Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Siswi SMAN 5 Cimahi Hilang Sejak Sabtu, Ibu Syok Uang di Rumah Ikut Raib

Kamis, 8 Oktober 2026 13:27 WIB

Gagal Curi Motor di Asrama Mahasiswa Bandung, Pelaku Diduga Tembakkan Airsoft Gun

Kamis, 8 Oktober 2026 13:04 WIB

Tradisi Kemenangan Persib Dipertaruhkan, Port FC Menanti di Thailand

Kamis, 8 Oktober 2026 12:56 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Siswi SMAN 5 Cimahi Hilang Sejak Sabtu, Ibu Syok Uang di Rumah Ikut Raib
  • Gagal Curi Motor di Asrama Mahasiswa Bandung, Pelaku Diduga Tembakkan Airsoft Gun
  • Tradisi Kemenangan Persib Dipertaruhkan, Port FC Menanti di Thailand
  • Bandung Bakal Punya Sentra Wisata Kuliner di Tiap Kecamatan, PKL Dapat Ruang Dagang
  • Dibikin Kaget DJ No 1 Dunia! Aksi Musisi Lokal Kendari Pake Keyboard Ini Bikin Lil Jon Ajak Colab?
  • Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000, Cek Daftar Lengkapnya
  • Wisata Kuliner di Kota Intan: 10 Rekomendasi Tempat Makan Legendaris di Garut
  • 6 Destinasi Wisata Alam Hits di Garut, Cocok Buat Healing Bareng Bestie!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 8 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

74 Kasus Baru HIV Ditemukan di Kota Sukabumi, Sasar Usia Produktif hingga Libatkan Balita

By Aga GustianaRabu, 5 Agustus 2026 19:34 WIB3 Mins Read
Ilustrasi HIV
Kasus HIV. (Foto: Gerd Altmann dari Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dinas Kesehatan Kota Sukabumi mencatatkan temuan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang cukup mengkhawatirkan sepanjang semester pertama tahun ini. Berdasarkan catatan instansi berwenang, terhitung dari Januari hingga Juni 2026, terdapat 74 temuan kasus baru yang menjangkiti warga dari berbagai kalangan usia, mulai dari kelompok produktif hingga seorang anak balita.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Denna Yuliavina, memaparkan rincian demografi dari puluhan pasien tersebut. Berdasarkan jenis kelamin, penderita laki-laki mendominasi dengan angka 57 orang, sedangkan pasien perempuan tercatat sebanyak 17 orang. Dari keseluruhan total tersebut, sepertiganya atau sekitar 24 pasien merupakan penduduk asli Kota Sukabumi, sementara sisanya merupakan warga dari luar wilayah administratif setempat.

Berdasarkan analisis pola penyebaran, transmisi virus dipicu oleh beberapa faktor risiko. Kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) menyumbangkan angka tertinggi yakni 21 kasus. Disusul oleh hasil skrining pasien Tuberkulosis (TBC) sebanyak 12 kasus, pasangan risiko tinggi 6 kasus, ibu hamil 3 kasus, serta beberapa temuan dari kelompok rentan lainnya.

“Dari kasus HIV secara kumulatif 74 dari Januari sampai Juni 2026, pasien laki-laki 57 orang, sisanya adalah 17 perempuan. Karena itu banyak kontribusinya dari laki seks laki ya,” ujar Denna, Rabu (5/8/2026).

Jika dilihat dari klasifikasi umur, mayoritas penderita berada pada rentang usia produktif antara 25 sampai 49 tahun dengan total 53 jiwa. Kendati demikian, sorotan tajam juga tertuju pada temuan satu kasus infeksi yang menimpa seorang anak berusia di bawah empat tahun akibat penularan vertikal dari sang ibu saat proses kehamilan atau persalinan.

“Kemudian untuk kelompok umur, yang paling banyak 25 sampai 49 tahun, itu sebanyak 53 orang. Kemudian yang kurang dari 4 tahun itu ada 1 orang. Berarti itu memang tertular dari ibunya, ya. Ibunya biasanya positif,” sambungnya.

Sebagai langkah antisipasi pencegahan meluasnya penularan, pihak dinas kesehatan terus memperluas jangkauan layanan pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma. Saat ini, masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tes HIV tanpa dipungut biaya yang tersebar di 15 puskesmas, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), lembaga pemasyarakatan, serta enam rumah sakit rujukan utama di Kota Sukabumi, meliputi RSUD R Syamsudin SH, RSUD Al-Mulk, RS Secapa AD, RSU Asy-Syifa, RS Ridogalih, dan RS Kartika Kasih.

“Fasilitas pelayanan kesehatannya sendiri kita sekarang semua 15 Puskesmas, 6 Rumah Sakit yaitu RSUD R Syamsudin SH, RSUD Al-Mulk, RS Secapa AD, RSU Asy-Syifa, RS Ridogalih, dan RS Kartika Kasih, kemudian ada Labkesda, kemudian Lapas, itu siap untuk tes HIV gratis. Jadi silakan kalau memang ada yang merasa pernah melakukan atau berperilaku risiko, itu bisa melakukan tes,” paparnya.

Lebih lanjut, Denna menekankan bahwa upaya mitigasi penyebaran penyakit menular ini tidak bisa dibebankan semata kepada sektor kesehatan. Diperlukan kolaborasi sinergis lintas instansi, mulai dari Kantor Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, jajaran Tim Penggerak PKK untuk memperkuat ketahanan keluarga, hingga pelibatan organisasi non-pemerintah.

“Peran-peran itu tentunya tidak bisa semua oleh Dinas Kesehatan, sehingga perlu peran bantu dari dinas lain. Misalnya dari Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, kemudian dari PKK juga untuk ketahanan keluarga. Peran penguatan peran keluarga sejak dini itu sangat diperlukan sehingga tidak terjadi lagi kasus penularan akibat perilaku yang berisiko terhadap anak-anak, pelajar, dan lain-lain,” tegasnya.

Pihaknya juga mengoptimalkan strategi penanganan melalui kampanye terpadu STOP yang meliputi langkah penyuluhan, penemuan kasus dini, pengobatan rutin, hingga pemantauan berkala. Kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat Antiretroviral (ARV) yang dikawal oleh Pendamping Menelan Obat (PMO) menjadi kunci utama dalam menekan risiko penularan di tengah masyarakat.

“Pengawas Menelan Obat (PMO) harus kuat agar pasien konsisten mengonsumsi ARV (Antiretroviral). Jika obat diminum secara teratur, potensi penularan ke orang lain dapat ditekan secara maksimal,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Siswi SMAN 5 Cimahi Hilang Sejak Sabtu, Ibu Syok Uang di Rumah Ikut Raib

Gagal Curi Motor di Asrama Mahasiswa Bandung, Pelaku Diduga Tembakkan Airsoft Gun

Bandung Bakal Punya Sentra Wisata Kuliner di Tiap Kecamatan, PKL Dapat Ruang Dagang

Anggaran Belum Siap, Pilkades Serentak 2026 di Cianjur Terpaksa Diundur

Farhan Ungkap Temuan Lanjutan Dinkes soal Dugaan Keracunan di Restoran Korea Bandung

Dikatain Pelit dan Banyak Mau! Senator Bali Bongkar Alasan Pekerja Lokal Lebih Sayang Bule

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Skandal HGB Kota Baru Parahyangan: KPK Amankan Berkas dan Ungkap Aliran Suap Miliaran
  • Blunder Dedi Mulyadi, Polemik Data Center AI Ancam Kepercayaan Investor
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.