Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Rekomendasi Drakor Terbaru November 2026: Sinopsis dan Platform Streaming

Jumat, 6 November 2026 07:50 WIB
uang rupiah

Warga RI Makin Sejahtera? BPS Catat Pengeluaran Riil Tembus Rp13,3 Juta per Tahun

Jumat, 6 November 2026 07:26 WIB
BSU cair

Gaji di Bawah Rp3,5 Juta Bisa Dapat BSU Rp900 Ribu, Cek Apakah Nama Anda Terdaftar!

Jumat, 6 November 2026 06:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rekomendasi Drakor Terbaru November 2026: Sinopsis dan Platform Streaming
  • Warga RI Makin Sejahtera? BPS Catat Pengeluaran Riil Tembus Rp13,3 Juta per Tahun
  • Gaji di Bawah Rp3,5 Juta Bisa Dapat BSU Rp900 Ribu, Cek Apakah Nama Anda Terdaftar!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Viral Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara, Awas Peretas Nyamar Pakai Link Palsu!
  • Bikin Merinding! Pake Batik, Pemuda 19 Tahun Ini Jadi Beatboxer Indonesia Pertama di Polandia!
  • Perjalanan Gila! Persib Lewati 4 Kota dalam Sehari demi Kejar Laga Lawan Java United
  • Babak Baru Kasus Penyadapan Prabowo: Irjen Slamet Uliandi Naik Status dari Saksi ke Tersangka
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 6 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bau dan Banjir Mengintai! Warga Oxbow Cicukang Terjebak Sampah Kiriman Ratusan Meter

By SusanaRabu, 11 Februari 2026 17:02 WIB3 Mins Read
Warga saat melintasi Sungai Citarum lama di kawasan Oxbow Cicukang, Kampung Cicukang, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung kembali dipenuhi tumpukan sampah, Rabu (11/2/2026). Foto Agi.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bau menyengat langsung terasa begitu mendekati Sungai Citarum lama di kawasan Oxbow Cicukang, Kampung Cicukang, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu (11/2/2026).

Di antara aliran air yang nyaris tak bergerak, tumpukan sampah plastik, kain, dan limbah rumah tangga lainnya kembali mengular menutup badan sungai.

Pemandangan ini kontras dengan kondisi setahun lalu. Pada Februari 2025, kawasan tersebut sempat bersih setelah dilakukan pembersihan besar-besaran oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bandung.

Namun kini, sampah kembali menumpuk hingga diperkirakan mencapai ratusan meter dengan lebar sungai sekitar 30 meter dan endapan hingga satu meter.

Bagi warga sekitar, perubahan itu terasa cepat. Kartiwa (62) atau akrab disapa Pak Uto, menunjuk ke arah hamparan sampah yang memenuhi aliran sungai.

Ia mengingat betul saat sungai sempat bersih, sebelum kembali dipenuhi limbah dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga:  Kenalkan Warisan Sejarah, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Gelar Cerita Citarum

“Sejak tahun 2025 kan hilang, tapi langsung tumpuk lagi gitu aja. sampai sekarang numpuk lagi. Ini ada 8 bulan 7 bulanan lah gitu,” ujarnya saat ditemui.

Ia juga menyebut, sebagian besar sampah berasal dari wilayah Kota Bandung, meskipun ada juga dari anak sungai dan sebagian kecil dari ulah warga yang membuang sampah sembarangan.

“Kebanyakan dari Kota Bandung. Tapi dari mana-mana juga ada datang kesini sampahnya,” katanya.

Menurut Pak Uto, sampah kiriman dari hulu sering tertahan lantaran adanya tanaman kangkung dan jaring penahan yang rusak, sehingga akhirnya menumpuk di kawasan oxbow.

“ini kehambat kudung itu kangkung, berarti kan di sananya di jaring. Di sini ada kangkung ya itu di kangkung numpuknya sampah,” tambahnya.

Tak hanya merusak pemandangan, tumpukan sampah membawa dampak nyata bagi kehidupan warga. Bau menyengat kerap menyelimuti permukiman, mengganggu aktivitas harian dan memicu keluhan kesehatan.

Baca Juga:  Sungai Citarum Kritis, Dedi Mulyadi Siapkan Langkah Tegas Atasi Pencemaran

“Ya ini ke pernapasan Iya. Kalau keluhan ginian mah,” tuturnya.

Ancaman lain yang terus menghantui adalah banjir. Pak Uto mengaku kawasan tersebut pernah terendam hingga hampir dua meter saat aliran sungai tersumbat sampah.

“Ya bisa juga kalau banjir mah. Ini pernah banjir kejadian. ini di sini hampir 2 meteran lah di sini. Sampai ke atas sana rumah saya. Saya di atas juga sampai kebanjiran gitu,” ungkapnya sambil menunjuk rumahnya yang berada tak jauh dari bantaran sungai.

Warga sebenarnya berupaya mengurangi dampak dengan memilah sampah yang masih bisa diangkut ke tempat pengolahan di sekitar oxbow. Namun jumlah sampah yang terlalu banyak membuat sebagian besar tetap menumpuk di sungai.

Bahkan, beberapa jenis limbah seperti kain terpaksa dibakar agar tidak menimbulkan bau semakin parah.

Di musim kemarau, sebagian warga masih berani turun mencari rongsokan di antara sampah. Namun saat air naik dan kondisi basah, aktivitas tersebut dihentikan karena air kotor menyebabkan gatal-gatal pada kulit.

Baca Juga:  Kronologi Pegawai Minimarket Dina Oktaviani Ditemukan Tewas di Sungai Citarum

“Ya enggak diangkat diangkat siapa yang angkat atuh ini juga itu apanya airnya juga pada gatal-gatal bau lagi baunya nempel itu. Tapi banyak tuh rongsokan juga banyak kalau kering mah sering warga banyak yang turun ngambil rongsokan gitu kalau basah gini kan karena penyakit ini gatal kaki,” ujarnya.

Jika dilakukan pembersihan total, dibutuhkan puluhan truk besar untuk mengangkut seluruh sampah.

“Kalau diambil mungkin bisa sampai 30 truk toronton lebih,” kata Pak Uto.

Kini, warga hanya bisa berharap penanganan serius kembali dilakukan. Mereka menginginkan solusi jangka panjang agar sampah kiriman tidak terus menumpuk, sehingga kehidupan di bantaran Oxbow Cicukang tidak lagi dibayangi bau menyengat dan ancaman banjir yang sewaktu-waktu bisa datang kembali.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Banjir Bandung sungai Citarum
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

uang rupiah

Warga RI Makin Sejahtera? BPS Catat Pengeluaran Riil Tembus Rp13,3 Juta per Tahun

Babak Baru Kasus Penyadapan Prabowo: Irjen Slamet Uliandi Naik Status dari Saksi ke Tersangka

Kasus ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla Tembus 401 Ribu Jiwa: Anak dan Lansia Jadi Korban Terbanyak

Beraksi di 120 TKP Jawa Barat, Komplotan Begal Bersenjata Api Akhirnya Roboh di Puncak

Presiden Prabowo Disadap Ilegal, Dedi Mulyadi Wanti-wanti Kewenangan Lembaga Negara

Masuk Masa Transisi Cuaca, BMKG Wanti-wanti Bencana di Bandung Raya dan Sekitarnya

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.