bukamata.id – Di tengah derasnya arus media sosial yang sering dipenuhi konten hiburan, flexing, hingga tren instan yang viral sesaat, muncul sosok sederhana dari Jatinangor yang justru menginspirasi ribuan orang lewat kerja keras, disiplin, dan konsistensi.
Namanya Bejo Muhajir. Ia bukan selebritas, bukan atlet profesional, dan bukan influencer dengan jutaan pengikut. Namun belakangan, akun Instagram @bejomuhajir ramai diperbincangkan karena memperlihatkan keseharian seorang pedagang buah keliling yang tetap mampu menjaga gaya hidup sehat di tengah aktivitas yang padat.
Video-video yang diunggahnya memperlihatkan rutinitas yang mungkin tidak sanggup dijalani banyak orang. Saat sebagian orang masih terlelap, Bejo sudah memulai pekerjaannya sejak pukul 02.00 dini hari.
Ia berangkat ke pasar untuk membeli buah, kembali menjelang subuh, menata dagangan, lalu menyempatkan diri berlatih lari sebelum kembali bekerja hingga malam hari.
“Jam 2 pagi aku sudah harus ke pasar, jam 4 pulang dari pasar ke solat, jam 5 beresin barang dagangan, jam 6 harus berangkat latihan, jam 8 mandi langsung jualan keliling sampai malam. Semua orang sibuk tapi memaksakan adalah hal wajib, tong poho solat,” tulis Bejo dalam salah satu unggahannya.
Kalimat sederhana itu justru menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa kesibukan bukan selalu alasan untuk meninggalkan kesehatan, ibadah, maupun mimpi yang ingin dikejar.
Dari Lapangan Sepak Bola Menjadi Pedagang Buah
Tidak banyak yang tahu bahwa sebelum menjadi pedagang buah keliling, Bejo pernah menaruh harapan besar di dunia sepak bola.
Olahraga tersebut menjadi bagian penting dalam hidupnya sejak usia muda. Namun perjalanan hidup membawanya ke jalan berbeda. Kini ia memilih membantu perekonomian keluarga dengan berdagang buah dan menjalani berbagai pekerjaan lain demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dari berbagai unggahan di media sosial, Bejo diketahui tidak hanya berjualan buah. Ia juga aktif sebagai pengemudi ojek online.
Meski demikian, kecintaannya terhadap olahraga tidak pernah hilang.
Jika sebagian orang memilih beristirahat setelah bekerja seharian, Bejo justru menyempatkan diri untuk berlari. Bahkan kemampuannya tergolong tidak biasa.
Dalam sejumlah sesi latihan maupun long run yang dibagikannya, Bejo mampu mencatatkan pace sekitar 4 menit per kilometer, catatan yang umumnya dicapai pelari yang sudah terlatih dan rutin mengikuti kompetisi.
Kemampuan tersebut membuat banyak pelari terkejut, terlebih karena latihan dilakukan di sela aktivitasnya sebagai pedagang dan pekerja lapangan.
Bukan Sekadar Konten, Tapi Teladan
Di akun Instagramnya, Bejo tidak hanya membagikan aktivitas olahraga.
Ia juga sering memperlihatkan proses berdagang, kehidupan sehari-hari, hingga pesan-pesan motivasi tentang pentingnya disiplin, kerja keras, dan menjaga kesehatan.
Yang menarik, hampir setiap pesan yang disampaikannya selalu disertai ajakan untuk tidak meninggalkan ibadah.
Kombinasi antara kerja keras, olahraga, dan kedisiplinan spiritual inilah yang membuat banyak orang merasa dekat dengan sosoknya.
Tidak heran jika sejumlah figur publik dan akun media sosial bercentang biru turut memberikan apresiasi.
Nama-nama seperti dr. Tirta, Robi Syianturi, Soraya Larasati, hingga sejumlah komunitas pelari nasional terlihat memberikan dukungan dan komentar positif terhadap aktivitas yang dilakukan Bejo.
Fenomena Anak Muda yang Berbeda di Era Media Sosial
Kemunculan Bejo Muhajir menjadi menarik karena hadir di tengah fenomena anak muda masa kini yang sangat dekat dengan dunia digital.
Generasi Z dan generasi milenial dikenal sebagai generasi yang tumbuh bersama internet, media sosial, dan teknologi. Dalam banyak kasus, media sosial menjadi ruang untuk membangun identitas, mencari hiburan, hingga mengejar popularitas.
Di satu sisi, perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat. Anak muda kini lebih mudah mengakses informasi, membangun jejaring, belajar keterampilan baru, hingga mengembangkan bisnis secara mandiri.
Kesadaran terhadap kesehatan juga semakin meningkat. Tren olahraga seperti lari, gym, bersepeda, hingga hiking menjadi gaya hidup yang berkembang pesat di berbagai kota.
Namun di sisi lain, media sosial juga melahirkan berbagai tantangan.
Tidak sedikit anak muda yang terjebak dalam budaya instan, kecanduan gawai, kurang aktivitas fisik, hingga kebiasaan membandingkan diri dengan kehidupan orang lain yang terlihat sempurna di dunia maya.
Fenomena doom scrolling, bermain media sosial berjam-jam, hingga pola hidup sedentari atau kurang bergerak menjadi masalah yang semakin banyak ditemukan.
Dalam konteks inilah sosok seperti Bejo menjadi menarik.
Ia memanfaatkan media sosial bukan untuk menunjukkan kemewahan, tetapi untuk membagikan proses. Bukan sekadar hasil, melainkan perjuangan sehari-hari yang penuh keringat.
Ketika Konsistensi Menjadi Barang Langka
Di era serba cepat, konsistensi sering kali menjadi sesuatu yang langka.
Banyak orang mampu memulai, tetapi tidak semua mampu bertahan. Banyak yang memiliki target olahraga, namun berhenti setelah beberapa minggu.
Bejo justru menunjukkan hal sebaliknya.
Ia tetap berlari meski harus bangun tengah malam untuk bekerja. Tetap berolahraga meski harus berjualan hingga malam hari. Tetap menjaga ibadah di tengah padatnya aktivitas.
Pesan yang muncul dari kesehariannya sederhana: tidak semua orang memiliki waktu luang, tetapi semua orang memiliki pilihan untuk memanfaatkan waktu yang ada.
Warganet Beri Apresiasi
Konsistensi yang ditunjukkan Bejo mendapat banyak respons positif dari warganet.
“Salam hormat @bejomuhajir tetap semangat, semoga menjadi motivasi jeung barudak Jatinangor nu lainna,” tulis akun @vik***.
Komentar serupa juga datang dari akun @yud*** yang merasa pengalaman Bejo membuktikan bahwa olahraga lebih banyak ditentukan oleh kemauan dibanding alasan.
“Jadi masihkah kalian beralasan untuk tidak olahraga? Saya juga sama, pulang kerja menyempatkan lari walau hanya 5 kilometer. Terkadang jam 10 malam saya lari pulang kerja karena semua ini tentang niat.”
Sementara akun @mub*** menuliskan rasa hormatnya kepada Bejo.
“Akhh ini respect bang, terima kasih sudah menyemangati saya lewat video ini yang malas buat olahraga.”
Inspirasi yang Lahir dari Kesederhanaan
Di tengah banyaknya figur publik yang dikenal karena popularitas dan pencitraan, kisah Bejo Muhajir menunjukkan bahwa inspirasi bisa datang dari siapa saja.
Dari seorang pedagang buah keliling.
Dari seseorang yang bangun pukul dua dini hari untuk bekerja.
Dari pemuda yang tetap berlari ketika orang lain memilih menyerah pada alasan.
Bejo mungkin tidak memiliki fasilitas atlet profesional. Ia juga tidak hidup dengan kemewahan. Namun melalui konsistensi, kerja keras, olahraga, dan kedisiplinan beribadah, ia berhasil menghadirkan pesan yang relevan bagi banyak anak muda Indonesia: bahwa kesuksesan sering kali bukan soal siapa yang paling berbakat, melainkan siapa yang mampu bertahan dan terus bergerak setiap hari.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










