bukamata.id – Langkah berat harus dilalui Persib Bandung saat bertamu ke markas abadi rival abadi mereka, Persija Jakarta, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (12/9/2026). Skuad berjuluk Maung Bandung tersebut dipaksa menyerah 1-2 dalam duel sarat gengsi pekan kedua Super League 2026/2027.
Kekalahan armada asal Bandung ini lahir dari skema serangan yang identik sepanjang 90 menit. Sektor kanan lini pertahanan Persib berulang kali menjadi titik lemah yang dimanfaatkan secara maksimal oleh Macan Kemayoran lewat operan lambung matang ke jantung pertahanan.
Kebuntuan pecah jelang turun minum, tepatnya menit ke-41. Umpan terukur Denis Kolinger dari sisi flank kanan berhasil dimanfaatkan dengan sempurna oleh Alexander Jeremejeff untuk membawa tuan rumah memimpin 1-0 hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, intensitas permainan meningkat drastis. Persib sempat menghidupkan asa ketika Balsa Sekulic sukses mengoyak jala gawang Persija pada menit ke-81, mengubah skor menjadi sama kuat 1-1.
Akan tetapi, kelengahan kembali mendera barisan belakang tamu. Mengulang skema serupa, umpan lambung Stjepan Loncar dari sisi kanan lapangan disambut tandukan keras Ivan Mamut di detik-detik akhir pertandingan. Si kulit bulat meluncur deras tanpa mampu dihalau, memastikan keunggulan dramatis 2-1 bagi kubu ibu kota.
Selepas peluit panjang berbunyi, juru taktik Persib, Igor Tolic, secara terbuka meluapkan kekecewaannya. Ia menegaskan bahwa hasil minor ini merupakan akumulasi dari kegagalan kolektif tim, bukan beban yang harus ditanggung individu tertentu.
“Saya rasa hari ini tidak ada seorang pun yang boleh merasa puas dengan penampilan siapa pun. Anda tahu, kesalahan itu bukan hanya dibuat oleh satu orang saja. Setiap pemain bisa bermain bagus, melakukan penyelamatan, saling membantu dengan cepat,” kata Igor usai laga.
Lebih lanjut, pelatih asal Eropa tersebut menyoroti rapuhnya konsistensi lini belakang dalam meredam ancaman lawan. Meski sempat membaca pergerakan lawan, celah-celah kecil terbukti berakibat fatal.
“Hari ini, ada sekitar tiga kali kami tidak melakukannya. Sekitar tiga kali mereka punya peluang mencetak gol, meski kami sempat berhasil mengantisipasinya. Jadi ya, menurut saya secara keseluruhan, tidak ada hal bagus yang keluar dari permainan kami hari ini,” ucapnya.
Kendati demikian, performa Maung Bandung sejatinya sempat menunjukkan grafik meningkat selepas turun minum. Tekanan bertubi-tubi dilancarkan demi membalikkan keadaan.
Igor mengapresiasi ketenangan anak asuhnya yang mampu mengambil keputusan taktis tepat selama setengah jam babak kedua berjalan. Bahkan, tempo permainan kian terbuka pada 15 menit pamungkas laga.
“Kami memang kesulitan di sepanjang babak pertama. Di babak kedua, kami membuat keputusan yang tepat selama 30 menit. Lalu pada 15 menit terakhir permainan berjalan sangat terbuka, kami bisa saja mencetak gol tambahan, dan mereka pun bisa mencetak gol,” ujarnya.
Peluang membawa pulang satu angka di depan mata musnah akibat transisi cepat lawan di penghujung laga yang berbuah gol penentu kemenangan Ivan Mamut.
“Pada akhirnya kami kurang beruntung, mereka mendapat satu serangan balik dan mencetak gol. Begitulah jalannya laga hingga berakhir 2-1. Sangat disayangkan bagi kami dan suporter kami, tetapi inilah sepak bola. Terkadang Anda menang di menit akhir, terkadang Anda kalah di menit akhir,” ungkapnya.
Tampil di bawah teror puluhan ribu suporter fanatik tuan rumah jelas menghadirkan tekanan mental tersendiri. Namun, Igor tetap memuji mentalitas juang timnya yang sempat menguasai jalurnya laga di penghujung babak kedua.
“Tentu datang ke stadion ini dan mendominasi pertandingan bukanlah hal yang mudah. Namun seperti yang saya katakan, dalam 30 menit terakhir kami menunjukkan bahwa kami mampu melakukannya,” tutur Igor.
Nahas, insiden di menit krusial memupus seluruh kerja keras tersebut. Sapuan bola yang kurang sempurna di area terlarang membuka ruang bagi Persija mengirimkan umpan berbuah petaka.
“Hanya saja pada akhirnya, ya, satu sapuan bola (clearance) yang kurang beruntung berujung pada umpan silang dan gol. Padahal sebelum momen itu, pertandingan terlihat akan berakhir imbang 1-1,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










