bukamata.id – Mantan istri Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjadi sorotan publik setelah perceraian yang cukup menyita perhatian masyarakat. Sosoknya kini dikenal tidak hanya sebagai pendamping tokoh politik ternama, tetapi juga sebagai pribadi yang mandiri dan aktif di berbagai bidang sosial.
Dedi Mulyadi yang juga mantan Bupati Purwakarta dua periode, dikenal luas karena gaya kepemimpinannya yang unik serta keterlibatannya dalam pelestarian budaya Sunda. Namun, sisi personal kehidupan Dedi juga tak luput dari perhatian. Terutama hubungannya dengan mantan istrinya, Anne Ratna Mustika.
Siapa Anne Ratna Mustika?
Anne Ratna Mustika adalah mantan istri Dedi Mulyadi yang juga memiliki kiprah politik. Ia menjabat sebagai Bupati Purwakarta sejak 2018 hingga 2023. Sebelum terjun ke dunia politik, Anne dikenal sebagai Mojang Purwakarta tahun 1999 dan aktif di kegiatan sosial serta organisasi perempuan.
Perceraian mereka resmi diputus Pengadilan Agama Purwakarta pada akhir 2023. Alasan perceraian tidak dibuka ke publik secara rinci, namun keduanya memilih untuk tetap menjaga komunikasi demi kepentingan anak.
Kiprah Anne Pasca-Cerai dari Dedi Mulyadi
Setelah bercerai dari Dedi Mulyadi, Anne tetap melanjutkan kiprahnya di dunia politik dan sosial. Ia aktif dalam gerakan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Dalam wawancara bersama media lokal, Anne menyebutkan bahwa masa pasca-perceraian adalah momen refleksi. Ia memilih fokus pada kegiatan sosial dan mengembangkan komunitas perempuan pelaku UMKM.
“Saya ingin perempuan di daerah mendapat akses pelatihan dan pendampingan. Pengalaman saya selama menjabat menjadi modal penting untuk itu,” ujar Anne.
Perspektif Pakar Soal Dampak Perceraian Tokoh Publik
Menurut Dr. Rina Mariana, M.Psi., Psikolog Klinis dan Dosen Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran, perceraian tokoh publik seperti Dedi Mulyadi dan Anne dapat membawa pengaruh besar terhadap persepsi masyarakat.
“Ketika publik figur mengalami perceraian, hal itu bukan hanya urusan pribadi. Dampaknya bisa membentuk opini masyarakat tentang ketahanan keluarga, terutama dalam konteks politik dan sosial,” kata Dr. Rina.
Ia menambahkan bahwa pasangan tokoh publik cenderung menghadapi tekanan ganda. Baik dari internal hubungan maupun dari ekspektasi masyarakat yang tinggi terhadap citra mereka.
Dedi Mulyadi dan Hubungan dengan Keluarga Pasca-Perceraian
Meski telah berpisah secara hukum, Dedi Mulyadi tetap menunjukkan peran aktif sebagai ayah. Dalam beberapa kesempatan, ia terlihat menghadiri kegiatan anak bersama Anne.
Dedi menegaskan bahwa perceraian tidak serta merta memutus ikatan sebagai orang tua. Ia mengaku tetap menjalin komunikasi baik demi tumbuh kembang anak.
Dr. Bambang Saputra, S.Sos., M.Si., Pengamat Politik dan Sosial dari Universitas Indonesia, mengatakan bahwa sikap Dedi mencerminkan kedewasaan emosional.
“Politisi yang mampu memisahkan antara urusan pribadi dan tanggung jawab sosial akan lebih dihormati publik. Ini yang tampaknya dilakukan oleh Dedi Mulyadi,” ujar Bambang.
Sorotan Media dan Publik
Perjalanan rumah tangga Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika mendapat perhatian luas karena keduanya adalah tokoh yang memiliki basis massa tersendiri.
Media lokal dan nasional kerap mengulas tentang mereka, baik dari sisi karier maupun kehidupan pribadi. Namun, keduanya tetap berusaha menjaga privasi dalam batas yang wajar.
Publik mengapresiasi sikap dewasa mereka dalam menyikapi perceraian. Tidak ada narasi saling menyalahkan di media, dan keduanya tetap menjalankan aktivitas sosial masing-masing.
Masa Depan Dedi Mulyadi dan Anne
Dedi Mulyadi kini aktif di berbagai kegiatan kebudayaan dan advokasi masyarakat pedesaan. Sementara Anne berfokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan.
Keduanya menunjukkan bahwa perceraian bukan akhir dari kontribusi terhadap masyarakat. Justru menjadi titik balik untuk lebih fokus pada pengabdian publik secara personal.
Mantan istri Dedi Mulyadi, Anne Ratna Mustika, telah membuktikan bahwa perempuan bisa bangkit dan mandiri pasca-perceraian. Hubungan yang tetap terjaga demi anak juga menunjukkan kedewasaan keduanya dalam menyikapi dinamika kehidupan rumah tangga.
Dedi Mulyadi tetap menjadi figur publik yang disorot, tidak hanya karena kiprahnya di dunia politik, tetapi juga karena caranya mempertahankan hubungan keluarga di tengah perpisahan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











