Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Catat! Jalan Diponegoro Bandung Ditutup, Pengendara Diminta Lewat Jalur Ini

Jumat, 10 Juli 2026 16:13 WIB

Gaji Tembus Rp100 Juta, Kisah Menarik Dua Pemuda Jatim Jadi Damkar Tetap di Jepang!

Jumat, 10 Juli 2026 15:22 WIB

Kode Redeem FF Hari Ini 10 Juli 2026, Klaim Skin Gratis, Emote, dan Weapon Royale Voucher

Jumat, 10 Juli 2026 15:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Catat! Jalan Diponegoro Bandung Ditutup, Pengendara Diminta Lewat Jalur Ini
  • Gaji Tembus Rp100 Juta, Kisah Menarik Dua Pemuda Jatim Jadi Damkar Tetap di Jepang!
  • Kode Redeem FF Hari Ini 10 Juli 2026, Klaim Skin Gratis, Emote, dan Weapon Royale Voucher
  • MSU Medical Centre Bidik Pasien Indonesia, Tawarkan Layanan Jantung hingga Medical Check-up
  • Febrie Adriansyah Buka Suara Soal Temuan Brankas di Rumah Pribadinya
  • Belgia Bidik Semifinal Piala Dunia 2026, Rudi Garcia Tantang Spanyol Tampil Habis-habisan
  • Mariano Peralta Selangkah Lagi ke Persib? Ini Peringatan Bung Ropan untuk Maung Bandung
  • Jadwal Asia Africa Festival 2026 Bandung, Cek Daftar Jalan yang Ditutup 11-12 Juli
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 10 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Catat! Jalan Diponegoro Bandung Ditutup, Pengendara Diminta Lewat Jalur Ini

By SusanaJumat, 10 Juli 2026 16:13 WIB2 Mins Read
Gedung Sate. Foto;: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jalan Diponegoro Bandung resmi ditutup total sebagai bagian dari proyek penataan kawasan terpadu Gedung Sate dan Lapangan Gasibu. Penutupan yang berlangsung hingga September 2026 ini membuat arus lalu lintas di pusat Kota Bandung mengalami perubahan dengan diberlakukannya rekayasa lalu lintas dan jalur alternatif bagi pengendara.

Penutupan Jalan Diponegoro dilakukan untuk mendukung proyek integrasi kawasan Gedung Sate, Lapangan Gasibu, dan Jalan Diponegoro menjadi ruang publik yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Selama pekerjaan berlangsung, pengendara diminta menyesuaikan rute perjalanan guna menghindari kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut.

Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung Sate

Baca Juga:  Mahasiswa Demo Soal Permasalahan Tanah Air di Gedung Sate, Mulai dari Rempang hingga Pelanggaran HAM

Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun Instagram @mediainfojabar, sejumlah pengalihan arus telah disiapkan agar mobilitas kendaraan tetap berjalan lancar.

Adapun skema rekayasa lalu lintas yang diberlakukan sebagai berikut:

Dari arah Pusdai menuju RRI

Pengendara diarahkan melintasi:

  • Jalan Sentot Alibasyah
  • Jalan Majapahit
  • Kembali menuju Jalan Diponegoro arah DPRD Jawa Barat

Dari arah Jalan Diponegoro menuju RRI

Arus kendaraan dialihkan melalui:

  • Jalan Majapahit
  • Jalan Sentot Alibasyah
  • Belok kiri menuju Jalan Diponegoro arah RRI

Jalur Alternatif Selama Jalan Diponegoro Ditutup

Masyarakat yang biasa melintasi kawasan Gedung Sate dan Gasibu tetap dapat menggunakan beberapa ruas jalan alternatif, di antaranya:

  • Jalan Sentot Alibasyah
  • Jalan Surapati
  • Jalan Majapahit
Baca Juga:  Jelang HUT ke-79 RI, Lapangan Gasibu Ditutup untuk Umum Selama 6 Hari

Pengendara juga diimbau mengatur waktu keberangkatan lebih awal, terutama pada jam sibuk, untuk menghindari antrean kendaraan di sekitar lokasi proyek.

Selain itu, pengguna jalan diminta mematuhi rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas yang berjaga di lapangan demi kelancaran arus kendaraan.

Jalan Diponegoro Akan Menjadi Ruang Publik

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan proyek penataan kawasan tidak menghilangkan keberadaan Jalan Diponegoro.

Menurutnya, jalan tersebut tetap dipertahankan, namun fungsinya berubah sehingga tidak lagi dapat dilalui kendaraan bermotor dan akan dimanfaatkan sebagai ruang publik.

Baca Juga:  Friday Car Free, Upaya Pemprov Jabar Turunkan Traffic Kendaraan

“Penyatuan antara Gasibu dan Gedung Sate menjadi satu kesatuan karena tidak lagi dilewati kendaraan umum,” ujar Dedi Mulyadi.

Konsep tersebut diharapkan menciptakan kawasan yang lebih ramah bagi pejalan kaki sekaligus memperkuat fungsi Gedung Sate dan Lapangan Gasibu sebagai ruang publik ikonik di Kota Bandung.

Selama proses pembangunan berlangsung hingga September 2026, masyarakat diharapkan memanfaatkan jalur alternatif yang telah disediakan agar aktivitas di pusat Kota Bandung tetap berjalan lancar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Gedung Sate Jalan Diponegoro Bandung Jalan Diponegoro ditutup jalur alternatif Bandung Lapangan Gasibu rekayasa lalu lintas bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

MSU Medical Centre Bidik Pasien Indonesia, Tawarkan Layanan Jantung hingga Medical Check-up

Febrie Adriansyah Buka Suara Soal Temuan Brankas di Rumah Pribadinya

Jadwal Asia Africa Festival 2026 Bandung, Cek Daftar Jalan yang Ditutup 11-12 Juli

Kabar Duka! Mantan Mendag Rachmat Gobel Meninggal Dunia

Panduan Lengkap Cek Bansos PKH BPNT Juli 2026, Simak Nominal dan Jadwal Pencairannya

Tabrak Lari di Pasteur Bandung Berujung Maut, Satu Korban Meninggal usai Dirawat Intensif

Terpopuler
  • Bagan Resmi 16 Besar Piala Dunia 2026: Peta Persaingan Fase Gugur Menuju Semifinal
  • Retaknya Panca Curiga di Tanah Purwakarta: Di Mana Batas ‘Heureuy’ Sunda Saat Tubuh Perempuan Jadi Bahan Jenaka?
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Kisah Keyshia, Mojang Bandung yang Rela Kurang Tidur Demi Kejar Prestasi: Hasil Tak Mengkhianati Proses!
  • Link Live Streaming Argentina vs Cape Verde Piala Dunia 2026, Tonton di TVRI dan OTT
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.