bukamata.id – Isu masa depan Federico Barba bersama Persib Bandung akhirnya menemukan titik terang. Setelah berminggu-minggu menjadi bahan spekulasi, pelatih Persib Bojan Hodak memastikan bek asal Italia itu tetap menjadi bagian Maung Bandung hingga paruh kedua BRI Super League 2025/2026.
Pernyataan tersebut sekaligus menutup rumor yang menyebut Barba akan angkat kaki dari Indonesia dan kembali merumput di Eropa. Sebelumnya, nama pemain berusia 32 tahun itu kerap dikaitkan dengan sejumlah klub luar negeri, terutama dari Italia dan Yunani.
Beberapa media asing menyebut klub Serie B Italia seperti Palermo dan Pescara memantau situasi Barba. Bahkan, klub Liga Yunani Aris Thessaloniki juga sempat disebut-sebut berminat. Isu tersebut semakin liar setelah beredar kabar Barba mengalami kesulitan beradaptasi dan merasa rindu kampung halaman.
Namun, Bojan Hodak menegaskan bahwa kabar tersebut tidak berdasar. Menurutnya, Federico Barba masih menjadi bagian penting dari proyek Persib musim ini dan tidak ada rencana melepas sang pemain dalam waktu dekat.
Dari sisi administratif, posisi Persib terbilang aman. Barba masih terikat kontrak hingga Juni 2026. Tak hanya itu, kesepakatan yang disepakati kedua belah pihak juga menyertakan opsi perpanjangan satu musim. Klausul tersebut memberi ruang bagi Persib untuk mempertahankan sang bek lebih lama, sekaligus meredam ketertarikan klub lain.
Keputusan mempertahankan Barba bukan tanpa alasan. Sejak direkrut dari FC Como, kehadirannya langsung memberikan dampak signifikan di jantung pertahanan Persib. Pengalaman bermain di Eropa membuatnya cepat beradaptasi dengan atmosfer sepak bola Indonesia.
Hingga pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026, Barba tampil konsisten dan nyaris tak tergantikan. Ia menjadi sosok sentral dalam menjaga keseimbangan lini belakang, sekaligus pemimpin yang tenang di tengah tekanan pertandingan.
Performa solid tersebut berkontribusi besar terhadap posisi Persib yang terus bersaing di papan atas klasemen. Maung Bandung bukan hanya berambisi meraih gelar musim ini, tetapi juga mengincar sejarah besar: menjadi juara BRI Super League untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Stabilitas di lini pertahanan menjadi salah satu faktor kunci dalam perburuan tersebut. Dalam konteks ini, peran Federico Barba dinilai sangat vital. Ketajaman lini depan Persib akan sulit berarti tanpa fondasi pertahanan yang kokoh.
Tak hanya di kompetisi domestik, kontribusi Barba juga terasa di level Asia. Persib sukses melangkah hingga babak 16 besar AFC Champions League II, sebuah pencapaian yang menambah kepercayaan diri tim. Pada fase ini, Maung Bandung dijadwalkan menghadapi wakil Thailand, Ratchaburi, pada Februari mendatang.
Laga tersebut diprediksi berlangsung ketat dan penuh tekanan. Pengalaman Barba menghadapi pertandingan-pertandingan besar di Eropa diharapkan mampu membantu Persib menjaga stabilitas permainan di panggung internasional.
Kepastian bertahannya Federico Barba menjadi angin segar bagi Persib dan Bobotoh. Dengan berakhirnya spekulasi transfer, tim kini dapat sepenuhnya fokus mempersiapkan diri menghadapi paruh kedua musim yang krusial.
Persib tidak hanya dituntut konsisten, tetapi juga harus menjaga mental juara di tengah jadwal padat dan tekanan target besar. Kejelasan soal masa depan pemain kunci seperti Barba memberi keuntungan tersendiri bagi tim pelatih dalam menyusun strategi jangka menengah.
Bagi Bobotoh, kabar ini menjadi penegasan bahwa Persib serius menjaga kekuatan inti skuad. Harapan untuk melihat Maung Bandung terus melaju stabil, baik di kompetisi nasional maupun Asia, kini kembali menguat.
Dengan Federico Barba tetap bertahan, Persib Bandung mengirim sinyal jelas: mereka belum selesai, dan ambisi besar musim ini masih sepenuhnya terjaga.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










