Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Dikejar 9 Laga Berat, Dion Markx Bicara Kondisi Tim

Senin, 30 Maret 2026 01:00 WIB
Persib

Bojan Hodak Bertahan di Persib? Negosiasi Kontrak Masih Panas!

Minggu, 29 Maret 2026 21:56 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral TikTok dan X! Ini Fakta di Balik Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’

Minggu, 29 Maret 2026 20:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Dikejar 9 Laga Berat, Dion Markx Bicara Kondisi Tim
  • Bojan Hodak Bertahan di Persib? Negosiasi Kontrak Masih Panas!
  • Viral TikTok dan X! Ini Fakta di Balik Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’
  • Avatar Versi Nyata? Mengenal Suku Dinka, Manusia Raksasa dari Lembah Nil!
  • Bojan Hodak Beri Tugas Spesial ke Jupe di Persib, Bukan Sekadar Pemain
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • BREAKING! Pemerintah Tunda Seleksi ASN 2026, Formasi Belum Diumumkan
  • Live Streaming! Indonesia vs Bulgaria Malam Ini, Klik Link Resmi Nonton Final FIFA Series 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 30 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

APPMI Jabar dan Maranatha Gelar Fashion Tendance, Fokus pada Sustainable Fashion dan Tren 2025

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 7 November 2024 20:30 WIB3 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – APPMI (Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia) Jawa Barat dan Maranatha kembali menggelar acara tahunan bertajuk Fashion Tendance di The GAIA Hotel Bandung, Kamis (7/11/2024).

Acara ini menjadi ajang penting bagi industri fashion di Jabar, mempertemukan desainer, pelaku industri kreatif, serta pecinta mode untuk berbagi wawasan dan tren terbaru.

Ketua APPMI Jabar, Susan Zhuang mengungkapkan pentingnya hati-hati dalam menentukan tema dan arah tren fashion tahunan, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi dan lingkungan.

“Kami sangat berhati-hati setiap kali mengeluarkan satu tema tahunan. Tren apa yang akan datang di 2025, dan yang akan kami kejar itu. Sustainable fashion harus tetap dijalankan karena kami harus bertahan dan tetap optimis,” ujar Susan saat ditemui di sela-sela acara.

Susan juga menyoroti perkembangan positif yang terjadi pada industri fashion tahun ini, yang mulai bangkit setelah terpuruk akibat pandemi COVID-19.

“Pesta-pesta sudah cukup besar; yang tadinya 100 orang, sekarang sudah bisa menjadi 500-700 orang, dan itu berdampak besar. Toko kain laku, penjahit juga bergerak. Mereka yang mungkin hampir setengah tahun tidak mendapat orderan, sekarang banyak event lagi. Penjahit, tukang kain, bahkan pabrik tekstil sedikit demi sedikit mengalami kemajuan,” jelasnya.

Baca Juga:  Jalan Trunojoyo: Surga Fashion Lokal di Jantung Kota Bandung

Dalam menghadapi tantangan besar akibat pandemi, Susan mengungkapkan bahwa APPMI dan pelaku industri fashion lainnya harus kreatif dalam beradaptasi.

“Waktu COVID, kami beralih ke produk lain, seperti APD dan masker kain, itu yang membuat kami bertahan selama satu tahun. Kami tidak harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karena kami tetap berproduksi dengan produk baru yang sesuai dengan kebutuhan saat itu. Ini menunjukkan bahwa kreativitas dan kemampuan beradaptasi sangat penting dalam industri ini,” ungkap Susan.

Membahas tren 2025, Susan menyatakan optimisme mengenai tren sustainable fashion yang semakin mendapat perhatian.

Tema tahunan yang diangkat tahun ini mengedepankan lima pilar dimensi dalam fashion berkelanjutan: lingkungan, ekonomi, sosial, estetika, dan budaya.

Baca Juga:  Gaya Rambut dalam Dunia Fashion dan Perspektif Islam: Antara Ekspresi Diri dan Batas Syariat

Menurut Susan, kelima faktor ini sangat penting untuk menciptakan fashion yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

“Bahan yang sustainable pasti lebih mahal daripada bahan sintetis seperti poliester, tetapi jika kita melihat dari segi estetika, budaya, dan lingkungan, lima faktor ini sangat besar pengaruhnya untuk dunia fashion. Untuk tren di 2025, saya optimis bahwa di musim semi dan panas (spring-summer), warna-warna cerah akan menjadi dominasi, dengan gaya oversize dan maxi style yang kembali tren,” ujar Susan.

Selain itu, gaya drop waist dan bubble style yang oversize juga diprediksi kembali menjadi favorit, terutama di kalangan Gen Z yang lebih menyukai pakaian simpel namun tetap stylish.

“Fashion memang berputar kembali ke zaman dulu, dan sekarang orang lebih senang memakai pakaian yang tidak berlebihan. Gen Z sangat cerdas dalam memadupadankan gaya, mereka lebih suka sesuatu yang oversize, seperti blus atau drop waist yang kembali tren,” tambah Susan.

Baca Juga:  Pakai Tren 'Gak Bisa Yura', Bima Arya Putuskan Mundur dari Pencalonan Pilgub Jabar 2024

Sebagai Ketua APPMI Jabar, Susan juga menyoroti pentingnya memajukan sektor UMKM dalam industri fashion Indonesia.

“Industri fashion sangat tergantung pada ekonomi bangsa ini. Kami berharap industri kreatif ini bisa mendukung pertumbuhan UMKM. Namun, kami masih kalah bersaing dengan negara tetangga seperti Thailand dan Cina. Kami sedang belajar bagaimana Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara tersebut, serta bagaimana cara memasarkan produk kami dengan lebih baik,” ujar Susan.

Susan berharap, melalui acara seperti Fashion Tendance dan berbagai seminar atau pelatihan yang diikuti, Indonesia bisa lebih mengembangkan daya saingnya di pasar internasional.

“Saya banyak belajar dan masih terus belajar bagaimana cara memajukan industri fashion Indonesia. Saya berharap event kecil seperti ini bisa memberikan warna baru dan dampak positif bagi perkembangan industri fashion di Indonesia,” tutupnya.

Editor: Rina Rahadian

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APPMI Jabar fashion Fashion Tendance suistanable fashion tren
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Avatar Versi Nyata? Mengenal Suku Dinka, Manusia Raksasa dari Lembah Nil!

CPNS

BREAKING! Pemerintah Tunda Seleksi ASN 2026, Formasi Belum Diumumkan

Fisik Terbatas, Tekad Tanpa Batas! Adinda Adprilaa: Bukti Nyata Gunung Bukan Hanya Milik Mereka yang Sempurna

Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap

Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat

Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Part 2! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit Diburu Netizen, Ini Faktanya
  • Ilustrasi emas antam
    Harga Emas Antam Hari Ini 24 Maret 2026: Grafik Merangkak Naik, Cek Rincian Terbarunya!
  • Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Heboh, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.