Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Heboh! Link Video Viral Cut Salwa Full Asli Beredar, Netizen Bikin Pencarian Meledak

Rabu, 10 Juni 2026 03:00 WIB

Weekend List! 5 Rekomendasi Wisata Hits di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi

Rabu, 10 Juni 2026 02:00 WIB
Kode Redeem FF

Serbu Hadiahnya! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 10 Juni 2026 yang Masih Aktif

Rabu, 10 Juni 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Heboh! Link Video Viral Cut Salwa Full Asli Beredar, Netizen Bikin Pencarian Meledak
  • Weekend List! 5 Rekomendasi Wisata Hits di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Serbu Hadiahnya! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 10 Juni 2026 yang Masih Aktif
  • Viral Eza Gionino Bogem Robby Tremonti hingga Ajak Duel Tinju, Dipicu Masalah Sensitif Ini?
  • Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa
  • Dedi Tantang Penyebar Isu Jual Beli Kursi SPMB: Sebutkan Nama dan Laporkan!
  • Choi Sooyoung SNSD dan Jung Kyung Ho Resmi Putus Setelah 14 Tahun Pacaran, Ini Penyebabnya
  • Rumor Transfer Liga 1: Persib Bandung Bidik Winger Spanyol Andalan Persita?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 10 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bau dan Banjir Mengintai! Warga Oxbow Cicukang Terjebak Sampah Kiriman Ratusan Meter

By SusanaRabu, 11 Februari 2026 17:02 WIB3 Mins Read
Warga saat melintasi Sungai Citarum lama di kawasan Oxbow Cicukang, Kampung Cicukang, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung kembali dipenuhi tumpukan sampah, Rabu (11/2/2026). Foto Agi.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bau menyengat langsung terasa begitu mendekati Sungai Citarum lama di kawasan Oxbow Cicukang, Kampung Cicukang, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu (11/2/2026).

Di antara aliran air yang nyaris tak bergerak, tumpukan sampah plastik, kain, dan limbah rumah tangga lainnya kembali mengular menutup badan sungai.

Pemandangan ini kontras dengan kondisi setahun lalu. Pada Februari 2025, kawasan tersebut sempat bersih setelah dilakukan pembersihan besar-besaran oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bandung.

Namun kini, sampah kembali menumpuk hingga diperkirakan mencapai ratusan meter dengan lebar sungai sekitar 30 meter dan endapan hingga satu meter.

Bagi warga sekitar, perubahan itu terasa cepat. Kartiwa (62) atau akrab disapa Pak Uto, menunjuk ke arah hamparan sampah yang memenuhi aliran sungai.

Ia mengingat betul saat sungai sempat bersih, sebelum kembali dipenuhi limbah dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga:  Salah Paham, Sekda Herman Luruskan Informasi soal Sungai Citarum Disebut Terkontaminasi Obat-obat

“Sejak tahun 2025 kan hilang, tapi langsung tumpuk lagi gitu aja. sampai sekarang numpuk lagi. Ini ada 8 bulan 7 bulanan lah gitu,” ujarnya saat ditemui.

Ia juga menyebut, sebagian besar sampah berasal dari wilayah Kota Bandung, meskipun ada juga dari anak sungai dan sebagian kecil dari ulah warga yang membuang sampah sembarangan.

“Kebanyakan dari Kota Bandung. Tapi dari mana-mana juga ada datang kesini sampahnya,” katanya.

Menurut Pak Uto, sampah kiriman dari hulu sering tertahan lantaran adanya tanaman kangkung dan jaring penahan yang rusak, sehingga akhirnya menumpuk di kawasan oxbow.

“ini kehambat kudung itu kangkung, berarti kan di sananya di jaring. Di sini ada kangkung ya itu di kangkung numpuknya sampah,” tambahnya.

Tak hanya merusak pemandangan, tumpukan sampah membawa dampak nyata bagi kehidupan warga. Bau menyengat kerap menyelimuti permukiman, mengganggu aktivitas harian dan memicu keluhan kesehatan.

Baca Juga:  Remaja 15 Tahun Ditemukan Tewas di Bantaran Sungai Citarum Usai Nobar Persija vs Persib

“Ya ini ke pernapasan Iya. Kalau keluhan ginian mah,” tuturnya.

Ancaman lain yang terus menghantui adalah banjir. Pak Uto mengaku kawasan tersebut pernah terendam hingga hampir dua meter saat aliran sungai tersumbat sampah.

“Ya bisa juga kalau banjir mah. Ini pernah banjir kejadian. ini di sini hampir 2 meteran lah di sini. Sampai ke atas sana rumah saya. Saya di atas juga sampai kebanjiran gitu,” ungkapnya sambil menunjuk rumahnya yang berada tak jauh dari bantaran sungai.

Warga sebenarnya berupaya mengurangi dampak dengan memilah sampah yang masih bisa diangkut ke tempat pengolahan di sekitar oxbow. Namun jumlah sampah yang terlalu banyak membuat sebagian besar tetap menumpuk di sungai.

Bahkan, beberapa jenis limbah seperti kain terpaksa dibakar agar tidak menimbulkan bau semakin parah.

Di musim kemarau, sebagian warga masih berani turun mencari rongsokan di antara sampah. Namun saat air naik dan kondisi basah, aktivitas tersebut dihentikan karena air kotor menyebabkan gatal-gatal pada kulit.

Baca Juga:  Pembersihan Sampah di Oxbow Cicukang Ditargekan Rampung Februari 2025

“Ya enggak diangkat diangkat siapa yang angkat atuh ini juga itu apanya airnya juga pada gatal-gatal bau lagi baunya nempel itu. Tapi banyak tuh rongsokan juga banyak kalau kering mah sering warga banyak yang turun ngambil rongsokan gitu kalau basah gini kan karena penyakit ini gatal kaki,” ujarnya.

Jika dilakukan pembersihan total, dibutuhkan puluhan truk besar untuk mengangkut seluruh sampah.

“Kalau diambil mungkin bisa sampai 30 truk toronton lebih,” kata Pak Uto.

Kini, warga hanya bisa berharap penanganan serius kembali dilakukan. Mereka menginginkan solusi jangka panjang agar sampah kiriman tidak terus menumpuk, sehingga kehidupan di bantaran Oxbow Cicukang tidak lagi dibayangi bau menyengat dan ancaman banjir yang sewaktu-waktu bisa datang kembali.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Banjir Bandung limbah rumah tangga lingkungan hidup Jawa Barat Oxbow Cicukang polusi sungai Bandung sampah menumpuk sungai Citarum
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa

Dedi Tantang Penyebar Isu Jual Beli Kursi SPMB: Sebutkan Nama dan Laporkan!

Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Tidak Panik Hadapi SPMB, Masalah Pemetaan Masih Bisa Diperbaiki

Komisi II DPRD Jabar Dorong Peningkatan Kualitas Peternak Lewat Bimtek Ternak Domba di Cirebon

Siasat Dadang Supriatna Atasi Banjir & Sampah: Dari Danau Retensi Hingga ASN Wajib Bawa Tumbler!

Jabar Bersiap Menuju ‘Era E-Legislasi’: DPRD Desak Penggantian Total Aturan Produk Hukum Daerah

Terpopuler
  • Video Cut Salwa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • Jangan Asal Klik! Link Video Cut Salwa Viral Berpotensi Jadi Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.