Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial

Minggu, 2 Agustus 2026 15:03 WIB

Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia

Minggu, 2 Agustus 2026 14:30 WIB

3 Kali Menang Tanpa Kebobolan, Persib Kirim Sinyal Bahaya Jelang Semifinal Piala Presiden 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 14:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial
  • Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia
  • 3 Kali Menang Tanpa Kebobolan, Persib Kirim Sinyal Bahaya Jelang Semifinal Piala Presiden 2026
  • Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine
  • Liburan ke Bandung? Jangan Pulang Sebelum Beli 4 Oleh-Oleh Hits Ini
  • Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara
  • Viral Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026? Ini Kata Exco PSSI
  • Resmi! Persib vs Persija Tersaji di Semifinal Piala Presiden 2026, STY Kirim Pesan Ini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 2 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia

By SusanaMinggu, 2 Agustus 2026 14:30 WIB4 Mins Read
Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Dok: FIFA).
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Presiden FIFA Gianni Infantino tengah menghadapi tekanan besar setelah rencana kontroversial terkait penjualan sebagian saham entitas komersial Piala Dunia kepada investor swasta resmi dihentikan.

Proposal yang sempat digadang-gadang menjadi langkah besar dalam pengelolaan bisnis sepak bola dunia itu akhirnya gagal diteruskan setelah mendapat penolakan dari berbagai pihak, mulai dari konfederasi sepak bola hingga sejumlah tokoh internal FIFA.

Kegagalan tersebut tidak hanya menjadi pukulan bagi rencana bisnis FIFA, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai masa depan kepemimpinan Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA berikutnya pada 2027.

Rencana Penjualan 20 Persen Saham Komersial Piala Dunia Dibatalkan

Dilansir dari Reuters, FIFA mengakui bahwa rencana pembentukan entitas komersial baru yang akan mengelola hak bisnis Piala Dunia dan sejumlah turnamen lainnya tidak mendapatkan dukungan yang cukup dari komunitas sepak bola internasional.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan atas nama Gianni Infantino, FIFA menyebut proposal tersebut justru menimbulkan perpecahan di antara para pemangku kepentingan sepak bola dunia.

Karena tidak adanya dukungan luas, rencana penjualan sekitar 20 persen saham entitas komersial Piala Dunia kepada investor swasta akhirnya tidak dilanjutkan.

Padahal, proposal tersebut sebelumnya dianggap sebagai salah satu proyek ambisius Infantino untuk memperluas nilai komersial FIFA.

UEFA Jadi Penentang Utama Proposal FIFA

Penolakan paling keras terhadap rencana tersebut datang dari UEFA, badan sepak bola Eropa yang memiliki pengaruh besar dalam struktur sepak bola global.

UEFA bahkan sempat mengancam melakukan boikot terhadap agenda FIFA apabila proposal tersebut tetap berjalan.

Sikap UEFA menjadi puncak dari ketegangan yang terjadi setelah FIFA mengumumkan rencana pembentukan perusahaan baru untuk mengelola aset komersial Piala Dunia.

Menurut laporan Reuters, konflik tersebut menunjukkan adanya perbedaan pandangan antara FIFA dan sejumlah konfederasi mengenai arah bisnis sepak bola global.

Infantino Sebelumnya Berada di Posisi Sangat Kuat

Ironisnya, tekanan yang kini dihadapi Infantino datang hanya beberapa waktu setelah posisinya dianggap sangat kuat.

Kesuksesan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang mencatatkan pendapatan besar membuat banyak pihak memperkirakan Infantino memiliki peluang besar untuk kembali terpilih sebagai Presiden FIFA.

Namun, rencana bisnis baru tersebut justru mengubah situasi politik internal FIFA.

Profesor Ekonomi dari College of the Holy Cross, Victor Matheson, menilai posisi Infantino mengalami perubahan drastis dalam waktu singkat.

“Seminggu lalu Infantino berada di posisi sangat kuat serta hampir pasti akan terpilih kembali secara telak karena ia mengelola turnamen yang sangat sukses secara finansial. Semua itu kini terancam,” ujar Matheson kepada Reuters.

Transparansi Pengambilan Keputusan Jadi Sorotan

Selain isi proposal, proses penyusunannya juga menuai kritik.

Sejumlah pihak mempertanyakan transparansi FIFA dalam merancang rencana pembentukan entitas komersial baru tersebut.

Menurut laporan Reuters, banyak pemangku kepentingan utama baru mengetahui rencana tersebut setelah FIFA mengumumkannya secara resmi pada Selasa, setelah informasi mengenai proposal itu lebih dulu bocor ke media.

Kondisi tersebut memunculkan kritik bahwa proses pengambilan keputusan dilakukan tanpa melibatkan banyak pihak yang berkepentingan dalam sepak bola internasional.

Keterlibatan Thrive Capital Picu Perdebatan

Kontroversi semakin berkembang setelah Infantino diketahui menunjuk Thrive Capital, perusahaan investasi milik Joshua Kushner, sebagai pemimpin kelompok investor dalam rencana tersebut.

Hubungan keluarga Joshua Kushner dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut memicu kritik dan menimbulkan persepsi mengenai adanya kedekatan politik dalam proyek bisnis FIFA.

Sejumlah pihak mempertanyakan apakah keputusan tersebut murni berdasarkan pertimbangan bisnis atau memiliki unsur lain di luar sepak bola.

Orang Dekat Infantino Ikut Mundur

Tekanan terhadap Infantino juga datang dari internal FIFA.

Salah satu penasihat senior FIFA, Carlos Cordeiro, memutuskan mundur sebagai bentuk penolakan terhadap proposal tersebut.

Cordeiro bahkan menyebut rencana itu sebagai “kesepakatan buruk untuk sepak bola.”

Selain itu, Kepala Operasional FIFA Kevin Lamour mengungkapkan adanya ketidakpuasan dari kalangan staf FIFA karena merasa tidak dilibatkan dalam penyusunan proposal tersebut.

Ia menyebut proyek tersebut sebagai “proyek satu orang”, yang merujuk pada peran besar Infantino dalam menggagas rencana tersebut.

Masa Depan Gianni Infantino di FIFA Masih Belum Pasti

Meski menghadapi tekanan besar, peluang Gianni Infantino untuk mempertahankan kursi Presiden FIFA belum sepenuhnya tertutup.

Pemilihan Presiden FIFA berikutnya dijadwalkan berlangsung dalam Kongres FIFA di Maroko pada Maret 2027.

Untuk kembali terpilih, Infantino membutuhkan dukungan:

  • Dua pertiga suara pada putaran pertama.
  • Mayoritas suara pada putaran berikutnya jika pemilihan berlanjut.

Sejumlah analis menilai Infantino masih memiliki peluang memperbaiki citranya apabila mampu mengambil langkah politik yang tepat.

Analis pemasaran olahraga Bob Dorfman menyebut Infantino mungkin perlu mengakui kesalahan dalam menangani polemik tersebut.

“Mungkin ia harus mulai meminta maaf sedikit serta berkata, mungkin saya menangani ini dengan salah,” kata Dorfman kepada Reuters.

Ujian Terbesar Kepemimpinan Infantino

Pembatalan rencana penjualan saham komersial Piala Dunia menjadi salah satu tantangan terbesar selama kepemimpinan Gianni Infantino di FIFA.

Meski sebelumnya berhasil membawa FIFA mencatat pertumbuhan finansial besar, kontroversi terbaru ini menunjukkan bahwa arah bisnis sepak bola global tetap menghadapi banyak kepentingan dan perdebatan.

Kini, Infantino memiliki waktu hingga Kongres FIFA 2027 untuk memperbaiki hubungan dengan para pemangku kepentingan dan membuktikan bahwa kepemimpinannya masih mendapat kepercayaan dunia sepak bola.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Gianni Infantino kontroversi FIFA penjualan saham FIFA Piala Dunia 2026 Presiden FIFA UEFA vs FIFA
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026? Ini Kata Exco PSSI

Resmi! Persib vs Persija Tersaji di Semifinal Piala Presiden 2026, STY Kirim Pesan Ini

Resmi! Persib vs Persija Panaskan Semifinal Piala Presiden 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Daftar Lengkap 35 Cabang Olahraga yang Diikuti Kontingen Indonesia di Asian Games 2026

Jalan Terjal Menuju Semifinal: Persija Bantai PSMS 4-1, Skenario El Clasico Kontra Persib di Depan Mata!

Jay Idzes

Rumor Jay Idzes Diincar PSG, Benarkah Ada Ketertarikan dari Raksasa Prancis?

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.