bukamata.id – Bagi generasi yang tumbuh di penghujung dekade 2000-an, melodi pop melayu yang mendayu dari Kangen Band praktis menjadi latar suara di berbagai sudut ruang publik, mulai dari angkutan umum hingga pemondokan mahasiswa. Eksistensi grup musik asal Lampung tersebut kini resmi berakhir dengan cara yang tidak biasa, menyusul pengumuman sang pendiri yang mengungkap adanya konflik internal mendalam.
Kabar perpisahan ini disampaikan langsung oleh Dodhy selaku pemilik dan pendiri band melalui akun Instagram pribadinya. Unggahan visual sederhana menampilkan potret kelima personel dengan keterangan teks penegasan ihwal pembubaran kelompok musik tersebut, yang seketika menyita perhatian luas publik penikmat musik tanah air.
“Saya dengan sadar menyatakan kangen band bubar di karnakan ada kezoliman di dalam nya, saya selaku owner dan founder kangen band sudah menyimpan rasa sakit ini sekian lama,” tulis Dodhy.
Pernyataan tersebut mengisyaratkan akumulasi kekecewaan yang telah dipendam dalam kurun waktu lama tanpa merinci pihak spesifik yang menjadi sasaran tudingan. Kendati demikian, ketegangan di antara para personel tampaknya telah mencapai titik puncak hingga memaksa keputusan drastis diambil.
Komplikasi pasca-pembubaran ini turut merembet pada ranah legalitas karya cipta. Dodhy mengeluarkan larangan tegas bagi seluruh mantan personel maupun pihak penyelengaranya untuk membawakan lagu-lagu ciptaannya di setiap panggung pertunjukan. Langkah ini menegaskan bahwa keretakan hubungan tidak sekadar berakar dari masalah personal, melainkan persoalan hak kekayaan intelektual atas karya yang mengantar mereka pada puncak popularitas.
Respon mengejutkan datang dari salah satu eks personel, Yonanda Frisna Damara, yang terpantau menyukai unggahan tersebut tanpa menyertakan komentar apapun. Sikap diam tersebut justru semakin memicu spekulasi publik bahwa masih banyak cerita di balik layar yang belum terungkap ke permukaan.
Bagi para pendengar setia yang menempa masa remaja bersama deretan lagu bertema romansa dan kepedihan dari grup pelantun lagu populer tersebut, pengumuman ini menandai babak akhir dari sebuah era nostalgia yang melekat erat pada memori kolektif masa lalu.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









