bukamata.id – Kabar duka menyelimuti dunia musik Sunda. Kanaya Whu, vokalis MK9 atau Emka 9, meninggal dunia pada Minggu (13/9/2026) setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akibat penyakit kanker.
Kanaya Whu meninggal dunia di usia 35 tahun. Kepergiannya terasa begitu mengejutkan bagi publik yang selama beberapa tahun terakhir akrab dengan sosoknya melalui berbagai penampilan bersama MK9.
Bagi sebagian masyarakat Jawa Barat, nama Kanaya Whu mungkin tidak langsung dikenal sebagai penyanyi solo. Namun, suaranya kerap hadir dalam berbagai kegiatan yang dihadiri Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Kanaya merupakan vokalis MK9, grup musik yang dibentuk Dedi Mulyadi. Bersama grup tersebut, Kanaya membawakan sejumlah lagu bernuansa Sunda, termasuk karya-karya Dedi Mulyadi.
Kabar meninggalnya Kanaya Whu disampaikan langsung oleh Dedi Mulyadi melalui unggahan di Instagram, Minggu (13/9/2026).
Dalam unggahannya, Dedi tampak tak kuasa menahan kesedihan saat menyampaikan kabar berpulangnya Kanaya. Ia sekaligus memanjatkan doa untuk sang penyanyi.
“Assalamualaikum, sampurasun, wilujeun enjing wargi Jabar dan warganet dimanapun berada, kami menymapiakn kabar duka, telah meninggal dunia, saudari kita, sahabat kita, teh kanaya, di RSHS Bandung karena menderita kanker, semoga almarhum diterima iman islam nya, diampuni segala dosanya, dan diterima disisi Allh SWT,” ungkap Dedi.
Dedi kemudian mengenang Kanaya melalui karya-karya yang pernah mereka bawakan bersama. Pesan tersebut sekaligus menjadi gambaran kedekatan Kanaya dengan perjalanan musik yang selama ini dibangun Dedi.
“Kini kau benar-benar menjadi purnama yang dirindukan. Terima kasih atas segala karya. Bahagia kini kau jelang. Selamat jalan,” lanjut Dedi.
Profil Kanaya Whu, Penyanyi Asal Tasikmalaya
Kanaya Whu lahir di Tasikmalaya pada 1991 dengan nama lengkap Kanaya Whulan.
Meski memiliki darah Sunda, perjalanan hidup Kanaya justru banyak berlangsung di Jakarta. Ia menempuh pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas di ibu kota.
Latar belakang tersebut membuat Kanaya sempat menghadapi tantangan ketika mulai serius membawakan lagu-lagu berbahasa Sunda.
Namun, tantangan itu perlahan berhasil dilewatinya. Kemampuan Kanaya dalam membawakan lagu Sunda justru kemudian menjadi salah satu identitas yang melekat pada dirinya.
Kecintaan terhadap musik sendiri sudah tumbuh sejak Kanaya masih kecil. Ia telah memiliki ketertarikan terhadap dunia tarik suara sejak duduk di bangku sekolah dasar.
Bakat tersebut juga mendapat pengaruh dari sang ibu yang memiliki darah seni dan pandai bernyanyi.
Sebelum sepenuhnya menekuni dunia musik, Kanaya sempat bekerja di lingkungan perkantoran. Namun, dunia tersebut tidak menjadi perjalanan karier terakhirnya.
Kanaya akhirnya kembali pada dunia yang sejak kecil sudah dekat dengannya, yakni musik.
Bergabung dengan MK9 Sejak 2019
Perjalanan karier Kanaya kemudian mempertemukannya dengan MK9 atau Emka 9.
Kanaya tercatat bergabung sebagai vokalis MK9 sejak 2019 untuk menggantikan vokalis sebelumnya, Echa.
Sejak saat itu, namanya semakin lekat dengan grup musik tersebut.
MK9 sendiri merupakan grup musik yang dibentuk Dedi Mulyadi jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Grup tersebut kemudian banyak tampil dalam berbagai kegiatan Dedi Mulyadi di sejumlah daerah.
Kehadiran Kanaya membuat karakter vokal MK9 semakin dikenal. Ia menjadi salah satu suara yang mengiringi berbagai kegiatan Dedi Mulyadi, termasuk agenda Abdi Nagri Nganjang Ka Warga di berbagai wilayah Jawa Barat.
Bukan hanya tampil dalam kegiatan resmi, Kanaya juga membawakan sejumlah lagu karya Dedi Mulyadi.
Beberapa di antaranya adalah Kaasih Indung, Lungse, Lampah, Rubuh, hingga Rindu Purnama.
Karya-karya tersebut kemudian semakin dikenal karena dibawakan Kanaya bersama MK9 dalam berbagai kesempatan.
Kanaya Whu dan Lagu-Lagu Dedi Mulyadi
Hubungan Kanaya dengan Dedi Mulyadi tidak sekadar sebatas vokalis dan pencipta lagu.
Kanaya memahami bahwa setiap lagu yang ditulis Dedi memiliki cerita dan pesan tertentu. Karena itu, menurutnya, membawakan karya tersebut membutuhkan penjiwaan, bukan hanya kemampuan bernyanyi.
“Setiap lagu yang dibuat Bapak (Dedi Mulyadi) itu pasti ada cerita,” kata Kanaya dalam sebuah kesempatan.
Ia juga pernah mengungkapkan bahwa sejumlah lagu karya Dedi Mulyadi memiliki nilai spiritual dan makna yang kuat.
Bagi Kanaya, pemahaman terhadap cerita di balik lagu menjadi penting agar pesan yang ingin disampaikan pencipta bisa sampai kepada pendengar.
Apalagi, beberapa lagu memiliki karakter nada yang cukup tinggi sehingga membutuhkan kemampuan vokal sekaligus penghayatan yang kuat.
Dari sinilah sosok Kanaya kemudian semakin identik dengan karya-karya Dedi Mulyadi.
Pernah Kesulitan Membawakan Lagu Sunda
Ada cerita menarik dalam perjalanan Kanaya menjadi penyanyi yang identik dengan musik Sunda.
Meskipun lahir di Tasikmalaya dan memiliki darah Sunda, Kanaya justru tumbuh besar di Jakarta.
Kondisi tersebut membuatnya tidak langsung terbiasa membawakan lagu-lagu dalam bahasa Sunda.
Namun, proses adaptasi yang dijalaninya justru menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Kanaya.
Seiring waktu, ia semakin mampu membawakan lagu Sunda dengan karakter vokalnya sendiri.
Kanaya kemudian tampil dalam berbagai panggung di Jawa Barat. Dari sana, sosoknya semakin dikenal sebagai salah satu vokalis yang menghidupkan lagu-lagu Sunda bersama MK9.
Perjalanan tersebut juga memperlihatkan bagaimana musik menjadi jembatan bagi Kanaya untuk kembali mendekat pada akar budaya yang berasal dari tanah kelahirannya.
Bangga Bisa Bernyanyi di Tanah Kelahiran
Tasikmalaya memiliki tempat tersendiri bagi Kanaya.
Dalam sebuah penampilan di Tasikmalaya pada Desember 2025, Kanaya sempat mengungkapkan kebanggaannya sebagai orang Cisayong.
Tampil di daerah kelahirannya menjadi pengalaman emosional tersendiri bagi Kanaya. Ia bisa menyanyikan lagu-lagu yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan kariernya di hadapan masyarakat di tanah kelahirannya.
Momen tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjang Kanaya sebagai penyanyi.
Dari seorang perempuan yang tumbuh dan bersekolah di Jakarta, Kanaya kemudian justru dikenal melalui musik Sunda dan tampil di berbagai daerah Jawa Barat.
Sosok Kanaya Whu yang Tak Banyak Mengumbar Kehidupan Pribadi
Tidak banyak informasi mengenai kehidupan pribadi Kanaya Whu yang diketahui publik.
Ia lebih sering menunjukkan aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan dan penampilannya bersama MK9 melalui media sosial.
Kanaya juga beberapa kali tampil mengenakan busana tradisional Sunda ketika berada di atas panggung.
Di luar panggung, sosoknya tidak banyak mengumbar kehidupan pribadi. Publik lebih mengenal Kanaya melalui suara dan penampilannya bersama MK9.
Selama menjadi bagian dari grup tersebut sejak 2019, Kanaya telah mengiringi berbagai kegiatan dan pertunjukan yang memperkenalkan lagu-lagu bernuansa Sunda kepada masyarakat.
Kanaya Whu, Suara yang Kini Menjadi Kenangan
Kepergian Kanaya Whu meninggalkan cerita panjang dalam perjalanan musik MK9.
Selama tujuh tahun menjadi bagian dari Emka 9, Kanaya tidak hanya menjalankan peran sebagai vokalis. Ia ikut menjadi bagian dari perjalanan karya-karya musik Sunda yang dibawakan dalam berbagai panggung di Jawa Barat.
Kedekatannya dengan Dedi Mulyadi membuat suara Kanaya semakin mudah dikenali publik. Lagu-lagu ciptaan Dedi yang dibawakannya menjadi bagian dari aktivitas budaya dan pertemuan dengan masyarakat di berbagai daerah.
Kini, suara itu telah berhenti.
Kanaya Whu meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit kanker di RSHS Bandung. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga, rekan-rekan di MK9, Dedi Mulyadi, serta masyarakat yang selama ini menikmati penampilannya.
Bagi Dedi Mulyadi, Kanaya bukan sekadar seorang vokalis. Ia adalah sahabat dan bagian dari perjalanan karya yang telah mereka lalui bersama.
Dan bagi masyarakat yang pernah menyaksikannya bernyanyi, Kanaya akan tetap dikenang sebagai suara yang pernah menghidupkan lagu-lagu Sunda di berbagai panggung Jawa Barat.
Kini, seperti pesan Dedi Mulyadi, Kanaya benar-benar telah menjadi purnama yang dirindukan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









