bukamata.id – Pergerakan tanah yang terjadi di Desa Pasir Munjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, menyebabkan kerusakan serius pada puluhan rumah warga. Sebanyak 48 rumah dilaporkan terdampak, dengan 25 di antaranya ambruk total hingga rata dengan tanah.
Fenomena ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut secara intens dalam beberapa pekan terakhir, membuat struktur tanah menjadi labil dan rentan bergeser. Bahkan, jalan-jalan di sekitar permukiman mengalami penurunan hingga dua meter, menyulitkan akses dan proses evakuasi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purwakarta, Erlan, mengungkapkan bahwa pergerakan tanah telah terjadi berulang sejak 20 April 2025 dan terus berlanjut hingga pertengahan Juni.
“Pergerakan tanah pertama kali terjadi pada 20 April, lalu berulang pada 23 April dan 19 Mei. Puncaknya pada 11 Juni kemarin. Saat ini tercatat 48 rumah terdampak—42 rumah di Kampung Cigintung dan 6 lainnya di Sukamulya. Hingga kini, 25 rumah sudah ambruk total. Syukurlah, tidak ada korban jiwa,” ujar Erlan, Kamis (12/6).
Warga setempat bergotong-royong mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Dengan bantuan kendaraan pikap, barang-barang dibawa ke tempat pengungsian sementara seperti GOR, balai desa, hingga rumah kerabat.
Salah satu warga terdampak, Susi Susilawati, mengungkapkan bahwa rumahnya roboh dalam sekejap.
“Enggak sempat nyelamatin barang. Rumah langsung ambruk. Dari awal Ramadan memang sudah terasa ada pergerakan tanah, tapi enggak separah sekarang. Jalannya rusak, rumah-rumah pada tumbang,” katanya.
Hingga saat ini, BPBD dan relawan masih terus berjaga dan membantu evakuasi, mengingat potensi pergerakan tanah susulan masih tinggi. Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











