Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Interaksi Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bikin Heboh, Link Video Full Telegram Ramai Dicari

Jumat, 20 Maret 2026 19:00 WIB
Senegal vs Maroko

Maroko Buka Suara Usai Rebut Title Juara Piala Afrika 2025 dari Senegal Jalur Pengadilan

Jumat, 20 Maret 2026 18:20 WIB

Daftar Lokasi Salat Id Bandung 21 Maret 2026: Masjid Raya hingga Lapangan Terbuka

Jumat, 20 Maret 2026 18:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Interaksi Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bikin Heboh, Link Video Full Telegram Ramai Dicari
  • Maroko Buka Suara Usai Rebut Title Juara Piala Afrika 2025 dari Senegal Jalur Pengadilan
  • Daftar Lokasi Salat Id Bandung 21 Maret 2026: Masjid Raya hingga Lapangan Terbuka
  • Bursa Transfer Panas! Eks Pemain Eredivisie Ini Tertarik ke Super League, Persip Siap Rekrut?
  • FIFA Resmi Sanksi Federasi Sepak Bola Israel Terkait Diskriminasi dan Rasisme
  • Catat! Jadwal Buka Puasa Bandung Hari Ini 20 Maret 2026
  • Resmi! Sholat Idulfitri 2026 di Bandung Digelar di Gedung Sate dan Balai Kota, Catat Jadwalnya
  • Viral Video Kebaya Hitam No Sensor, Link Diburu Netizen: Apa Isinya?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 20 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

1,8 Juta Warga Dicoret dari Bansos 2025, Ini Cara Cek Status Penerima

By SusanaJumat, 30 Mei 2025 11:00 WIB3 Mins Read
Cara cek penerima BSU 2025 di aplikasi JMO
DLH Kota Bandung alihkan Rp 29 miliar dari pengadaan insinerator ke teknologi RDF. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) untuk triwulan kedua tahun ini melalui Kementerian Sosial (Kemensos).

Namun, ada perubahan signifikan: sebanyak 1,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dipastikan tidak akan lagi menerima bansos akibat pemutakhiran data berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Pada periode distribusi kali ini, sekitar 16,5 juta KPM tetap menerima bantuan baik berupa Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), yang disalurkan melalui bank-bank Himbara serta PT Pos Indonesia.

“Insya Allah, penyaluran hari ini menjangkau kurang lebih 16.500.000 KPM, baik untuk PKH maupun BPNT. Penyaluran dilakukan oleh Himbara dan juga PT Pos Indonesia,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Jakarta, Rabu (28/5/2025).

Bantuan yang digelontorkan untuk periode ini mencapai total Rp10 triliun. Namun, tidak semua yang sebelumnya terdaftar kembali mendapatkan haknya. Kemensos menyebut verifikasi dan pembaruan data menjadi dasar utama dalam penentuan ulang penerima.

1,8 Juta Dicoret dari Daftar: Ini Alasannya

Baca Juga:  Cek Bansos Kemensos: Panduan Lengkap Mengetahui Status Penerima Bantuan Sosial

Menurut Gus Ipul, keputusan mengeluarkan 1,8 juta KPM bukan tanpa proses. Verifikasi dilakukan secara menyeluruh oleh petugas Kemensos dan BPS daerah yang turun langsung ke lapangan.

“Dari hasil penyisiran, ditemukan sekitar 1.800.000 KPM yang masuk kategori inclusion error, artinya mereka sebetulnya sudah tidak layak menerima bantuan,” ujarnya.

Sebagian besar dari mereka disebut telah mengalami perbaikan kondisi ekonomi, bahkan masuk dalam kelompok desil 6 ke atas – indikator ekonomi yang mencerminkan tingkat kesejahteraan.

“Banyak di antaranya sudah lulus dari kelompok rentan. Jadi, secara prinsip, mereka sudah cukup mandiri dan tidak lagi masuk dalam prioritas bansos yang menyasar desil 1 hingga 3,” tambahnya.

Anggaran Tak Berkurang, Justru Dialihkan ke Warga yang Lebih Butuh

Meski jumlah penerima dikurangi, Gus Ipul menegaskan bahwa anggaran tetap disalurkan, hanya saja dialokasikan ulang ke penerima baru yang dianggap lebih layak, khususnya yang masuk kategori miskin ekstrem.

Baca Juga:  Heboh! Saldo KKS Tiba-Tiba Cair Rp600 Ribu, Bansos Apa yang Masuk?

“Pemutakhiran data akan terus dilakukan. Ini bukan sekadar pemangkasan, tapi bentuk dari penyempurnaan distribusi agar lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Kemensos juga melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses pemadanan data melalui aplikasi Cek Bansos, yang memiliki fitur “Usul” dan “Sanggah”.

Warga Bisa Cek dan Ajukan Usulan Sendiri Lewat Aplikasi

Kemensos membuka partisipasi publik dalam pemutakhiran data bansos. Masyarakat dapat mengusulkan diri atau menyanggah data tetangga yang dianggap tidak layak melalui fitur digital yang tersedia.

“Silakan gunakan aplikasi Cek Bansos, lengkapi syarat, dan pilih menu ‘Usul-Sanggah’. Ini bagian dari transparansi dan pelibatan warga,” ujar Gus Ipul.

Cara Cek Status Bansos:

  1. Via Website Kemensos:
    • Akses: cekbansos.kemensos.go.id
    • Masukkan data: Provinsi, Kota/Kabupaten, Kecamatan, Desa, Nama sesuai KTP
    • Masukkan kode CAPTCHA, lalu klik Cari Data
  2. Via Aplikasi Cek Bansos (Android):
    • Unduh dari Play Store
    • Registrasi akun dengan NIK, KK, alamat, email, nomor HP, dan unggah dokumen
    • Setelah verifikasi, login dan cek status pada menu Profil

Aplikasi ini juga menampilkan jenis bantuan yang diterima dan status anggota keluarga dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Baca Juga:  Mulai Dicairkan! Ini Cara Mudah Cek Nama Penerima BLT Kesra 2025

Menuju Bansos yang Lebih Tepat Sasaran dan Berkeadilan

Langkah Kemensos melakukan pemangkasan terhadap KPM yang tak lagi memenuhi kriteria merupakan bagian dari reformasi sistem bansos nasional. Ini dilakukan untuk menghindari kesalahan distribusi dan memastikan bantuan hanya sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan.

“Bantuan harus menyasar yang paling rentan. Mereka yang sudah mapan kami harapkan memberi ruang bagi yang masih benar-benar butuh,” pungkas Gus Ipul.

Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa distribusi bantuan kini semakin berbasis data valid, transparan, dan mengedepankan asas keadilan sosial.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

aplikasi cek bansos bansos 2025 DTSEN Kemensos penerima bansos dicoret
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Daftar Lokasi Salat Id Bandung 21 Maret 2026: Masjid Raya hingga Lapangan Terbuka

Catat! Jadwal Buka Puasa Bandung Hari Ini 20 Maret 2026

Resmi! Sholat Idulfitri 2026 di Bandung Digelar di Gedung Sate dan Balai Kota, Catat Jadwalnya

Arus Mudik Lebaran 2026: Jalur Nagreg Tercatat Padat, 150 Ribu Kendaraan Melintas

Jelang Idulfitri 1447 H, Ini Daftar ATM Pecahan Kecil Rp10.000 dan Rp20.000 di Bandung

Nagreg Membludak! 118 Ribu Kendaraan Melintas, Polisi Terapkan One Way Berulang

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Viral! ‘Ukhti Mukena Pink’ Bikin Netizen Penasaran, Pencarian Versi Tanpa Sensor Meledak
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit di Kebun Sawit: Ternyata Ini Fakta Tersembunyi di Baliknya!
  • Detik-detik Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bocor, Link Telegram Diburu Warganet
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.