bukamata.id – Pemerintah Kota Bandung resmi menyerahkan pengelolaan Teras Cihampelas kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemprov Jabar selanjutnya akan melakukan penataan kawasan tersebut agar kembali menjadi pusat industri kreatif dan kunjungan wisata.
Penyerahan tersebut dilakukan dalam kolaborasi Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar di Balai Kota Bandung, Rabu (29/7/2026).
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Teras Cihampelas menjadi salah satu dari tiga persoalan utama yang sebelumnya dibahas bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
“Pada hari ini kita melakukan kolaborasi pemerintah kota dengan pemerintah provinsi. Dari tiga hal yang sempat kita bahas bersama, Husein alhamdulillah sudah jalan, Legok Nangka tadi sudah groundbreaking, dan hari ini adalah Teras Cihampelas,” ujar Farhan.
Menurut Farhan, dengan diserahkannya Teras Cihampelas, tiga isu utama yang sebelumnya menjadi perhatian bersama Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar kini telah mendapatkan penyelesaian.
“Tiga isu yang paling ramai antara saya sama Pak Gubernur akhirnya selesai. Hatur nuhun, Pak Gubernur. Alhamdulillah,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan Pemprov Jabar tidak lagi hanya mengurusi persoalan administrasi, tetapi akan masuk pada tahap teknis untuk membenahi kawasan Teras Cihampelas.
“Dan sekarang Teras Cihampelas sudah diserahkan ke pemerintah provinsi. Selanjutnya kami akan melakukan penataan langkah administrasi untuk segera membenahi Cihampelas agar kembali seperti dulu menjadi pusat industri kreatif,” ujar Dedi.
Dedi menyebut Cihampelas diharapkan kembali menjadi pusat berbagai bentuk mode sekaligus lokasi kunjungan warga dari berbagai daerah, termasuk wisatawan mancanegara.
Ia optimistis penataan Cihampelas dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
“Dengan adanya Husein, saya yakin nanti akan semakin banyak kembali turis-turis dari Malaysia, Singapura, Brunei yang langganan,” katanya.
Menurut Dedi, semakin banyak wisatawan yang berkunjung dan tinggal lebih lama di Bandung akan berdampak terhadap perekonomian daerah, khususnya sektor hotel dan restoran.
“Karena kota itu sumber pendapatannya ya pajak hotel dan restoran. Sehingga itu yang harus menjadi tempat kunjungan banyak orang,” tuturnya.
Teras Cihampelas Akan Dibongkar
Terkait kondisi bangunan Teras Cihampelas saat ini, Dedi mengatakan Pemprov Jabar akan menyiapkan perangkat administratif sebelum proses pembongkaran dilakukan.
Ia menyebut pembongkaran nantinya akan dilakukan melalui mekanisme lelang. Pihak yang mengajukan nilai penawaran tertinggi akan mendapatkan hak untuk melakukan pembongkaran.
“Nanti kita siapkan perangkat administratifnya dan nanti kita akan buatkan lelang. Lelang pembongkaran kan itu ada nilai. Nanti siapa yang paling mahal, ya dia berhak untuk membongkar,” jelasnya.
Dedi memastikan pembongkaran tidak akan menggunakan anggaran pemerintah.
“Enggak usah dianggarkan. Lelang,” tegasnya.
Untuk menentukan nilai lelang, Pemprov Jabar terlebih dahulu akan menggunakan tim appraisal untuk menghitung nilai aset atau bangunan yang akan dibongkar.
“Nanti ada tim appraisal dulu. Nanti kan ada tim appraisal, kita hitung, ya. Appraisal kita nanti berapa, ya kita hitung dulu,” katanya.
Ketika ditanya target waktu pembongkaran, Dedi sempat berkelakar agar proses tersebut tidak terlalu cepat agar masih ada pemberitaan mengenai Cihampelas.
Namun, setelah ditanyakan mengenai waktu penyelesaian administrasi, pihak Pemprov Jabar menargetkan proses tersebut dapat dipercepat.
“Kalau untuk administrasi sebulan ini selesai. Satu bulan selesai lelang segala macam, Oktober sudah bersih. Bismillah,” ujar Dedi.
Dedi juga menegaskan proses pembongkaran harus dilakukan secara transparan agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun kerugian negara.
“Yang penting kan kita tidak punya niat jelek,” katanya.
Ia mencontohkan persoalan dapat muncul apabila proses lelang sengaja dibuat rendah kemudian disertai pemberian fee. Karena itu, Dedi menekankan proses harus dilakukan secara lurus dan sesuai aturan.
“Selama kita lurus-lurus saja, semua orang akan memahami itu,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










