bukamata.id – Peluang Persib Bandung untuk melangkah ke babak perempat final atau delapan besar Asia Champions League (ACL) 2025/2026 masih terbuka lebar.
Meski kalah 0-3 dari Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 besar, Maung Bandung tetap memiliki kesempatan membalikkan keadaan di laga kedua.
Kekalahan di Thailand memang menjadi pekerjaan rumah besar. Namun, secara matematis dan regulasi kompetisi, kans Persib lolos ke perempat final ACL 2025/2026 belum tertutup.
Regulasi Babak 16 Besar ACL 2025/2026
Babak 16 besar menggunakan sistem kandang dan tandang. Hasil agregat dari dua pertandingan menjadi penentu tim yang berhak melaju ke fase berikutnya.
Tidak ada aturan gol tandang dalam kompetisi ini. Artinya, yang menjadi acuan adalah total gol yang dicetak dalam dua leg pertandingan. Jika masing-masing tim meraih satu kemenangan, maka agregat gol akan menentukan siapa yang lolos.
Dengan kondisi tertinggal agregat 0-3, Persib wajib menang dengan selisih lebih dari tiga gol untuk memastikan tiket perempat final.
Skenario Persib Lolos ke Delapan Besar
Agar bisa melampaui agregat gol Ratchaburi, Persib harus menang minimal 4-0 di leg kedua. Jika lawan mencetak gol, maka Persib harus mencetak lebih banyak lagi untuk tetap unggul secara agregat.
Beberapa contoh skor yang membuat Persib lolos otomatis antara lain:
- 4-0
- 5-1
- 6-2
- 7-3
- dan seterusnya (dengan selisih agregat unggul satu gol)
Lalu bagaimana jika Persib hanya menang 3-0?
Jika leg kedua berakhir 3-0 untuk Persib, maka agregat menjadi 3-3. Dalam situasi tersebut, pertandingan akan dilanjutkan ke extra time atau perpanjangan waktu selama dua kali 15 menit.
Apabila skor tetap imbang setelah 120 menit, laga akan ditentukan melalui adu penalti.
Keuntungan Bermain di Bandung
Leg kedua akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu (18/2). Bermain di kandang sendiri tentu menjadi modal penting bagi tim asuhan Bojan Hodak.
Dukungan penuh Bobotoh berpotensi menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk tampil agresif sejak menit awal. Namun, tekanan besar juga tak terhindarkan mengingat target kemenangan dengan selisih gol besar bukan perkara mudah di level kompetisi Asia.
Misi Berat, Tapi Bukan Mustahil
Secara kualitas, Persib memiliki sumber daya untuk memberikan perlawanan maksimal. Mentalitas, efektivitas penyelesaian akhir, serta soliditas lini belakang akan menjadi kunci utama.
Pertanyaannya kini, mampukah Persib membalikkan defisit tiga gol dan menciptakan comeback bersejarah di ACL 2025/2026?
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








