Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Usai 3 Laga Tandang, Persib Libur 4 Hari! Igor Tolic Tunggu Pemain Cedera Kembali

Selasa, 22 September 2026 04:00 WIB

Cari Hotel Murah di Bandung? 4 Penginapan Ini Tarifnya di Bawah Rp300 Ribu

Selasa, 22 September 2026 03:00 WIB

Bukan Cuma Kota Pabrik! Ini 8 Wisata Hidden Gems di Bekasi yang Bikin Pikiran Kembali Fresh

Selasa, 22 September 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Usai 3 Laga Tandang, Persib Libur 4 Hari! Igor Tolic Tunggu Pemain Cedera Kembali
  • Cari Hotel Murah di Bandung? 4 Penginapan Ini Tarifnya di Bawah Rp300 Ribu
  • Bukan Cuma Kota Pabrik! Ini 8 Wisata Hidden Gems di Bekasi yang Bikin Pikiran Kembali Fresh
  • Liburan ke Cirebon? Jangan Lewatkan 9 Destinasi Wisata Kuliner Legendaris Ini, Dijamin Ketagihan!
  • Misteri WNA Belanda Tewas di Hotel Bandung, Ditemukan dalam Bathtub
  • Jangan Cuma Jalakotek! Ini 5 Kuliner Legendaris Majalengka yang Wajib Dicoba
  • Investor Dubai Lirik Wisata Bandung Barat, Ada Peluang Investasi Besar di Lembang
  • Isu Karim Benzema hingga Kebutuhan Lini Depan, Begini Respons Tegas Pelatih Persib Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 22 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bau dan Banjir Mengintai! Warga Oxbow Cicukang Terjebak Sampah Kiriman Ratusan Meter

By SusanaRabu, 11 Februari 2026 17:02 WIB3 Mins Read
Warga saat melintasi Sungai Citarum lama di kawasan Oxbow Cicukang, Kampung Cicukang, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung kembali dipenuhi tumpukan sampah, Rabu (11/2/2026). Foto Agi.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bau menyengat langsung terasa begitu mendekati Sungai Citarum lama di kawasan Oxbow Cicukang, Kampung Cicukang, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu (11/2/2026).

Di antara aliran air yang nyaris tak bergerak, tumpukan sampah plastik, kain, dan limbah rumah tangga lainnya kembali mengular menutup badan sungai.

Pemandangan ini kontras dengan kondisi setahun lalu. Pada Februari 2025, kawasan tersebut sempat bersih setelah dilakukan pembersihan besar-besaran oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bandung.

Namun kini, sampah kembali menumpuk hingga diperkirakan mencapai ratusan meter dengan lebar sungai sekitar 30 meter dan endapan hingga satu meter.

Bagi warga sekitar, perubahan itu terasa cepat. Kartiwa (62) atau akrab disapa Pak Uto, menunjuk ke arah hamparan sampah yang memenuhi aliran sungai.

Ia mengingat betul saat sungai sempat bersih, sebelum kembali dipenuhi limbah dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga:  Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Bandung Raya, Pohon Tumbang dan Genangan Terjadi di Beberapa Titik

“Sejak tahun 2025 kan hilang, tapi langsung tumpuk lagi gitu aja. sampai sekarang numpuk lagi. Ini ada 8 bulan 7 bulanan lah gitu,” ujarnya saat ditemui.

Ia juga menyebut, sebagian besar sampah berasal dari wilayah Kota Bandung, meskipun ada juga dari anak sungai dan sebagian kecil dari ulah warga yang membuang sampah sembarangan.

“Kebanyakan dari Kota Bandung. Tapi dari mana-mana juga ada datang kesini sampahnya,” katanya.

Menurut Pak Uto, sampah kiriman dari hulu sering tertahan lantaran adanya tanaman kangkung dan jaring penahan yang rusak, sehingga akhirnya menumpuk di kawasan oxbow.

“ini kehambat kudung itu kangkung, berarti kan di sananya di jaring. Di sini ada kangkung ya itu di kangkung numpuknya sampah,” tambahnya.

Tak hanya merusak pemandangan, tumpukan sampah membawa dampak nyata bagi kehidupan warga. Bau menyengat kerap menyelimuti permukiman, mengganggu aktivitas harian dan memicu keluhan kesehatan.

Baca Juga:  Sekda Herman Ajak Pemda di Cekungan Bandung Lestarikan Sungai Citarum

“Ya ini ke pernapasan Iya. Kalau keluhan ginian mah,” tuturnya.

Ancaman lain yang terus menghantui adalah banjir. Pak Uto mengaku kawasan tersebut pernah terendam hingga hampir dua meter saat aliran sungai tersumbat sampah.

“Ya bisa juga kalau banjir mah. Ini pernah banjir kejadian. ini di sini hampir 2 meteran lah di sini. Sampai ke atas sana rumah saya. Saya di atas juga sampai kebanjiran gitu,” ungkapnya sambil menunjuk rumahnya yang berada tak jauh dari bantaran sungai.

Warga sebenarnya berupaya mengurangi dampak dengan memilah sampah yang masih bisa diangkut ke tempat pengolahan di sekitar oxbow. Namun jumlah sampah yang terlalu banyak membuat sebagian besar tetap menumpuk di sungai.

Bahkan, beberapa jenis limbah seperti kain terpaksa dibakar agar tidak menimbulkan bau semakin parah.

Di musim kemarau, sebagian warga masih berani turun mencari rongsokan di antara sampah. Namun saat air naik dan kondisi basah, aktivitas tersebut dihentikan karena air kotor menyebabkan gatal-gatal pada kulit.

Baca Juga:  Heboh! Pegawai Minimarket Ditemukan Tewas di Sungai Citarum, Pelaku Ternyata Rekan Kerja Sendiri

“Ya enggak diangkat diangkat siapa yang angkat atuh ini juga itu apanya airnya juga pada gatal-gatal bau lagi baunya nempel itu. Tapi banyak tuh rongsokan juga banyak kalau kering mah sering warga banyak yang turun ngambil rongsokan gitu kalau basah gini kan karena penyakit ini gatal kaki,” ujarnya.

Jika dilakukan pembersihan total, dibutuhkan puluhan truk besar untuk mengangkut seluruh sampah.

“Kalau diambil mungkin bisa sampai 30 truk toronton lebih,” kata Pak Uto.

Kini, warga hanya bisa berharap penanganan serius kembali dilakukan. Mereka menginginkan solusi jangka panjang agar sampah kiriman tidak terus menumpuk, sehingga kehidupan di bantaran Oxbow Cicukang tidak lagi dibayangi bau menyengat dan ancaman banjir yang sewaktu-waktu bisa datang kembali.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Banjir Bandung sungai Citarum
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri WNA Belanda Tewas di Hotel Bandung, Ditemukan dalam Bathtub

Investor Dubai Lirik Wisata Bandung Barat, Ada Peluang Investasi Besar di Lembang

Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor

Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership

RS Premier Bintaro Gunakan Robotic Navigation untuk Bedah Tulang Belakang Lebih Presisi

Investasi Rp800 Miliar Pasar Baru Bandung Ditinjau Ulang, Pemkot Buka Opsi Investor Baru

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.