Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Duel Panas! Indonesia Bentrok Bulgaria di Final FIFA Series 2026, Siapa Lebih Unggul?

Minggu, 29 Maret 2026 12:43 WIB

Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap

Minggu, 29 Maret 2026 11:40 WIB

Persib Gerak Cepat Amankan Bojan Hodak, Negosiasi Kontrak Baru Dimulai

Minggu, 29 Maret 2026 11:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Duel Panas! Indonesia Bentrok Bulgaria di Final FIFA Series 2026, Siapa Lebih Unggul?
  • Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap
  • Persib Gerak Cepat Amankan Bojan Hodak, Negosiasi Kontrak Baru Dimulai
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat
  • Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak
  • Gila! Beckham Putra Menggila, Timnas Indonesia Pesta Gol di GBK!
  • Banjir Reward! Intip Deretan Kode Redeem FF Terbaru 29 Maret 2026, Ada Skin SG2 dan Bundle Langka
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 29 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

48 Rumah Rusak Parah di Purwakarta Akibat Pergerakan Tanah, Warga Mengungsi

By Aga GustianaKamis, 12 Juni 2025 13:10 WIB2 Mins Read
Ilustrasi pergerakan tanah. (iStockphoto)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pergerakan tanah yang terjadi di Desa Pasir Munjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, menyebabkan kerusakan serius pada puluhan rumah warga. Sebanyak 48 rumah dilaporkan terdampak, dengan 25 di antaranya ambruk total hingga rata dengan tanah.

Fenomena ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut secara intens dalam beberapa pekan terakhir, membuat struktur tanah menjadi labil dan rentan bergeser. Bahkan, jalan-jalan di sekitar permukiman mengalami penurunan hingga dua meter, menyulitkan akses dan proses evakuasi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purwakarta, Erlan, mengungkapkan bahwa pergerakan tanah telah terjadi berulang sejak 20 April 2025 dan terus berlanjut hingga pertengahan Juni.

“Pergerakan tanah pertama kali terjadi pada 20 April, lalu berulang pada 23 April dan 19 Mei. Puncaknya pada 11 Juni kemarin. Saat ini tercatat 48 rumah terdampak—42 rumah di Kampung Cigintung dan 6 lainnya di Sukamulya. Hingga kini, 25 rumah sudah ambruk total. Syukurlah, tidak ada korban jiwa,” ujar Erlan, Kamis (12/6).

Baca Juga:  Spill Hubungan dengan Om Zein: Bang Ijo Bosan Cuma Jadi Pelengkap, Siap Gantiin Kalo Perlu!

Warga setempat bergotong-royong mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Dengan bantuan kendaraan pikap, barang-barang dibawa ke tempat pengungsian sementara seperti GOR, balai desa, hingga rumah kerabat.

Salah satu warga terdampak, Susi Susilawati, mengungkapkan bahwa rumahnya roboh dalam sekejap.

Baca Juga:  Tapanuli–Sibolga Terputus: Banjir Bandang dan Longsor Luluhlantakkan Pantai Barat Sumut

“Enggak sempat nyelamatin barang. Rumah langsung ambruk. Dari awal Ramadan memang sudah terasa ada pergerakan tanah, tapi enggak separah sekarang. Jalannya rusak, rumah-rumah pada tumbang,” katanya.

Hingga saat ini, BPBD dan relawan masih terus berjaga dan membantu evakuasi, mengingat potensi pergerakan tanah susulan masih tinggi. Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.

Baca Juga:  Agro Forestry, Kolaborasi Pupuk Indonesia-TNI AD Hijaukan Hutan Purwakarta

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bencana Alam Fenomena Pergerakan Tanah purwakarta warga mengungsi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap

Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat

Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak

Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi

Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.