Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Heboh! Vell TikTok Blunder Viral di X, Link Video 8 Menit Jadi Buruan Warganet

Kamis, 4 Juni 2026 05:00 WIB
Bansos

Resmi Cair! Bansos PKH dan BPNT Tahap II 2026 Masuk Rekening, Ini Daftar Terbarunya

Kamis, 4 Juni 2026 04:00 WIB

Jangan Klik Sembarangan! Link Video Rok Hijau Tosca Diduga Berbahaya

Kamis, 4 Juni 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Heboh! Vell TikTok Blunder Viral di X, Link Video 8 Menit Jadi Buruan Warganet
  • Resmi Cair! Bansos PKH dan BPNT Tahap II 2026 Masuk Rekening, Ini Daftar Terbarunya
  • Jangan Klik Sembarangan! Link Video Rok Hijau Tosca Diduga Berbahaya
  • Klaim Gratis! Ambil Kode Redeem FC Mobile Hari Ini 4 Juni 2026 Sebelum Kedaluwarsa
  • Klaim Sekarang! Kode Redeem FF Terbaru 4 Juni 2026: Banjir Reward Gratis Menanti
  • 7 Motor Hilang! Forum RW Cipadung Wetan Tuntut Evaluasi Total Penyelenggara Tau Tau Festival dan Tritan Point
  • Harta Fantastis Lodewyk Pusung: Eks Wakil Kepala BGN yang Kini Tersangka Korupsi
  • Juni 2026 Penuh Cuti? Ini 2 Libur Nasional dan Peluang Long Weekend Panjang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 4 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Maroko Buka Suara Usai Rebut Title Juara Piala Afrika 2025 dari Senegal Jalur Pengadilan

By Aga GustianaJumat, 20 Maret 2026 18:20 WIB2 Mins Read
Senegal vs Maroko
Final Piala Afrika 2025, Senegal vs Maroko. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia sepak bola Afrika diguncang keputusan kontroversial. Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) secara resmi mencabut status juara Timnas Senegal pada ajang Piala Afrika 2025 dan menyerahkan trofi tersebut kepada Timnas Maroko. Keputusan administratif ini langsung memicu perdebatan panas di kalangan penggemar sepak bola global.

Ketegangan bermula dari insiden di laga final yang berlangsung pada 18 Januari lalu. Meski di lapangan Senegal menang tipis 1-0, CAF kini menganulir hasil tersebut dan menetapkan kemenangan 3-0 untuk Maroko secara hukum.

Kronologi Insiden: Protes Keras Berujung Petaka

Momen krusial terjadi pada masa injury time babak kedua saat kedudukan masih kacamata 0-0. Wasit menghadiahi penalti untuk Maroko, yang memicu protes luar biasa dari para pemain Senegal. Aksi tersebut berbuntut pada aksi mogok atau meninggalkan lapangan (walk out) yang membuat laga terhenti selama kurang lebih 17 menit.

Walaupun pertandingan sempat dilanjutkan—bahkan bintang Maroko, Brahim Diaz, gagal mengeksekusi penalti tersebut—Senegal berhasil mencetak gol di babak perpanjangan waktu. Namun, kegembiraan Senegal rupanya hanya sementara.

Banding 57 Hari: Pelanggaran Regulasi Terbukti

Maroko tidak tinggal diam dan segera mengajukan protes resmi. Mereka menilai aksi mogok pemain Senegal telah merusak mental dan ritme pertandingan. Setelah melalui proses investigasi panjang selama 57 hari, CAF akhirnya mengabulkan banding Maroko.

Dalam amar putusannya, CAF menyatakan Senegal melanggar aturan tegas mengenai larangan meninggalkan lapangan tanpa seizin wasit sebelum laga benar-benar berakhir.

Respons Federasi Maroko: “Ini Soal Aturan, Bukan Kualitas”

Menanggapi polemik yang berkembang, Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF) akhirnya merilis pernyataan resmi. Mereka menegaskan bahwa langkah hukum ini diambil bukan untuk merendahkan kemampuan teknis Senegal di lapangan, melainkan demi tegaknya aturan main.

“Federasi ingin mengingatkan bahwa pendekatannya tidak pernah dimaksudkan untuk menantang kinerja olahraga tim-tim yang berpartisipasi dalam kompetisi ini, tetapi semata-mata untuk meminta penerapan peraturan kompetisi,” tulis pernyataan resmi FRMF.

Pihak FRMF juga menambahkan bahwa konsistensi aturan adalah kunci stabilitas sepak bola di Benua Hitam.

“Federasi menegaskan kembali komitmennya untuk menghormati peraturan, memastikan kejelasan dalam kerangka kompetitif, dan menjaga stabilitas dalam kompetisi Afrika,” lanjut mereka.

Babak Baru di Pengadilan Arbitrase Olahraga?

Meski CAF telah mengetuk palu, drama ini diprediksi belum akan usai. Senegal masih memiliki jalur hukum terakhir dengan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Swiss. Pencinta sepak bola kini menanti apakah trofi tersebut akan tetap di Maroko atau kembali berpindah tangan di meja hijau internasional.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Brahim Diaz Keputusan CAF Piala Afrika 2025 Skandal Sepak Bola Afrika Timnas Maroko Timnas Senegal
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Timnas Indonesia

Misi Balas Dendam 38 Tahun: Timnas Indonesia Siap Putus Kutukan Kontra Oman di SUGBK

Syarat Timnas Indonesia U19 Lolos Semifinal Piala AFF U19 2026

Bukan Bayern atau PSG, Klub Ini Jadi Penyumbang Pemain Terbanyak ke Piala Dunia 2026

Rizky Ridho

Gantikan Jay Idzes yang Cedera, Rizky Ridho Terpilih Jadi Kapten Timnas Indonesia

Resmi! 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday 2026, Ada Kejutan dari Persib

Rekor Ketat Indonesia vs Oman, Siapa Lebih Unggul di FIFA Matchday 2026?

Terpopuler
  • Video Rok Hijau Tosca di Dapur Viral! Ini Fakta Sebenarnya di TikTok
  • Video ‘Rok Hijau 3 Menit’ Viral, Link Mencurigakan Mulai Menjebak Warganet
  • Video ‘Rok Hijau Tosca’ 3 Menit Bikin Heboh Warganet, Ternyata Ini yang Terjadi
  • Rok Hijau Tosca Viral Gegerkan TikTok, Link Asli Bikin Penasaran Warganet
  • Nama Vell Mendadak Trending Lagi, Benarkah Ada Video Viral Berdurasi 10 Menit?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.