Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 17:39 WIB

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Duel Persib vs Persija Digelar di Bali

Minggu, 2 Agustus 2026 16:43 WIB

Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial

Minggu, 2 Agustus 2026 15:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026
  • Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Duel Persib vs Persija Digelar di Bali
  • Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial
  • Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia
  • 3 Kali Menang Tanpa Kebobolan, Persib Kirim Sinyal Bahaya Jelang Semifinal Piala Presiden 2026
  • Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine
  • Liburan ke Bandung? Jangan Pulang Sebelum Beli 4 Oleh-Oleh Hits Ini
  • Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 2 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Update Terkini Longsor Pasirlangu Bandung Barat: 8 Warga Tewas, 82 Orang Masih dalam Pencarian

By Aga GustianaSabtu, 24 Januari 2026 14:39 WIB3 Mins Read
Longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bencana tanah longsor melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Peristiwa ini menimbun puluhan rumah warga dan menyebabkan korban jiwa, sementara puluhan lainnya masih dinyatakan hilang.

Material longsor menerjang dua wilayah permukiman, yakni Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda yang berada di RW 11 dan RW 10. Longsor dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut hampir sepanjang pekan terakhir, sehingga membuat kondisi tanah menjadi labil.

Tim SAR gabungan langsung dikerahkan ke lokasi sejak pagi hari. Hingga Sabtu sore, proses evakuasi masih terus berlangsung meski dihadapkan pada tantangan berat berupa cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat dan medan yang sulit dijangkau.

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail yang meninjau langsung lokasi bencana menyampaikan bahwa jumlah warga terdampak cukup besar. Ia mengungkapkan, puluhan keluarga kini harus kehilangan tempat tinggal akibat tertimbun longsoran tanah.

“Ada 34 keluarga atau sekitar 113 jiwa terdampak bencana ini, sebanyak 23 orang berhasil selamat, 8 orang telah ditemukan meninggal dunia,” ujar Jeje kepada wartawan di lokasi kejadian.

Selain korban meninggal, jumlah warga yang belum ditemukan masih menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus melakukan pencarian dengan mengutamakan keselamatan personel di lapangan.

Menurut Jeje, operasi pencarian dan penyelamatan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD Kabupaten Bandung Barat, perangkat desa dan kecamatan, hingga relawan kemanusiaan yang datang dari berbagai wilayah.

“Masih ada sekitar 82 orang yang dinyatakan hilang dan saat ini masih dalam proses pencarian,” katanya.

Proses evakuasi dan pencarian korban kerap terhenti sementara ketika hujan kembali turun. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi karena dapat memicu longsor susulan dan membahayakan tim penyelamat.

“Informasi dari BMKG potensi hujan tinggi dan ini membuat pencarian cukup berat, tapi kita tidak akan berhenti mencari korban yang masih hilang,” ungkap Jeje.

Melihat besarnya dampak bencana, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat secara resmi menetapkan status darurat bencana. Penetapan ini dilakukan untuk mempercepat mobilisasi bantuan, logistik, serta peralatan berat yang dibutuhkan dalam proses evakuasi dan penanganan korban.

Jeje juga menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, serta kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

“Untuk korban selamat diungsikan sementara di posko yang telah disiapkan, sebagian juga tinggal sementara di rumah saudara,” jelasnya.

Sejumlah posko darurat telah didirikan di sekitar lokasi bencana untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal. Selain kebutuhan pangan dan sandang, layanan kesehatan dan pendampingan psikologis juga mulai disiapkan, mengingat banyak warga yang mengalami trauma akibat kejadian tersebut.

Dalam kesempatan itu, Jeje juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi geografis di kawasan atas lokasi longsor. Berdasarkan laporan sementara, wilayah tersebut masih memiliki potensi pergerakan tanah, terutama jika curah hujan tinggi kembali terjadi.

Ia pun mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda alam yang mencurigakan, seperti retakan tanah atau pohon yang mulai miring.

“Potensi curah hujan masih tinggi makanya warga di daerah rawan bencana, terutama di lereng bukit dan tanah miring agar tetap waspada,” pungkas Jeje.

Hingga kini, aparat gabungan masih berjibaku melakukan pencarian korban yang diduga tertimbun material longsor. Pemerintah daerah memastikan seluruh upaya akan terus dilakukan secara maksimal demi menyelamatkan warga dan memulihkan kondisi pascabencana.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bencana Alam KBB Korban Longsor Longsor Bandung Barat longsor Pasirlangu tanah longsor Cisarua
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026

Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine

Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara

Siapa Sebenarnya Revanda Bangun? Ini Dosa-Dosa Masa Lalu yang Buat Namanya Kembali Viral!

Temu Media di Bandung, Ledia Hanifa Bahas MBG hingga Pendidikan

Viral Lautan Manusia Antar Jenazah Kades Pegiringan Pemalang, Terungkap Amalan Semasa Hidup

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.