Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Sub-Zero Lagi! Joe Taslim Resmi Gantikan Steven Yeun Jadi Musuh Spider-Man?

Selasa, 25 Agustus 2026 20:43 WIB

Persib Luncurkan Jersey 2026/27, Antusiasme Bobotoh Tembus 2.000 Pesanan

Selasa, 25 Agustus 2026 20:01 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BPNT Rp600 Ribu Menanti? Begini Cara Cek Bansos Agustus 2026 Lewat NIK KTP

Selasa, 25 Agustus 2026 19:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Sub-Zero Lagi! Joe Taslim Resmi Gantikan Steven Yeun Jadi Musuh Spider-Man?
  • Persib Luncurkan Jersey 2026/27, Antusiasme Bobotoh Tembus 2.000 Pesanan
  • BPNT Rp600 Ribu Menanti? Begini Cara Cek Bansos Agustus 2026 Lewat NIK KTP
  • Persib Perkenalkan 32 Pemain, Umuh Muchtar Pastikan Skuad Musim 2026/27 Sudah Cukup
  • Misteri Absennya Ramon Tanque di Pesta Biru Persib Terjawab, Manajemen Beri Bocoran
  • Sah! Jonatan Christie Resmi Nomor 1 Dunia, Penantian 26 Tahun Berakhir
  • Resmi! Daftar Lengkap 32 Pemain Persib Bandung Musim 2026/27 dan 6 Pilar Asing Anyar
  • Nyaris Diamuk Massa! Pedagang Cimin di Cirebon Ditangkap Polisi Buntut Dugaan Kasus Pedofilia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 26 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Akhir Pelarian Dewi Astutik! Buronan Kelas Kakap Pengendali Dua Ton Sabu

By SusanaRabu, 3 Desember 2025 10:27 WIB3 Mins Read
peredaran narkoba
Narkoba. Foto ilustrasi: Pixabay.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mencatat capaian besar setelah berhasil menangkap buronan internasional Dewi Astutik alias PA (43), pelaku utama penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun.

Penangkapan dilakukan dalam operasi gabungan BNN, Interpol, dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) di sebuah hotel kawasan Sihanoukville, Kamboja, Selasa, 2 Desember 2025.

Kepala BNN, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, memastikan dirinya akan bertolak ke Phnom Penh untuk menjemput langsung tersangka sebelum dibawa ke Jakarta.

“Dewi merupakan rekrutan jaringan perdagangan narkotika Asia–Afrika dan telah masuk daftar buronan Korea Selatan,” ujar Suyudi di Tangerang, Rabu (3/12/2025).

Awal Terungkapnya Jaringan Narkotika Internasional

Kasus ini bermula dari pengungkapan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU BC) Soekarno–Hatta yang menggagalkan penyelundupan 2,3 kilogram heroin dan kokain kiriman Dewi.

Penemuan tersebut membuka jalur investigasi yang mengarah pada jaringan narkotika internasional yang bergerak dari wilayah Golden Triangle.

Dewi selama ini dikenal sebagai bagian dari kelompok yang dikendalikan gembong narkoba Fredy Pratama. Ia diduga kuat menjadi otak penyelundupan dua ton sabu yang berhasil digagalkan BNN pada Mei 2025.

Selain sabu, Dewi mengatur distribusi kokain dan ketamin ke sejumlah negara di Asia Timur, Asia Tenggara, hingga Afrika.

BNN dan Kepolisian Kamboja kemudian melacak pergerakan Dewi selama berbulan-bulan. Saat penangkapan, ia ditemukan di dalam mobil Toyota Prius putih bersama seorang pria.

“Pelaku tidak melakukan perlawanan dan langsung diamankan,” kata Suyudi.

Setelah ditangkap, ia dipindahkan ke Phnom Penh untuk proses verifikasi identitas sebelum dipulangkan ke Indonesia.

Jejak Dua Ton Sabu Golden Triangle yang Membawa Dewi ke Meja Hukum

Keterlibatan Dewi berkaitan erat dengan pengungkapan kapal pengangkut dua ton sabu dari Golden Triangle yang sempat terpantau di Laut Andaman sebelum bergerak menuju Kepulauan Riau dan Batam.

Pada operasi tersebut, empat WNI berinisial FR, LCS, RH, dan HS ditangkap bersama dua warga Thailand, MP dan TL.

Mereka membawa 2.115.130 gram sabu yang disembunyikan dalam kompartemen mesin kapal dan dikemas dalam 67 kardus. Menurut BNN, jaringan ini dikendalikan seseorang bernama CC alias Kapten T, warga Thailand yang kini menjadi buronan internasional.

Kepala Bea Cukai Soekarno–Hatta, Gatot Sugeng Wibowo, mengungkap bahwa lembaganya telah lebih dulu menangani kiriman narkotika terkait Dewi.
“Kami pernah menggagalkan penyelundupan 2,3 kilogram kokain dan heroin dari kiriman tersangka DA,” ujarnya.

Ia mengapresiasi kerja sama lintas lembaga yang akhirnya membawa Dewi ke tangan aparat.

Identitas Asli Tersangka Terungkap

Dewi diketahui berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. Untuk menghindari deteksi, ia menggunakan identitas adiknya. Sebelum aktif dalam jaringan narkoba internasional, Dewi bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di sejumlah negara sejak 2011.

Karena keterlibatannya dalam penyelundupan narkotika dalam jumlah besar, namanya masuk dalam red notice Interpol.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BPNT Rp600 Ribu Menanti? Begini Cara Cek Bansos Agustus 2026 Lewat NIK KTP

Nyaris Diamuk Massa! Pedagang Cimin di Cirebon Ditangkap Polisi Buntut Dugaan Kasus Pedofilia

Mau Jadi Petugas Haji 2027? Pendaftaran PPIH Dibuka, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya

Di Balik Isu Ekowisata Puncak, Tangisan Dedi Mulyadi Berakhir Tanpa Hasil?

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cek Bansos Sekarang! Status ‘YA’ dan ‘Proses Transfer’ Ternyata Punya Arti Berbeda

Data BPS: Penduduk Miskin di Jawa Barat Capai 3,44 Juta Jiwa

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.