bukamata.id – Suasana haru menyelimuti Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, tatkala ribuan warga tumpah ruah ke jalanan demi memberikan penghormatan terakhir kepada Kepala Desa Pegiringan, Drs. Sukandar. Prosesi pemakaman tokoh masyarakat yang dikenal dermawan ini mendadak viral di berbagai platform media sosial dan sukses mencuri perhatian publik luas.
Rekaman berdurasi sekitar satu menit tersebut pertama kali disebarluaskan oleh akun Instagram @pemalang.update dan langsung disaksikan lebih dari 63 ribu kali oleh warganet.
“Masya Allah, Ribuan Masyarakat di Kecamatan Bantarbolang ramai-ramai mengantar jenazah alm Drs Sukandar selalu Kades Pegiringan yang wafat dan dimakamkan hari ini. Husnul Khatimah, Amiin. Alfateha,” tulis keterangan dalam unggahan akun tersebut, dikutip Sabtu (1/8/2026).
Lautan Pelayat Penuhi Jalanan Desa
Berdasarkan penelusuran di lapangan, gelombang lautan pelayat ini terlihat memadati akses jalan desa pada Kamis (30/7) sekitar pukul 14.00 WIB. Besarnya animo masyarakat juga terlihat jelas saat prosesi salat jenazah dilaksanakan.
Kapasitas masjid utama yang biasa menampung jamaah mendadak tidak kuasa menampung membludaknya jumlah pelayat yang datang. Akibatnya, sebagian besar masyarakat harus mendirikan shaf salat hingga ke area luar halaman masjid.
Kasi Pemerintahan Desa Pegiringan, Slamet, turut mengonfirmasi fenomena mengharukan di balik kepergian sang kepala desa. Menurutnya, almarhum berpulang ke Rahmatullah di salah satu rumah sakit pada Kamis (30/7) pagi dalam usia 63 tahun.
“Betul, itu kejadiannya kemarin Kamis Siang. Warga desa berduka, kami kehilangan sosok pemimpin, suri teladan kami,” kata Slamet.
Slamet memperkirakan jumlah warga yang hadir mengantar jenazah mencapai ribuan orang. Mereka tidak hanya datang dari lingkup internal desa saja, melainkan banyak pula yang hadir dari luar wilayah Kecamatan Bantarbolang lantaran tergerak oleh kebaikan almarhum semasa hidup.
“Kemarin yang ikut mengantarkan almarhum ke pemakaman tidak saja dari desa kami, namun juga dari luar desa yang mengenal kebaikan almarhum. Ya dua ribuan lebih,” ujar Slamet.
Sosok Pemimpin Merangkul dan Istiqomah Beribadah
Di mata perangkat desa dan warga setempat, almarhum Sukandar dikenal sebagai sosok pemimpin yang sangat egaliter. Ia tidak pernah membeda-bedakan latar belakang sosial warganya serta selalu konsisten memegang teguh amanah kepemimpinan.
“Kami benar-benar kehilangan. Beliau orang yang baik, merangkul semua warganya, tidak pandang bulu, dan menjalankan amanah dengan baik. Yang takziah bukan hanya warga desa kami, tetapi juga banyak warga dari desa lain yang datang,” ucap dia.
Sebelum mendedikasikan dirinya sebagai Kepala Desa Pegiringan, Sukandar sempat mengemban tanggung jawab penting sebagai seorang Sekretaris Desa. Rekam jejak kepemimpinannya terbukti kuat ketika ia memenangi kontestasi pemilihan kepala desa dengan keunggulan tipis sekitar 100 suara dari total lebih dari 6.000 daftar pemilih tetap.
Kendati sempat melalui persaingan ketat di Pilkades, ia menjelma sebagai bapak bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
“Setelah menjadi Kades, beliau tidak membedakan kamu pendukung siap. Semua dirangkul membangun desa,” kata Slamet.
Selain dikenal dekat dengan rakyat, rahasia di balik tingginya kecintaan warga rupanya bersumber dari amalan ibadah harian almarhum. Slamet menceritakan bahwa mendiang semasa hidupnya dikenal sangat religius dan konsisten menjalankan amalan sunnah.
“Beliau taat beribadah. Setiap Senin dan Kamis melakukan puasa,” ungkapnya.
Bahkan, menjelang akhir masa baktinya yang dijadwalkan rampung pada penghujung tahun 2026 atau awal Januari 2027, gelombang dukungan masyarakat agar ia kembali memimpin masih sangat kuat. Warga menilai dedikasi Sukandar dalam melayani publik sudah teruji sepanjang hayat, meninggalkan kenangan serta teladan abadi bagi warga Bantarbolang, Pemalang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









