Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Empat Raksasa Lolos! Ini Jadwal Lengkap Semifinal Piala Dunia 2026

Minggu, 12 Juli 2026 14:33 WIB

Selamat Jalan Temon, Kisah Haru Mantan Staf HRD yang Pilih Jadi Pelawak Legendaris Kini Berpulang

Minggu, 12 Juli 2026 14:00 WIB

Persib Batal TC ke Bangkok, Igor Tolic Fokus Hadapi Piala Presiden dan ACL Two

Minggu, 12 Juli 2026 13:13 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Empat Raksasa Lolos! Ini Jadwal Lengkap Semifinal Piala Dunia 2026
  • Selamat Jalan Temon, Kisah Haru Mantan Staf HRD yang Pilih Jadi Pelawak Legendaris Kini Berpulang
  • Persib Batal TC ke Bangkok, Igor Tolic Fokus Hadapi Piala Presiden dan ACL Two
  • Jalan Diponegoro Bandung Resmi Ditutup Permanen, Ini Rute Alternatif Terbaru di Sekitar Gedung Sate
  • Kabar Duka! Komedian Temon Templar Meninggal Dunia
  • Hasil Argentina vs Swiss 3-1: Lionel Messi Cs Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026
  • Persib Diuntungkan! Laga Playoff ACL Two Lawan Manila Digger Resmi Ditunda
  • Update Harga Emas Antam Hari Ini: 1 Gram Masih Rp2.655.000, Buyback Tetap
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 12 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak

By SusanaMinggu, 29 Maret 2026 10:01 WIB4 Mins Read
Video bocil dari Sepauk, Kalimantan Barat viral usai kritik jalan rusak Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah video yang menampilkan sekelompok bocah kecil dari Kecamatan Sepauk, Kalimantan Barat, mendadak viral di media sosial.

Video yang diunggah akun Instagram @elisabetmurniw itu tak sekadar mengundang tawa karena kepolosan anak-anak, tetapi juga memantik diskusi serius tentang kondisi infrastruktur dan cara penyampaian aspirasi di era digital.

Dalam video tersebut, seorang bocah laki-laki berperawakan gemoy berdiri di tengah jalan tanah yang tampak rusak parah.

Permukaan jalan terlihat berlumpur, licin, dan dipenuhi kubangan bekas roda kendaraan. Dengan gaya ceplas-ceplos khas anak-anak Gen Alpha, ia menyampaikan kritik tajam yang langsung menyasar pucuk pimpinan daerah.

“Kami dari Bedayan, SP3… Kecamatan Sepauk… ingin menyampaikan jalan kami yang licak… lecut… karena Gubernur kami itu kerjanya molor… tidur… pingsan…”

Ucapan itu langsung disambut oleh temannya yang turut menyuarakan kekecewaan:

“Mikirin kaya sendiri, gak mikirin masyarakat yang banyak…”

Tak berhenti di situ, bocah tersebut kembali melontarkan pernyataan yang semakin menyita perhatian publik:

“Entah percuma jadi gubernur, mending Kang Dedi yang jadi gubernur dua bulan.”

Pernyataan spontan itu dengan cepat menyebar luas, memperlihatkan bagaimana suara anak-anak di daerah pun kini bisa menjadi sorotan nasional berkat kekuatan media sosial.

Baca Juga:  Tantangan Terbuka! Wagub Kalbar vs Dedi Mulyadi: Siapa yang Paling Jago Kelola Anggaran?

Potret Jalan Rusak dan Realitas Warga

Video tersebut bukanlah satu-satunya dokumentasi kondisi jalan di wilayah itu. Dalam unggahan lain di akun yang sama, terlihat bagaimana warga harus berjibaku melewati jalan rusak yang berlumpur, bahkan bergotong royong membantu kendaraan yang terjebak.

Kondisi ini menggambarkan realitas yang dihadapi masyarakat di sejumlah daerah pelosok: akses jalan yang terbatas berdampak langsung pada mobilitas, ekonomi, hingga pendidikan.

Narasi yang muncul dari video bocah ini pun menjadi simbol sederhana dari keresahan masyarakat yang selama ini mungkin tidak tersampaikan secara luas.

Warganet: Antara Apresiasi dan Sindiran Pedas

Respons publik di media sosial pun beragam, mulai dari apresiasi hingga kritik tajam yang dibalut humor satir. Banyak warganet justru menilai cara penyampaian bocah tersebut lebih jujur dan menyentuh dibandingkan kritik formal.

Salah satu pengguna menulis bahwa anak-anak tersebut mampu menyampaikan aspirasi dengan lugas dan berani. Narasi ini menggambarkan kekaguman publik terhadap keberanian generasi muda dalam menyuarakan kondisi di daerahnya.

Ada pula yang menyebut fenomena ini sebagai “cara baru” dalam menyampaikan kritik. Warganet menilai penggunaan figur anak-anak dianggap lebih aman dari tekanan, sekaligus lebih mudah menarik perhatian publik luas.

Baca Juga:  Tantangan Terbuka! Wagub Kalbar vs Dedi Mulyadi: Siapa yang Paling Jago Kelola Anggaran?

Di sisi lain, muncul juga komentar bernuansa satire yang menyentil pejabat. Beberapa menyebut bahwa kondisi ini menjadi ironi ketika kritik tajam justru datang dari anak-anak, bukan dari forum resmi.

Bahkan, ada komentar yang menyebut bahwa “harga diri pejabat seperti sedang diuji,” menggambarkan bagaimana publik memaknai video tersebut sebagai bentuk kritik sosial yang cukup keras.

Narasi-narasi warganet ini memperlihatkan satu hal: video sederhana tersebut telah berkembang menjadi simbol kekecewaan kolektif yang lebih luas.

Tanggapan Pemerintah Provinsi

Menanggapi viralnya video tersebut, pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Kepala Dinas PUPR, Iskandar Zulkarnaen, memberikan klarifikasi.

Ia menjelaskan bahwa ruas jalan Bedayan hingga Libau di Kecamatan Sepauk merupakan kewenangan pemerintah kabupaten, dalam hal ini Kabupaten Sintang, bukan pemerintah provinsi yang dipimpin Ria Norsan.

Meski demikian, Pemprov Kalbar disebut telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp39 miliar pada Februari 2026 untuk membantu perbaikan sejumlah ruas jalan di wilayah Sintang sebagai bagian dari upaya peningkatan konektivitas.

Namun, pemerintah juga menyayangkan keterlibatan anak-anak dalam video tersebut. Mereka menilai penyampaian aspirasi sebaiknya dilakukan secara bijak dan berbasis pemahaman yang cukup, serta mengimbau orang tua untuk memberikan pendampingan.

Baca Juga:  Tantangan Terbuka! Wagub Kalbar vs Dedi Mulyadi: Siapa yang Paling Jago Kelola Anggaran?

Dalam kesempatan terpisah, Ria Norsan menegaskan bahwa pemerintah provinsi saat ini memprioritaskan penanganan jalan provinsi yang mengalami kerusakan berat.

Fenomena Gen Alpha dan Era Kritik Digital

Viralnya video ini juga menjadi gambaran tentang perubahan cara masyarakat menyampaikan aspirasi. Generasi Alpha, yang lahir di era digital tumbuh dalam lingkungan di mana media sosial menjadi ruang ekspresi utama.

Kepolosan mereka justru menjadi kekuatan, karena pesan yang disampaikan terasa jujur, spontan, dan tanpa kepentingan politis.

Namun di sisi lain, fenomena ini juga memunculkan pertanyaan etis: sejauh mana anak-anak seharusnya dilibatkan dalam kritik sosial? Apakah ini bentuk edukasi demokrasi sejak dini, atau justru eksploitasi yang perlu diwaspadai?

Antara Kritik, Harapan, dan Realitas

Terlepas dari pro dan kontra, satu hal yang tak terbantahkan: video bocah dari Sepauk ini telah membuka ruang diskusi luas tentang kondisi infrastruktur dan respons pemerintah.

Apa yang disampaikan dengan bahasa sederhana oleh anak-anak itu sejatinya mencerminkan harapan masyarakat akan perubahan nyata.

Kini, sorotan publik tak lagi hanya tertuju pada video viralnya, tetapi juga pada langkah konkret yang akan diambil untuk menjawab persoalan yang selama ini dirasakan warga.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bocah kritik jalan rusak bocil viral Kalimantan Barat Gen Alpha kritik pemerintah infrastruktur Kalimantan Barat jalan rusak Kalbar 2026 jalan rusak Sintang Ria Norsan viral video viral Sepauk Sintang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jalan Diponegoro Bandung Resmi Ditutup Permanen, Ini Rute Alternatif Terbaru di Sekitar Gedung Sate

Mobil Hantam Tiang PJU di Jalan Dago Bandung, Polisi Selidiki Dugaan Pengemudi Mabuk

Hancur Luar Dalam! Bupati Gowa Kini Dilaporkan Mantan Suami dan Didepak Keluarga Kandung?!

2.663 ASN Jabar Terindikasi Judi Online, Ada yang Depositnya Melebihi Gaji!

Tragedi di Kedai Teh: Gara-gara Penalti Messi, Ayah Dua Anak Tewas Dikeroyok

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU

Terpopuler
  • Retaknya Panca Curiga di Tanah Purwakarta: Di Mana Batas ‘Heureuy’ Sunda Saat Tubuh Perempuan Jadi Bahan Jenaka?
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Selangor Malaysia Bidik Pasar Indonesia Lewat Promosi Wisata Medis di Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.