bukamata.id – Nama Lurah Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Syerly, kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video dirinya saat mendampingi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Syerly terlihat berada di dekat Wali Kota Medan ketika seorang warga menyampaikan keluhan terkait kondisi penerangan jalan di kawasan Jalan Paya Pasir, sekitar Danau Siombak. Warga tersebut mengaku terpaksa menggunakan uang pribadi untuk memasang lampu penerangan karena kawasan tersebut dinilai gelap dan rawan aksi kriminalitas.
Namun, respons Syerly dalam momen tersebut justru menuai kritik dari warganet. Pasalnya, saat warga sedang menyampaikan keluhan, terdengar ucapan yang dinilai sebagian masyarakat sebagai bentuk candaan yang kurang tepat.
“Cie curhat dia,” ujar Syerly dalam video yang beredar.
Ucapan tersebut kemudian ramai diperbincangkan karena dianggap tidak mencerminkan sikap seorang pejabat publik yang sedang mendengarkan aspirasi masyarakat.
Viral karena Respons kepada Warga yang Keluhkan Lampu Jalan
Peristiwa itu bermula saat Wali Kota Medan Rico Waas melakukan kunjungan ke kawasan Jalan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan. Dalam kesempatan tersebut, seorang warga menyampaikan persoalan minimnya lampu penerangan jalan umum (LPJU).
Warga tersebut mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang gelap membuat masyarakat khawatir terhadap potensi tindak kriminalitas, termasuk aksi begal.
“Pak nanti izin pasang lampu ya pak. Gelap kali soalnya pak. Banyak kali di sini begal. Ini empat tiang saya pasang sendiri pakai duit pribadi,” kata warga dalam video yang beredar.
Keluhan itu disampaikan langsung kepada Wali Kota Medan. Namun, keberadaan Syerly yang memberikan respons “Cie curhat dia” membuat perhatian publik beralih kepada sosok lurah tersebut.
Sejumlah warganet menilai keluhan warga seharusnya dipandang sebagai masukan untuk pemerintah, bukan sekadar curahan hati.
Komentar tersebut muncul di kolom komentar Instagram @undercover.id.
“Cie bentar lagi klarifikasi, minta maaf,” tulis akun @zul***.
“Malu x wilayahnya gak terurus,” komentar akun @vir***.
“Emang kenapa kalau warga curhat, wahai Lurah? Kemana aja lurahnya, sampai penerangan lingkungan warga aja gak diketahui. Kalaupun bukan dari anggaran kalian, paling tidak tahu kalau lingkungannya bermasalah,” tulis akun @nur***.
“Curhat itu masalah keluarga atau masalah sama teman. Kalau itu namanya masukan supaya ada perbaikan,” tulis akun @vir***.
Inspektorat Medan Periksa Syerly, Diduga Langgar Etik ASN
Polemik tersebut kemudian mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Medan. Inspektorat Kota Medan memanggil Syerly untuk memberikan klarifikasi terkait video viral tersebut.
Pemanggilan itu tertuang dalam Berita Acara Klarifikasi Nomor 800.1.6.2/257/Irbansus/2026 tertanggal 28 Juli 2026.
Inspektur Kota Medan Erfin Fahrurrazi menyebut hasil pemeriksaan menemukan adanya indikasi pelanggaran kode etik ASN.
“Dari hasil pemeriksaan, oknum ASN tersebut terindikasi kuat melanggar kode etik sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penegakan Disiplin dan Kode Etik Pegawai Aparatur Sipil Negara,” kata Erfin.
Menurutnya, dugaan pelanggaran berkaitan dengan kewajiban ASN untuk menjaga integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku, ucapan, maupun tindakan.
Inspektorat kemudian merekomendasikan pembinaan disiplin terhadap Syerly. Sanksi yang direkomendasikan masuk dalam kategori hukuman disiplin ringan karena dianggap memberikan dampak negatif terhadap citra perangkat daerah.
Bukan Kali Pertama Syerly Disorot Warga
Sebelum viral akibat video keluhan lampu jalan, nama Syerly ternyata pernah menjadi sorotan masyarakat Paya Pasir.
Pada Desember 2025, sejumlah warga Kelurahan Paya Pasir menggelar aksi demonstrasi di Kantor Camat Medan Marelan. Puluhan warga, termasuk ibu rumah tangga, meminta agar Wali Kota Medan mengevaluasi jabatan Syerly sebagai lurah.
Dalam aksi tersebut, warga menilai Syerly kurang hadir dalam menangani persoalan masyarakat, terutama saat banjir melanda sejumlah wilayah di Paya Pasir.
Warga juga menuding lurah tidak turun langsung ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
“Saat banjir terjadi di tempat yang parah di Paya Pasir, Lurah enggak hadir. Bahkan sewaktu saya datangi Lurah malah marah sembari mengancam tak akan ada lagi memberikan bantuan kepada warga,” kata Syahdan, salah satu warga saat aksi tersebut.
Warga berharap Pemerintah Kota Medan melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan Syerly.
Saat itu, belum ada tanggapan langsung dari Syerly terkait tudingan warga tersebut.
Profil Syerly, Lurah Paya Pasir dengan Latar Belakang Administrasi Publik
Syerly merupakan pejabat pemerintahan yang menjabat sebagai Lurah Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan. Sebelum menduduki posisi tersebut, ia disebut pernah menjabat sebagai Lurah Terjun.
Syerly diketahui memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Pendidikan dan Magister Administrasi Publik.
Sebagai Lurah Paya Pasir, Syerly bertanggung jawab membawahi sembilan kepala lingkungan. Kelurahan Paya Pasir sendiri terdiri dari sembilan lingkungan yang berada dalam wilayah Kecamatan Medan Marelan.
Jabatan lurah merupakan posisi struktural pemerintahan yang umumnya ditempati oleh aparatur sipil negara (ASN) yang memenuhi persyaratan kepangkatan dan kompetensi.
Harta Kekayaan Syerly Capai Rp84,2 Juta Berdasarkan LHKPN
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Syerly tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp84.206.010.
Laporan tersebut disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 13 Februari 2025 untuk periode pelaporan tahun 2024.
Dalam laporan tersebut, Syerly memiliki aset berupa tanah dan bangunan senilai Rp220 juta. Aset itu berupa tanah dan bangunan dengan luas 240 meter persegi dan 75 meter persegi di Kota Medan yang diperoleh dari hasil sendiri.
Selain itu, ia juga melaporkan satu unit sepeda motor Honda tahun 2023 senilai Rp10 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp7.206.010.
Total aset yang dimiliki mencapai Rp237.206.010. Namun, setelah dikurangi utang sebesar Rp153 juta, total kekayaan bersih Syerly tercatat Rp84.206.010.
Kembali Jadi Sorotan Publik
Kini, sosok Syerly kembali menjadi perhatian publik setelah video dirinya saat merespons keluhan warga viral di media sosial.
Sorotan terhadap lurah tersebut bukan hanya berkaitan dengan satu pernyataan singkat, tetapi juga kembali membuka pembahasan mengenai hubungan antara pejabat publik dan masyarakat yang menjadi tanggung jawabnya.
Bagi masyarakat, seorang lurah merupakan ujung tombak pemerintah yang bersentuhan langsung dengan persoalan warga. Karena itu, setiap sikap, ucapan, dan respons pejabat di tingkat kelurahan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.
Kasus Syerly menjadi pengingat bahwa komunikasi antara pemerintah dan masyarakat tidak hanya membutuhkan kebijakan, tetapi juga empati dalam mendengar setiap aspirasi yang disampaikan warga.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










