Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Aturan Baru Bansos 2026: Cara Turunkan Desil di Aplikasi Cek Bansos Agar Dapat Bantuan PKH & BPNT

Rabu, 21 Oktober 2026 06:00 WIB

Tak Harus Mahal! 5 Tempat Wisata Kuliner Cimahi Ini Punya Pilihan Menu Beragam

Rabu, 21 Oktober 2026 05:00 WIB

Bukan Cuma Kafe Kekinian, Ini 7 Kopitiam Bandung yang Cocok buat Sarapan

Rabu, 21 Oktober 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Aturan Baru Bansos 2026: Cara Turunkan Desil di Aplikasi Cek Bansos Agar Dapat Bantuan PKH & BPNT
  • Tak Harus Mahal! 5 Tempat Wisata Kuliner Cimahi Ini Punya Pilihan Menu Beragam
  • Bukan Cuma Kafe Kekinian, Ini 7 Kopitiam Bandung yang Cocok buat Sarapan
  • Cek Bansos Oktober 2026: PKH, BPNT hingga Beras 30 Kg, Ini Daftar dan Nominalnya
  • Bikin Ketagihan! Ini 10 Kuliner Hits di Cianjur yang Wajib Dicicipi Saat Liburan Akhir Tahun
  • 15 Spot Wisata Terbaik di Cianjur Buat ‘Short Escape’ Akhir Pekan
  • Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital
  • Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 21 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Akhir Pelarian Dewi Astutik! Buronan Kelas Kakap Pengendali Dua Ton Sabu

By SusanaRabu, 3 Desember 2025 10:27 WIB3 Mins Read
peredaran narkoba
Narkoba. Foto ilustrasi: Pixabay.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mencatat capaian besar setelah berhasil menangkap buronan internasional Dewi Astutik alias PA (43), pelaku utama penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun.

Penangkapan dilakukan dalam operasi gabungan BNN, Interpol, dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) di sebuah hotel kawasan Sihanoukville, Kamboja, Selasa, 2 Desember 2025.

Kepala BNN, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, memastikan dirinya akan bertolak ke Phnom Penh untuk menjemput langsung tersangka sebelum dibawa ke Jakarta.

“Dewi merupakan rekrutan jaringan perdagangan narkotika Asia–Afrika dan telah masuk daftar buronan Korea Selatan,” ujar Suyudi di Tangerang, Rabu (3/12/2025).

Awal Terungkapnya Jaringan Narkotika Internasional

Kasus ini bermula dari pengungkapan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU BC) Soekarno–Hatta yang menggagalkan penyelundupan 2,3 kilogram heroin dan kokain kiriman Dewi.

Penemuan tersebut membuka jalur investigasi yang mengarah pada jaringan narkotika internasional yang bergerak dari wilayah Golden Triangle.

Dewi selama ini dikenal sebagai bagian dari kelompok yang dikendalikan gembong narkoba Fredy Pratama. Ia diduga kuat menjadi otak penyelundupan dua ton sabu yang berhasil digagalkan BNN pada Mei 2025.

Selain sabu, Dewi mengatur distribusi kokain dan ketamin ke sejumlah negara di Asia Timur, Asia Tenggara, hingga Afrika.

BNN dan Kepolisian Kamboja kemudian melacak pergerakan Dewi selama berbulan-bulan. Saat penangkapan, ia ditemukan di dalam mobil Toyota Prius putih bersama seorang pria.

“Pelaku tidak melakukan perlawanan dan langsung diamankan,” kata Suyudi.

Setelah ditangkap, ia dipindahkan ke Phnom Penh untuk proses verifikasi identitas sebelum dipulangkan ke Indonesia.

Jejak Dua Ton Sabu Golden Triangle yang Membawa Dewi ke Meja Hukum

Keterlibatan Dewi berkaitan erat dengan pengungkapan kapal pengangkut dua ton sabu dari Golden Triangle yang sempat terpantau di Laut Andaman sebelum bergerak menuju Kepulauan Riau dan Batam.

Pada operasi tersebut, empat WNI berinisial FR, LCS, RH, dan HS ditangkap bersama dua warga Thailand, MP dan TL.

Mereka membawa 2.115.130 gram sabu yang disembunyikan dalam kompartemen mesin kapal dan dikemas dalam 67 kardus. Menurut BNN, jaringan ini dikendalikan seseorang bernama CC alias Kapten T, warga Thailand yang kini menjadi buronan internasional.

Kepala Bea Cukai Soekarno–Hatta, Gatot Sugeng Wibowo, mengungkap bahwa lembaganya telah lebih dulu menangani kiriman narkotika terkait Dewi.
“Kami pernah menggagalkan penyelundupan 2,3 kilogram kokain dan heroin dari kiriman tersangka DA,” ujarnya.

Ia mengapresiasi kerja sama lintas lembaga yang akhirnya membawa Dewi ke tangan aparat.

Identitas Asli Tersangka Terungkap

Dewi diketahui berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. Untuk menghindari deteksi, ia menggunakan identitas adiknya. Sebelum aktif dalam jaringan narkoba internasional, Dewi bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di sejumlah negara sejak 2011.

Karena keterlibatannya dalam penyelundupan narkotika dalam jumlah besar, namanya masuk dalam red notice Interpol.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cek Bansos Oktober 2026: PKH, BPNT hingga Beras 30 Kg, Ini Daftar dan Nominalnya

Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital

Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu

Misteri Kebakaran BPN Karawang: Murni Musibah atau Sengaja Menghilangkan Jejak?

Ubah Gulma Jadi Berkah: Petani Pasirlangu KBB Bangkit Pascalongsor Lewat Inovasi Eceng Gondok

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Pasundan Beri Rapor Merah dan Desak Evaluasi Kebijakan

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.