bukamata.id – Tensi tinggi menyelimuti Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat (25/4) malam. Duel klasik pekan ke-29 Super League 2025/26 antara Persib Bandung kontra Arema FC berakhir tanpa pemenang dengan skor kacamata 0-0. Meski minim gol, laga ini menyisakan sederet drama yang menjadi perbincangan hangat publik sepak bola nasional.
Berikut adalah poin-poin krusial dari balik hasil imbang di GBLA:
1. “Keangkeran” GBLA Akhirnya Runtuh
Sebelum laga ini dimulai, Stadion GBLA dikenal sebagai benteng pertahanan yang mustahil ditembus. Maung Bandung tercatat menyapu bersih 14 laga kandang dengan kemenangan beruntun musim ini. Namun, Arema FC sukses menjadi tim pertama yang mematahkan rekor sempurna tersebut. Satu poin yang dibawa pulang Singo Edan menjadikan mereka tim pertama yang mampu mencuri angka di depan puluhan ribu Bobotoh.
2. Rekor Tanpa Kalah Tetap Terjaga
Walaupun gagal mengamankan poin penuh, skuad asuhan Bojan Hodak setidaknya berhasil menjaga gengsi. Persib memperpanjang catatan unbeaten (tidak terkalahkan) mereka menjadi 16 pertandingan berturut-turut di kompetisi domestik. Dari rentetan hasil tersebut, Persib mengantongi 11 kemenangan dan 5 hasil imbang, sekaligus mengukuhkan posisi mereka di jajaran elit klasemen.
3. Panggung Pembuktian Fitrah Maulana
Kejutan terjadi di daftar susunan pemain saat nama Fitrah Maulana muncul sebagai starter, menggeser seniornya, Teja Paku Alam. Ini merupakan penampilan kedua Fitrah musim ini. Menariknya, dua laga yang dijalani kiper muda ini semuanya terjadi di GBLA, setelah sebelumnya melakoni debut manis saat menekuk Borneo FC 3-1.
4. Damai di Tribun: Biru dan Merah Berdampingan
Pemandangan langka tersaji di tribun timur dan selatan. Sebanyak 29.814 penonton yang memadati stadion menjadi saksi harmonisnya hubungan suporter. Meski statusnya adalah laga big match, Aremania terlihat hadir langsung di Bandung dan duduk berdampingan dengan Bobotoh tanpa sekat kericuhan. Kedewasaan suporter kedua tim ini menjadi nilai tambah bagi citra sepak bola Indonesia.
5. Protes di Balik Banner “Shut Up KDM”
Laga ini juga diwarnai aksi protes dari penghuni tribun utara. Sebuah spanduk raksasa bertuliskan “Shut Up KDM” dibentangkan, yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Meski belum ada pernyataan resmi, aksi ini ditafsirkan sebagai bentuk ketegasan Bobotoh agar para pejabat publik tidak mencampuri urusan sepak bola dengan kepentingan politik praktis.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









