Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!

Minggu, 28 Juni 2026 12:09 WIB

Komunikasi Profetik di Era Digital: Arah Baru Pengembangan Ilmu Komunikasi

Minggu, 28 Juni 2026 11:31 WIB

Talenta Muda Persib Dilepas Sementara, Zulkifli Lukmansyah Punya Misi Baru

Minggu, 28 Juni 2026 11:15 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!
  • Komunikasi Profetik di Era Digital: Arah Baru Pengembangan Ilmu Komunikasi
  • Talenta Muda Persib Dilepas Sementara, Zulkifli Lukmansyah Punya Misi Baru
  • Afrika Selatan vs Kanada 32 Besar Piala Dunia 2026: Prediksi Skor dan Line Up Lengkap!
  • Update Harga Emas Hari Ini! Emas Perhiasan 24 Karat Masih Bertahan, Saatnya Beli?
  • Absen Lengkap Tapi Dituduh Lalai?! Guru Senior Ini Tetap Mengajar Walau Haknya Dirampok 73 Bulan!
  • Doomposting Film “Ghost In The Cell”: Analisis Perilaku Netizen Lewat Cognitive Dissonance Theory
  • Gas Keun! Kode Redeem FF Terbaru 28 Juni 2026, Klaim Token SG2 dan Bundle Keren Gratis Sebelum Hangus
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 28 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Akhir Pelarian Dewi Astutik! Buronan Kelas Kakap Pengendali Dua Ton Sabu

By SusanaRabu, 3 Desember 2025 10:27 WIB3 Mins Read
peredaran narkoba
Narkoba. Foto ilustrasi: Pixabay.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mencatat capaian besar setelah berhasil menangkap buronan internasional Dewi Astutik alias PA (43), pelaku utama penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun.

Penangkapan dilakukan dalam operasi gabungan BNN, Interpol, dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) di sebuah hotel kawasan Sihanoukville, Kamboja, Selasa, 2 Desember 2025.

Kepala BNN, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, memastikan dirinya akan bertolak ke Phnom Penh untuk menjemput langsung tersangka sebelum dibawa ke Jakarta.

“Dewi merupakan rekrutan jaringan perdagangan narkotika Asia–Afrika dan telah masuk daftar buronan Korea Selatan,” ujar Suyudi di Tangerang, Rabu (3/12/2025).

Awal Terungkapnya Jaringan Narkotika Internasional

Kasus ini bermula dari pengungkapan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU BC) Soekarno–Hatta yang menggagalkan penyelundupan 2,3 kilogram heroin dan kokain kiriman Dewi.

Penemuan tersebut membuka jalur investigasi yang mengarah pada jaringan narkotika internasional yang bergerak dari wilayah Golden Triangle.

Dewi selama ini dikenal sebagai bagian dari kelompok yang dikendalikan gembong narkoba Fredy Pratama. Ia diduga kuat menjadi otak penyelundupan dua ton sabu yang berhasil digagalkan BNN pada Mei 2025.

Selain sabu, Dewi mengatur distribusi kokain dan ketamin ke sejumlah negara di Asia Timur, Asia Tenggara, hingga Afrika.

BNN dan Kepolisian Kamboja kemudian melacak pergerakan Dewi selama berbulan-bulan. Saat penangkapan, ia ditemukan di dalam mobil Toyota Prius putih bersama seorang pria.

“Pelaku tidak melakukan perlawanan dan langsung diamankan,” kata Suyudi.

Setelah ditangkap, ia dipindahkan ke Phnom Penh untuk proses verifikasi identitas sebelum dipulangkan ke Indonesia.

Jejak Dua Ton Sabu Golden Triangle yang Membawa Dewi ke Meja Hukum

Keterlibatan Dewi berkaitan erat dengan pengungkapan kapal pengangkut dua ton sabu dari Golden Triangle yang sempat terpantau di Laut Andaman sebelum bergerak menuju Kepulauan Riau dan Batam.

Pada operasi tersebut, empat WNI berinisial FR, LCS, RH, dan HS ditangkap bersama dua warga Thailand, MP dan TL.

Mereka membawa 2.115.130 gram sabu yang disembunyikan dalam kompartemen mesin kapal dan dikemas dalam 67 kardus. Menurut BNN, jaringan ini dikendalikan seseorang bernama CC alias Kapten T, warga Thailand yang kini menjadi buronan internasional.

Kepala Bea Cukai Soekarno–Hatta, Gatot Sugeng Wibowo, mengungkap bahwa lembaganya telah lebih dulu menangani kiriman narkotika terkait Dewi.
“Kami pernah menggagalkan penyelundupan 2,3 kilogram kokain dan heroin dari kiriman tersangka DA,” ujarnya.

Ia mengapresiasi kerja sama lintas lembaga yang akhirnya membawa Dewi ke tangan aparat.

Identitas Asli Tersangka Terungkap

Dewi diketahui berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. Untuk menghindari deteksi, ia menggunakan identitas adiknya. Sebelum aktif dalam jaringan narkoba internasional, Dewi bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di sejumlah negara sejak 2011.

Karena keterlibatannya dalam penyelundupan narkotika dalam jumlah besar, namanya masuk dalam red notice Interpol.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

buronan narkoba internasional jaringan narkoba fredy pratama kasus narkoba golden triangle nn tangkap dewi astutik penangkapan di kamboja penyelundupan dua ton sabu red notice interpol
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!

Absen Lengkap Tapi Dituduh Lalai?! Guru Senior Ini Tetap Mengajar Walau Haknya Dirampok 73 Bulan!

Bukan El Nino, Studi Ungkap Biang Kerok Utama yang Bikin Eropa Membara hingga 44 Derajat Celsius

Ilustrasi gempa

Dua Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Alarm Bahaya ‘The Big One’ di San Andreas Kini Berstatus Kritis

Blunder Fatal? Niat Membantah, Anggota Dewan Malah Akui Bentak Dokter Icha

Mau Jaga Toko atau Ikut Perang? Tragedi Latihan Militer Koperasi Desa, 5 Nyawa Jadi Korban!

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.