Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Spanyol vs Prancis di Semifinal! Magis Mikel Merino Pulangkan Belgia dari Piala Dunia 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 09:55 WIB

Tangan Dingin Yenny Wahid Diuji! Di Balik Rekor Dunia Panjat Tebing & Misteri Klarifikasi Desak Made

Sabtu, 11 Juli 2026 09:39 WIB

Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan

Sabtu, 11 Juli 2026 08:58 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Spanyol vs Prancis di Semifinal! Magis Mikel Merino Pulangkan Belgia dari Piala Dunia 2026
  • Tangan Dingin Yenny Wahid Diuji! Di Balik Rekor Dunia Panjat Tebing & Misteri Klarifikasi Desak Made
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Menjelajahi Surga Kuliner di Kota Hujan: 3 Destinasi “Hidden Gem” yang Wajib Dicoba di Bogor
  • Jangan Sampai Terlewat! PKH dan BPNT Tahap 3 Mulai Disalurkan, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK KTP
  • Resmi Dirilis! GPT-5.6 Bawa Lompatan Besar, OpenAI Kenalkan AI Paling Canggih
  • Bansos PKH dan BPNT Juli 2026 Segera Cair, Ini Jadwal Penyaluran dan Cara Cek Penerimanya
  • Cukup Login! Saldo DANA Gratis Rp200.000 Cair Langsung ke Dompet Digitalmu Hari Ini, 11 Juli 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 11 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan

By Aga GustianaSabtu, 11 Juli 2026 08:58 WIB3 Mins Read
Bendera LGBT. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rangkaian aksi damai mingguan yang dikenal sebagai Aksi Kamisan kembali menjadi sorotan tajam publik. Aksi yang selama bertahun-tahun konsisten diselenggarakan di depan Istana Negara untuk menuntut penyelesaian pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat masa lalu ini kini tengah diterpa polemik setelah sebuah video yang diunggah oleh konten kreator Danu Syarif (@danusyarif) viral di media sosial.

Dalam video viral tersebut, Danu Syarif menampilkan cuplikan suasana Aksi Kamisan di mana seorang individu sedang memberikan orasi di depan massa aksi. Orator tersebut secara terbuka menyatakan berbagai identitas gender dan orientasi seksual di depan mikrofon dengan mengatakan, “Kami lesbian, kami gay, kami biseksual, kami transgender, kami queer, kami intersex, kami aseksual, kami non binary”. Orator tersebut kemudian menegaskan posisi kelompoknya dalam ruang publik dengan kalimat, “Kami ada di antara kalian. Kami ada dan selalu ada,” sebelum menutup orasinya dengan pernyataan bahwa kehadiran mereka bukanlah sebuah ancaman.

Menanggapi tampilan tersebut, Danu Syarif melayangkan kritik keras. Ia secara terbuka mempertanyakan relevansi kehadiran kelompok tersebut dalam sebuah gerakan yang semestinya memiliki fokus spesifik pada isu penegakan HAM dan keadilan bagi para korban pelanggaran berat masa lalu.

Dalam narasi videonya, Danu mengungkapkan rasa herannya terhadap arah aksi tersebut. “Gue lebih ngonten tertarik ini nih, aksi Kamisan yang terkait pejuang HAM memberikan tempat kepada para LGBT, penyintas LGBT nih yang katanya haknya dilanggar,” ujarnya dikutip Sabtu (11/7/2026).

Baca Juga:  Ramai Spekulasi Hubungan Ridwan Kamil dan Aura Kasih, Fakta Gugatan Perceraian Terungkap

Lebih jauh, Danu melontarkan pandangan kontroversial terkait kodrat manusia dan mengklaim bahwa kehadiran kelompok tersebut justru menjadi bentuk pelanggaran HAM itu sendiri.

“Bro, yang ada mereka yang melanggar HAM daripada orang-orang yang dirayu sama dia… dia melanggar HAM duluan, bukan dia yang dilanggar atau dia jadi korban HAM, enggak”. Ia bahkan mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan tegas terhadap fenomena ini dengan mengatakan, “Kita harusnya memerangi terkait LGBT. Kalau bisa ditetapkan hari nasional, hari anti-LGBT se-Indonesia. Pemerintah itu, tolong tuh digaungkan, dibuat hari itu. Itu penyakit”.

Baca Juga:  Netizen Dukung TNI, Pro-Kontra Penertiban Rumah Dinas yang Ditempati Anak Cucu

Unggahan Danu Syarif tersebut segera memicu perdebatan sengit di kolom komentar media sosial. Mayoritas warganet yang memberikan respons cenderung menunjukkan sikap kontra terhadap kehadiran kelompok LGBT dalam ruang Aksi Kamisan.

Berbagai pandangan muncul dari netizen, di antaranya ada yang menegaskan bahwa terdapat batasan yang jelas antara sikap menghargai sesama manusia dengan persetujuan terhadap perilaku yang mereka anggap sebagai penyimpangan.

Baca Juga:  Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Terkapar di Jalan Cihampelas, Polisi Endus Keterlibatan Kelompok SMAN 2

“Kami menghargai perbedaan tapi tidak dengan penyimpangan,” ujar netizen.

Selain itu, terdapat netizen yang mengaitkan isu ini dengan kekhawatiran akan degradasi moral dan menekankan pentingnya perlindungan keluarga dengan menulis, “Akhir jaman. Jaga diri dan jaga keluarga masing-masing”.

Pandangan mengenai kodrat manusia tradisional juga menjadi sorotan utama dalam kolom komentar, di mana seorang netizen menegaskan, “Tuhan hanya menciptakan hanya pria dan wanita ..gak ada yg lain”.

Hingga berita ini diturunkan, pihak penyelenggara Aksi Kamisan belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik yang dilontarkan oleh Danu Syarif. Perdebatan ini kini telah menjadi isu hangat yang memicu diskusi lebih luas mengenai batasan inklusi dalam ruang aktivisme sosial di Indonesia, serta sejauh mana gerakan HAM dapat mengakomodasi berbagai isu identitas yang muncul di tengah masyarakat yang beragam.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Aksi Kamisan berita viral HAM Kontroversi LGBT
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Jangan Sampai Terlewat! PKH dan BPNT Tahap 3 Mulai Disalurkan, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK KTP

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos PKH dan BPNT Juli 2026 Segera Cair, Ini Jadwal Penyaluran dan Cara Cek Penerimanya

Diduga Diseret Buaya Saat Perbaiki Perahu, Jenazah Warga Bandung Barat Akhirnya Ditemukan

Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya

Pencabulan

Polisi Karawang Ringkus Ayah Bejat yang Tega Nodai Anak Kandung Selama 11 Tahun

Catat! Jalan Diponegoro Bandung Ditutup, Pengendara Diminta Lewat Jalur Ini

Terpopuler
  • Retaknya Panca Curiga di Tanah Purwakarta: Di Mana Batas ‘Heureuy’ Sunda Saat Tubuh Perempuan Jadi Bahan Jenaka?
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Kisah Keyshia, Mojang Bandung yang Rela Kurang Tidur Demi Kejar Prestasi: Hasil Tak Mengkhianati Proses!
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Update Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini 6 Juli 2026: Klaim Skin dan Diamond Gratis!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.