bukamata.id – Pemerintah mulai menyalurkan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk tahap ketiga periode Juli–September 2026. Masyarakat yang merasa memenuhi syarat dapat segera melakukan cek penerima bansos PKH BPNT Juli 2026 secara online menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada KTP.
Pengecekan status penerima penting dilakukan untuk mengetahui apakah bantuan sudah ditetapkan dan siap dicairkan melalui Bank Himbara, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), atau PT Pos Indonesia.
Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT Juli 2026 Lewat Website
Kementerian Sosial (Kemensos) menyediakan layanan Cek Bansos yang dapat diakses secara gratis melalui internet.
Berikut langkah-langkahnya:
- Buka laman cekbansos.kemensos.go.id.
- Masukkan data wilayah sesuai domisili.
- Ketik Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP.
- Masukkan kode verifikasi (captcha) yang muncul.
- Klik tombol “Cari Data”.
- Tunggu hingga sistem menampilkan status penerima manfaat.
Apabila pada hasil pencarian muncul status “Ya”, artinya nama tersebut terdaftar sebagai penerima bantuan sosial dan proses pencairan dapat segera dilakukan sesuai jadwal penyaluran.
Cek Bansos Juga Bisa Melalui Aplikasi
Selain website, Kemensos juga menyediakan aplikasi Cek Bansos yang dapat diunduh melalui Play Store maupun App Store.
Cara menggunakannya cukup mudah, yaitu:
- Unduh aplikasi Cek Bansos.
- Buat akun baru dengan mengisi data diri.
- Masukkan NIK, alamat, email, dan password.
- Unggah foto KTP serta swafoto.
- Lakukan verifikasi akun jika diperlukan.
- Login ke aplikasi.
- Pilih menu Profil untuk melihat status kepesertaan bansos.
Pada menu tersebut akan ditampilkan informasi mengenai jenis bantuan sosial yang diterima.
Apa Itu PKH dan BPNT?
Program Keluarga Harapan (PKH)
PKH merupakan program bantuan sosial bersyarat yang diberikan kepada keluarga miskin atau rentan miskin yang telah memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah.
Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui bantuan di bidang pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan sosial.
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
BPNT adalah bantuan pangan yang diberikan dalam bentuk saldo elektronik melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Saldo tersebut digunakan untuk membeli kebutuhan pangan di e-Warong KUBE PKH atau pedagang yang bekerja sama dengan bank penyalur.
Jadwal Pencairan PKH dan BPNT Tahun 2026
Penyaluran bantuan sosial dilakukan dalam empat tahap selama satu tahun, yakni:
- Tahap 1: Januari–Maret
- Tahap 2: April–Juni
- Tahap 3: Juli–September
- Tahap 4: Oktober–Desember
Pencairan dilakukan secara bertahap sehingga setiap daerah bisa memiliki jadwal yang berbeda.
Siapa yang Berhak Menerima Bansos?
Kemensos menetapkan penerima bantuan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang diperbarui secara berkala oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Pada penyaluran sebelumnya, lebih dari 470 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru ditetapkan sebagai penerima bansos setelah proses pemutakhiran data.
Penerima bantuan umumnya berasal dari masyarakat yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4 dan memenuhi persyaratan sesuai ketentuan pemerintah.
Besaran Bantuan PKH Juli 2026
Nominal bantuan PKH berbeda-beda sesuai kategori penerima.
Berikut rinciannya:
- Ibu hamil: Rp750.000 per tahap
- Anak usia dini: Rp750.000 per tahap
- Siswa SD: Rp225.000 per tahap
- Siswa SMP: Rp375.000 per tahap
- Siswa SMA/SMK: Rp500.000 per tahap
- Penyandang disabilitas berat: Rp600.000 per tahap
- Lansia usia 60 tahun ke atas: Rp600.000 per tahap
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp2.700.000 per tahap
Nominal BPNT Juli 2026
Berbeda dengan PKH, BPNT memiliki nominal yang sama untuk seluruh penerima.
Besaran bantuan adalah:
- Rp200.000 per bulan
Karena pencairan dilakukan setiap tiga bulan, maka penerima memperoleh:
Rp200.000 × 3 bulan = Rp600.000
Dana tersebut disalurkan langsung ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) melalui Bank Himbara atau disalurkan melalui PT Pos Indonesia bagi penerima tertentu.
Jangan Lupa Cek Status Secara Berkala
Karena proses pencairan dilakukan bertahap di setiap daerah, masyarakat disarankan rutin memantau status penerima melalui website maupun aplikasi resmi Kemensos.
Dengan begitu, penerima dapat segera mengetahui kapan bantuan telah masuk dan dapat dicairkan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










