bukamata.id – Lawatan Chelsea ke markas Brentford berujung antiklimaks. Sempat mendominasi paruh pertama pertandingan, The Blues justru remuk redam di paruh kedua dan dipaksa menyerah dengan skor telak tiga gol tanpa balas dalam lanjutan Premier League.
Bermain di Gtech Community Stadium pada Sabtu dini hari WIB (19/9/2026), pasukan asuhan Xabi Alonso sebetulnya memegang kendali penuh jalannya laga sebelum turun minum. Statistik mencatat penguasaan bola mendominasi disertai 11 kali sentuhan di area terlarang lawan.
Kendati demikian, dominasi penguasaan bola tersebut gagal dikonversi menjadi ancaman nyata. Sepanjang 45 menit pertama, tim tamu hanya mampu melepaskan empat tembakan, sementara tuan rumah justru lebih efektif dengan tujuh kali percobaan.
Petaka Paruh Kedua dan Rekor Buruk Pertahanan
Situasi berbalik drastis selepas jeda turun minum. Alih-alih meningkatkan intensitas gol, The Blues justru kehilangan ritme dan kendali lini tengah.
Celah rapuh di lini belakang langsung dimanfaatkan dengan baik oleh kubu tuan rumah. Tiga gol kemenangan Brentford masing-masing dilesakkan oleh Jaidon Anthony, Igor Thiago, dan Fabio Carvalho, yang membuat Chelsea harus pulang dengan kepala tertunduk.
Hasil minor ini semakin memperpanjang tren negatif lini pertahanan klub asal London barat tersebut. Tercatat, gawang mereka sudah kebobolan 12 kali dari lima laga awal musim ini, serta memperpanjang rekor memalukan tanpa clean sheet dalam 21 pertandingan liga beruntun.
Tak hanya itu, kekalahan ini juga mencatatkan sejarah baru yang kurang sedap bagi sang juru taktik. Sejak resmi menukangi tim pada bursa transfer musim panas lalu, untuk pertama kalinya skuad racikan Xabi Alonso gagal membobol gawang lawan dalam satu pertandingan penuh.
Evaluasi Tegas Sang Pelatih
Selepas pertandingan, pelatih asal Spanyol tersebut tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Ia menyebut kegagalan mempertahankan performa babak pertama menjadi faktor utama kehancuran timnya di kandang lawan.
“Kami kehilangan konsistensi permainan, mental bertarung yang dibutuhkan di babak kedua. Detil kecil bisa menentukan. Anda tidak boleh memberi keuntungan untuk lawan di laga seperti ini,” ujar Xabi seperti dikutip Tribuna.
Lebih lanjut, Xabi menyoroti rapuhnya konsentrasi para pemain di atas lapangan yang gagal menjaga stabilitas permainan hingga peluit panjang dibunyikan wasit.
“Ini soal tampil fokus selama 95 menit, dan kami tidak bisa seperti itu. Kami harusnya bisa lebih baik,” sambungnya.
Kekalahan menyakitkan ini membuat posisi Chelsea tertahan di papan klasemen awal musim, sekaligus memberikan PR besar bagi Xabi Alonso untuk segera memperbaiki mentalitas bertanding anak asuhnya sebelum pekan kompetisi berikutnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










