Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
gempa

Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan

Rabu, 12 Agustus 2026 19:02 WIB

Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban

Rabu, 12 Agustus 2026 19:01 WIB

Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 18:56 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan
  • Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban
  • Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras
  • Tak Perlu Jago Desain, 5 Prompt AI Ini Bisa Bikin Poster HUT RI Makin Keren
  • Persib Dapat Suntikan 2 Bintang Timnas, Sandy Walsh dan Ragnar Siap Unjuk Gigi
  • Geger! 35 Pohon di Bandung Ditebang Ilegal, Ada yang Sudah Ditutup Cor
  • Persebaya Punya 5 Senjata untuk Musim Baru, Rivera dan Yuran Fernandes Jadi Sorotan
  • Nama Bisa Hilang dari Daftar Bansos Agustus 2026, Ini Penyebab dan Cara Ceknya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Maroko Buka Suara Usai Rebut Title Juara Piala Afrika 2025 dari Senegal Jalur Pengadilan

By Aga GustianaJumat, 20 Maret 2026 18:20 WIB2 Mins Read
Senegal vs Maroko
Final Piala Afrika 2025, Senegal vs Maroko. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia sepak bola Afrika diguncang keputusan kontroversial. Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) secara resmi mencabut status juara Timnas Senegal pada ajang Piala Afrika 2025 dan menyerahkan trofi tersebut kepada Timnas Maroko. Keputusan administratif ini langsung memicu perdebatan panas di kalangan penggemar sepak bola global.

Ketegangan bermula dari insiden di laga final yang berlangsung pada 18 Januari lalu. Meski di lapangan Senegal menang tipis 1-0, CAF kini menganulir hasil tersebut dan menetapkan kemenangan 3-0 untuk Maroko secara hukum.

Kronologi Insiden: Protes Keras Berujung Petaka

Momen krusial terjadi pada masa injury time babak kedua saat kedudukan masih kacamata 0-0. Wasit menghadiahi penalti untuk Maroko, yang memicu protes luar biasa dari para pemain Senegal. Aksi tersebut berbuntut pada aksi mogok atau meninggalkan lapangan (walk out) yang membuat laga terhenti selama kurang lebih 17 menit.

Walaupun pertandingan sempat dilanjutkan—bahkan bintang Maroko, Brahim Diaz, gagal mengeksekusi penalti tersebut—Senegal berhasil mencetak gol di babak perpanjangan waktu. Namun, kegembiraan Senegal rupanya hanya sementara.

Banding 57 Hari: Pelanggaran Regulasi Terbukti

Maroko tidak tinggal diam dan segera mengajukan protes resmi. Mereka menilai aksi mogok pemain Senegal telah merusak mental dan ritme pertandingan. Setelah melalui proses investigasi panjang selama 57 hari, CAF akhirnya mengabulkan banding Maroko.

Dalam amar putusannya, CAF menyatakan Senegal melanggar aturan tegas mengenai larangan meninggalkan lapangan tanpa seizin wasit sebelum laga benar-benar berakhir.

Respons Federasi Maroko: “Ini Soal Aturan, Bukan Kualitas”

Menanggapi polemik yang berkembang, Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF) akhirnya merilis pernyataan resmi. Mereka menegaskan bahwa langkah hukum ini diambil bukan untuk merendahkan kemampuan teknis Senegal di lapangan, melainkan demi tegaknya aturan main.

“Federasi ingin mengingatkan bahwa pendekatannya tidak pernah dimaksudkan untuk menantang kinerja olahraga tim-tim yang berpartisipasi dalam kompetisi ini, tetapi semata-mata untuk meminta penerapan peraturan kompetisi,” tulis pernyataan resmi FRMF.

Pihak FRMF juga menambahkan bahwa konsistensi aturan adalah kunci stabilitas sepak bola di Benua Hitam.

“Federasi menegaskan kembali komitmennya untuk menghormati peraturan, memastikan kejelasan dalam kerangka kompetitif, dan menjaga stabilitas dalam kompetisi Afrika,” lanjut mereka.

Babak Baru di Pengadilan Arbitrase Olahraga?

Meski CAF telah mengetuk palu, drama ini diprediksi belum akan usai. Senegal masih memiliki jalur hukum terakhir dengan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Swiss. Pencinta sepak bola kini menanti apakah trofi tersebut akan tetap di Maroko atau kembali berpindah tangan di meja hijau internasional.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Brahim Diaz Keputusan CAF Piala Afrika 2025 Skandal Sepak Bola Afrika Timnas Maroko Timnas Senegal
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Persebaya Punya 5 Senjata untuk Musim Baru, Rivera dan Yuran Fernandes Jadi Sorotan

Jadwal PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026: Bentrok Juara, Tanpa Perpanjangan Waktu!

Paul Munster Resmi Berpisah dengan Bhayangkara FC, Ada Apa Jelang Musim Baru?

Karier Paul Pogba di Ujung Tanduk: Kembali Dihantam Cedera, AS Monaco Bersiap Putus Kontrak!

League Cup 2026/2027 Batasi Pemain Asing Cuma 3, Persib dan Borneo FC Dapat Keistimewaan

Resmi! Persija vs Persib 12 September Digelar di Jakarta, Bobotoh Bisa ke GBK?

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.