rumah sakit,” tuturnya.
Husein berharap pemerintah segera memberikan perhatian kepada warga yang terdampak banjir, termasuk memastikan kondisi lingkungan kembali aman setelah air surut.
Banjir Rendam 15 Rumah di Cisarua
Dampak luapan Sungai Cijanggel ternyata tidak hanya dirasakan keluarga Husein. Sejumlah rumah warga di Desa Jambudipa ikut terdampak banjir.
Kepala Desa Jambudipa, Cece Suryadi, mengatakan sedikitnya 15 rumah terendam banjir. Tiga rumah di antaranya mengalami kerusakan sedang setelah diterjang air yang membawa material lumpur.
Selain permukiman, banjir juga mengganggu aktivitas kendaraan di jalur Cisarua-Lembang. Genangan air sempat mencapai sekitar 70 sentimeter sehingga kendaraan tidak dapat melintas dengan normal.
“Selain jalan, ada 15 rumah yang tergenang dan tiga di antaranya rusak sedang karena dibarengi banjir lumpur yang menutupi perabot rumah,” kata Cece.
Tiga kepala keluarga disebut menjadi kelompok warga yang mengalami dampak paling berat. Sebagian di antaranya memilih meninggalkan rumah untuk sementara dan mengungsi ke kediaman kerabat.
“Ini sudah lama tidak hujan, tadi malam langsung memicu banjir. Kalau yang parah ada tiga KK, sisanya hanya tergenang air saja. Sekarang sudah surut lagi,” ujarnya.
Saluran Air Diduga Memperparah Luapan
Selain tingginya debit Sungai Cijanggel, kondisi sistem drainase di sekitar permukiman juga menjadi perhatian pemerintah desa.
Cece menyebut terdapat saluran air sepanjang kurang lebih 400 meter yang mengalami penyempitan. Di sejumlah titik juga ditemukan tumpukan sampah yang berpotensi menghambat aliran air.
Ketika hujan deras turun dalam waktu singkat, kapasitas saluran yang terbatas membuat air tidak dapat mengalir secara optimal. Kondisi tersebut diduga turut memperbesar risiko terjadinya genangan.
“Untuk mengatasi banjir perlu ada revitalisasi saluran air. Itu kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Jadi kita harap ada perbaikan,” pungkas Cece.
Warga Berharap Ada Revitalisasi Saluran
Banjir di Kampung Barukai menjadi pengingat adanya kerentanan kawasan permukiman yang berada di sekitar aliran sungai dan saluran air.
Meski genangan telah surut, warga masih menghadapi persoalan kerusakan rumah, lumpur, serta sejumlah fasilitas yang terdampak. Penanganan darurat diperlukan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan.
Dalam jangka panjang, pemerintah desa berharap revitalisasi saluran air dapat segera dilakukan. Perbaikan dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas aliran sekaligus mengurangi risiko banjir ketika hujan deras kembali mengguyur Kecamatan Cisarua.
Bagi keluarga Husein, peristiwa tersebut juga menjadi pengalaman menegangkan. Di tengah derasnya air dan akses rumah yang tertutup reruntuhan, keselamatan Sumarni menjadi prioritas hingga akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat.
Kini warga berharap bukan hanya air yang surut, tetapi juga ada penanganan terhadap persoalan saluran dan lingkungan agar luapan Sungai Cijanggel tidak kembali mengancam permukiman di Cisarua Bandung Barat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









