bukamata.id – Bursa kepemimpinan Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Barat periode 2026-2031 memasuki tahapan penting. Sebanyak 16 bakal calon presidium MW KAHMI Jawa Barat resmi mengikuti proses verifikasi yang digelar Panitia Seleksi (Pansel) Musyawarah Wilayah (Muswil) VII, Rabu (5/8/2026).
Tahapan verifikasi tersebut menjadi bagian penting dalam proses penjaringan calon pemimpin baru organisasi alumni HMI di Jawa Barat untuk lima tahun mendatang.
Pansel Muswil VII MW KAHMI Jawa Barat memastikan setiap bakal calon yang mengikuti proses seleksi memiliki kelengkapan administrasi, rekam jejak organisasi, integritas, serta gagasan strategis untuk membawa organisasi menghadapi tantangan ke depan.
Verifikasi Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jadi Tahap Penting
Setelah pendaftaran resmi ditutup pada 4 Agustus 2026, sebanyak 16 nama bakal calon presidium masuk dalam tahap verifikasi.
Proses ini menjadi langkah awal untuk menyaring figur-figur terbaik yang akan memimpin MW KAHMI Jawa Barat di tengah berbagai tantangan, mulai dari perkembangan teknologi digital, dinamika sosial, hingga kebutuhan penguatan peran alumni HMI dalam kehidupan masyarakat.
Kepemimpinan MW KAHMI Jawa Barat dinilai memiliki posisi strategis karena organisasi ini menjadi wadah konsolidasi potensi alumni HMI sebagai kekuatan intelektual, moral, dan sosial.
Antusiasme Alumni HMI Jawa Barat Tinggi
Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan meningkatnya antusiasme alumni HMI dari berbagai daerah di Jawa Barat untuk mengambil bagian dalam kepemimpinan organisasi.
Para bakal calon presidium berasal dari berbagai latar belakang profesi, seperti akademisi, politisi, advokat, birokrat, dokter, hingga pengusaha.
Keragaman latar belakang tersebut mencerminkan luasnya kontribusi alumni HMI sekaligus menunjukkan dinamika kontestasi kepemimpinan MW KAHMI Jawa Barat yang berlangsung kompetitif dan sehat.
Pansel Pastikan Calon Memiliki Integritas dan Visi Kepemimpinan
Ketua Panitia Seleksi Muswil VII MW KAHMI Jawa Barat, Prof. Dr. H. Fauzan Ali Rasyid, M.Si., menegaskan bahwa proses verifikasi bukan hanya pemeriksaan administrasi.
Menurutnya, tahapan tersebut bertujuan memastikan setiap bakal calon memiliki legitimasi organisasi, integritas, serta komitmen membangun MW KAHMI Jawa Barat.
“Tahapan ini menjadi instrumen untuk memastikan setiap bakal calon memenuhi persyaratan organisasi sekaligus memiliki komitmen dalam membangun MW KAHMI Jawa Barat ke depan,” ujar Prof. Fauzan.
Jadwal Tahapan Muswil VII MW KAHMI Jawa Barat
Rangkaian proses pencalonan Presidium MW KAHMI Jawa Barat periode 2026-2031 berlangsung dengan tahapan sebagai berikut:
- 25 Juli-4 Agustus 2026: Masa pendaftaran bakal calon presidium
- 5 Agustus 2026: Proses verifikasi oleh Panitia Seleksi
- 6 Agustus 2026: Penetapan calon presidium
Setelah melalui tahapan verifikasi, calon yang memenuhi persyaratan akan ditetapkan untuk mengikuti proses selanjutnya dalam Muswil VII MW KAHMI Jawa Barat.
Daftar 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jawa Barat
Sebanyak 16 bakal calon yang telah menyerahkan berkas lengkap dan mengikuti proses verifikasi yaitu:
- H. Agus Asri Sbana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb.
- H. Najmuddin, S.Ag., M.Ling., M.Tr.I.P.
- Agus Muttaqin Alfaz
- Suprih Rozikin, S.H., M.H.
- dr. Asad, Sp.THT-BKL.
- Huliman Abdul Gofur, S.Ag., M.Pd.
- Ahmad Hidayat, S.I.Kom.
- Budi Kurnia, S.Ag., M.M.
- Dr. Syarip Hidayat, M.Pd.
- Dodi Ferdiana Kusnandar, S.Pd.I.
- Prof. Dr. Eng. Ir. Sidik Permana, S.Si., M.Eng., MBA., MSP.
- Irfan Arifian, S.H., M.H.
- Joni Martiyus Sikumbang
- Prof. Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag.
- Saepul Bahri Bin Zein
- Husni Farhani M., S.H., M.Si., C.Me.
Tiga Indikator Utama Verifikasi Calon Presidium
Prof. Fauzan menjelaskan, terdapat tiga indikator utama yang menjadi dasar proses verifikasi bakal calon presidium MW KAHMI Jawa Barat.
Pertama, memastikan calon merupakan bagian dari alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Kedua, menilai komitmen calon terhadap pengembangan dan penguatan organisasi MW KAHMI Jawa Barat.
Ketiga, menggali visi, gagasan, serta strategi yang ditawarkan masing-masing calon dalam menghadapi tantangan organisasi ke depan.
“MW KAHMI Jawa Barat membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya memiliki rekam jejak, tetapi juga visi yang mampu menjawab tantangan zaman. Karena itu, proses verifikasi menjadi bagian penting untuk memastikan kualitas calon yang akan ditetapkan,” tegasnya.
Muswil VII KAHMI Jabar Jadi Momentum Transformasi Keumatan
Musyawarah Wilayah VII MW KAHMI Jawa Barat tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi gagasan untuk memperkuat peran organisasi.
Dengan tema “Transformasi Keumatan Menuju Jawa Barat Istimewa”, proses seleksi diharapkan menghasilkan presidium yang memiliki integritas moral, kapasitas intelektual, serta kemampuan kepemimpinan transformatif.
Presidium terpilih nantinya diharapkan mampu membawa MW KAHMI Jawa Barat menjadi rumah besar alumni HMI yang semakin solid, adaptif terhadap perubahan zaman, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan pembangunan Jawa Barat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









