Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi emas antam

Tembus Rekor Baru! Harga Emas Antam di Pegadaian Sentuh Rp3 Juta per Gram Hari Ini 2 April 2026

Kamis, 2 April 2026 07:20 WIB

Cuan Melimpah! Persib Bandung Berpotensi Diguyur Uang dari FIFA Berkat Frans Putros

Kamis, 2 April 2026 07:05 WIB
Ilustrasi gempa

Update Gempa Hari Ini: Bitung-Manado Diguncang Magnitudo 7,3, Berpotensi Tsunami

Kamis, 2 April 2026 06:57 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tembus Rekor Baru! Harga Emas Antam di Pegadaian Sentuh Rp3 Juta per Gram Hari Ini 2 April 2026
  • Cuan Melimpah! Persib Bandung Berpotensi Diguyur Uang dari FIFA Berkat Frans Putros
  • Update Gempa Hari Ini: Bitung-Manado Diguncang Magnitudo 7,3, Berpotensi Tsunami
  • Banyak Kode Aktif! Kode Redeem FF 2 April 2026: Ambil Jaket EVOS Juara dan Incubator Voucher Sekarang
  • Daftar Kode Redeem FF Terbaru Kamis 2 April 2026: Ada Skin SG2, Bundle Langka, dan Diamond Gratis
  • Jangan Sampai Terlewat! Ini 4 Syarat Ikut Program Nikah Gratis Kota Bandung
  • Video ‘Part 2’ Ibu Tiri vs Anak Tiri Viral, Benarkah Ada Versi Lengkapnya?
  • Persib Larang Bobotoh ke Padang, Ada Ancaman Sanksi Berat!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 2 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Akhir Pelarian Dewi Astutik! Buronan Kelas Kakap Pengendali Dua Ton Sabu

By SusanaRabu, 3 Desember 2025 10:27 WIB3 Mins Read
peredaran narkoba
Narkoba. Foto ilustrasi: Pixabay.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mencatat capaian besar setelah berhasil menangkap buronan internasional Dewi Astutik alias PA (43), pelaku utama penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun.

Penangkapan dilakukan dalam operasi gabungan BNN, Interpol, dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) di sebuah hotel kawasan Sihanoukville, Kamboja, Selasa, 2 Desember 2025.

Kepala BNN, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, memastikan dirinya akan bertolak ke Phnom Penh untuk menjemput langsung tersangka sebelum dibawa ke Jakarta.

“Dewi merupakan rekrutan jaringan perdagangan narkotika Asia–Afrika dan telah masuk daftar buronan Korea Selatan,” ujar Suyudi di Tangerang, Rabu (3/12/2025).

Awal Terungkapnya Jaringan Narkotika Internasional

Kasus ini bermula dari pengungkapan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU BC) Soekarno–Hatta yang menggagalkan penyelundupan 2,3 kilogram heroin dan kokain kiriman Dewi.

Penemuan tersebut membuka jalur investigasi yang mengarah pada jaringan narkotika internasional yang bergerak dari wilayah Golden Triangle.

Dewi selama ini dikenal sebagai bagian dari kelompok yang dikendalikan gembong narkoba Fredy Pratama. Ia diduga kuat menjadi otak penyelundupan dua ton sabu yang berhasil digagalkan BNN pada Mei 2025.

Selain sabu, Dewi mengatur distribusi kokain dan ketamin ke sejumlah negara di Asia Timur, Asia Tenggara, hingga Afrika.

BNN dan Kepolisian Kamboja kemudian melacak pergerakan Dewi selama berbulan-bulan. Saat penangkapan, ia ditemukan di dalam mobil Toyota Prius putih bersama seorang pria.

“Pelaku tidak melakukan perlawanan dan langsung diamankan,” kata Suyudi.

Setelah ditangkap, ia dipindahkan ke Phnom Penh untuk proses verifikasi identitas sebelum dipulangkan ke Indonesia.

Jejak Dua Ton Sabu Golden Triangle yang Membawa Dewi ke Meja Hukum

Keterlibatan Dewi berkaitan erat dengan pengungkapan kapal pengangkut dua ton sabu dari Golden Triangle yang sempat terpantau di Laut Andaman sebelum bergerak menuju Kepulauan Riau dan Batam.

Pada operasi tersebut, empat WNI berinisial FR, LCS, RH, dan HS ditangkap bersama dua warga Thailand, MP dan TL.

Mereka membawa 2.115.130 gram sabu yang disembunyikan dalam kompartemen mesin kapal dan dikemas dalam 67 kardus. Menurut BNN, jaringan ini dikendalikan seseorang bernama CC alias Kapten T, warga Thailand yang kini menjadi buronan internasional.

Kepala Bea Cukai Soekarno–Hatta, Gatot Sugeng Wibowo, mengungkap bahwa lembaganya telah lebih dulu menangani kiriman narkotika terkait Dewi.
“Kami pernah menggagalkan penyelundupan 2,3 kilogram kokain dan heroin dari kiriman tersangka DA,” ujarnya.

Ia mengapresiasi kerja sama lintas lembaga yang akhirnya membawa Dewi ke tangan aparat.

Identitas Asli Tersangka Terungkap

Dewi diketahui berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. Untuk menghindari deteksi, ia menggunakan identitas adiknya. Sebelum aktif dalam jaringan narkoba internasional, Dewi bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di sejumlah negara sejak 2011.

Karena keterlibatannya dalam penyelundupan narkotika dalam jumlah besar, namanya masuk dalam red notice Interpol.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

buronan narkoba internasional jaringan narkoba fredy pratama kasus narkoba golden triangle nn tangkap dewi astutik penangkapan di kamboja penyelundupan dua ton sabu red notice interpol
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi gempa

Update Gempa Hari Ini: Bitung-Manado Diguncang Magnitudo 7,3, Berpotensi Tsunami

Jangan Sampai Terlewat! Ini 4 Syarat Ikut Program Nikah Gratis Kota Bandung

Diduga Parkir Sembarangan, Truk Picu Kecelakaan Maut di Bandung

Modal Kaos Pemberian Dosen, Anak Ini Buktikan Doa Ibu Tembus Jalur Langit ke ITB!

KA Ciremai Terganggu Longsor di Maswati–Sasaksaat, Lokomotif Anjlok

Heboh Mangga Mini Thailand, Hartono Soekwanto Ungkap Peluang Besar untuk Petani Jabar

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Heboh, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.