bukamata.id – Kontingen Indonesia akhirnya mendapatkan medali pertama di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Atlet wushu Seraf Naro Siregar menjadi penyumbang medali tersebut setelah meraih perunggu pada nomor changquan putra.
Naro mengamankan posisi ketiga setelah mencatatkan skor 9,720 poin dalam pertandingan yang berlangsung di Aichi Prefectural Martial Arts Hall, Jepang, Minggu.
Hasil tersebut menjadi pencapaian penting bagi Naro sekaligus membuka perolehan medali Indonesia pada ajang multicabang olahraga terbesar di Asia tersebut.
Sempat Pimpin Klasemen
Naro tampil sebagai atlet pertama dari total 21 peserta yang turun pada nomor changquan putra.
Meski tampil lebih awal, atlet Indonesia tersebut mampu memberikan penampilan yang solid. Rangkaian gerakannya berjalan mulus dan menghasilkan skor yang cukup tinggi sehingga langsung menempatkannya di posisi teratas klasemen sementara.
Dari penampilannya, Naro memperoleh nilai 5,00 untuk quality of movement, kemudian 2,720 untuk overall performance, serta 2,00 untuk degree of difficulty.
Total nilai yang dikumpulkannya mencapai 9,720 poin.
Catatan tersebut membuat Naro menjadi patokan bagi para pesaing berikutnya. Bahkan, posisinya masih bertahan di peringkat pertama setelah enam atlet berikutnya menyelesaikan penampilan.
Namun, persaingan semakin ketat ketika dua atlet asal Makau tampil.
Kuong Chi Hin berhasil mencatatkan 9,723 poin sekaligus mengambil posisi pertama dan meraih emas. Sementara itu, Song Chi Kuan membukukan 9,720 poin dan berhak atas medali perak.
Naro pun harus puas berada di posisi ketiga dengan medali perunggu.
Medali yang Berarti bagi Naro
Meski bukan emas, medali perunggu Asian Games Aichi-Nagoya 2026 memiliki arti besar bagi Seraf Naro Siregar.
Asian Games merupakan salah satu panggung terbesar dalam karier atlet Asia. Karena itu, bisa tampil dan membawa pulang medali menjadi pencapaian yang tidak datang setiap saat.
Naro pun mengungkapkan rasa syukurnya setelah menyelesaikan pertandingan.
“Pertama-tama saya melayangkan rasa syukur saya kepada Tuhan Yesus karena telah melindungi saya dan memimpin saya sepanjang perjalanan saya untuk persiapan Asian Games,” kata Naro seusai pertandingan.
Ia menyebut medali tersebut memiliki makna yang sangat besar karena Asian Games merupakan ajang yang diimpikan banyak atlet.
“Ini buat saya segalanya karena kita tahu pertandingan Asian Games ini bukan pertandingan biasa bagi atlet,” ujar Naro.
Menurutnya, bahkan kesempatan untuk tampil di Asian Games sudah menjadi pencapaian tersendiri bagi seorang atlet.
“Jadi atlet manapun untuk berkompetisi di sini saja sudah banyak yang bermimpi, apalagi dapat medali.”
Dedikasi Sepanjang Karier
Bagi Naro, medali perunggu di Jepang juga menjadi gambaran dari perjalanan panjang yang telah dilaluinya sebagai atlet wushu.
Ia mengatakan persiapannya untuk menghadapi Asian Games membutuhkan dedikasi besar. Kehidupannya selama ini banyak dicurahkan untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai pertandingan besar.
Karena itu, medali yang diraih di Aichi-Nagoya tidak hanya dilihat sebagai sebuah pencapaian dalam satu pertandingan.
“Jadi arti dari medali ini mungkin adalah seluruh karir saya. Saya sangat mendedikasikan semua hidup saya hanya untuk event terbesar ini,” ujar Naro.
Pernyataan tersebut menggambarkan betapa pentingnya Asian Games dalam perjalanan karier atlet wushu Indonesia tersebut.
Bukan Medali Pertama Naro di Ajang Multicabang
Prestasi di Aichi-Nagoya 2026 sekaligus menambah koleksi medali Naro pada ajang olahraga multicabang internasional.
Sebelumnya, Naro juga pernah naik podium pada Asian Games Hangzhou 2022. Ketika itu, ia meraih medali perunggu dari nomor kombinasi daoshu dan gunshu.
Prestasi internasionalnya kemudian berlanjut pada The World Games 2025 di Chengdu, China.
Naro berhasil mendapatkan medali perak dari nomor kombinasi changquan-daoshu-gunshu putra.
Kini, koleksi tersebut bertambah dengan medali perunggu Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Medali Pertama untuk Indonesia
Medali yang diraih Seraf Naro Siregar menjadi pembuka perolehan medali kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Tampil sebagai atlet pertama di nomor changquan putra, Naro justru mampu memberikan tekanan sejak awal melalui skor 9,720 poin.
Meski kemudian posisinya digeser oleh dua atlet Makau, catatan tersebut tetap cukup untuk membawa Naro ke podium.
Perunggu dari Aichi-Nagoya menjadi bukti konsistensi Naro dalam mempertahankan performanya di level internasional sekaligus menjadi bagian terbaru dari perjalanan panjangnya sebagai atlet wushu Indonesia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









