bukamata.id – Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) membantah kabar yang menyebut ledakan mortir yang menewaskan tiga warga di Kampung Ciparang, Kabupaten Bandung Barat, terjadi di kawasan latihan militer Pusdikif Cipatat.
Komandan Pusdikif, Brigjen TNI Zaipul Rahman, menegaskan peristiwa tersebut terjadi di rumah warga, bukan di area latihan militer seperti yang ramai diberitakan.
Meski demikian, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan asal-usul mortir yang meledak tersebut.
Pusdikif Tegaskan Ledakan Terjadi di Rumah Warga
Zaipul Rahman menepis informasi yang menyebut ledakan terjadi di lokasi latihan militer Pusdikif.
Menurutnya, lokasi kejadian berada di sebuah rumah warga di Kampung Ciparang.
“Bukan, tidak benar berita itu. Itu terjadi di Kampung Ciparang, bukan di Pusdikif. Di rumah penduduk, bukan di tempatnya Pusdikif. Di rumah penduduk,” kata Zaipul saat dikonfirmasi, Kamis (9/7/2026).
Ia menambahkan, kawasan latihan di Cipatat digunakan oleh berbagai satuan TNI, sehingga proyektil tersebut belum tentu berasal dari aktivitas latihan Pusdikif.
Kawasan Latihan Digunakan Berbagai Satuan TNI
Zaipul menjelaskan bahwa area latihan di Cipatat merupakan fasilitas bersama yang dimanfaatkan sejumlah satuan TNI.
Beberapa satuan yang menggunakan kawasan tersebut antara lain:
- Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad)
- Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikav)
- Yonkav 7
- Yonkav 9
- Satuan TNI lainnya yang melaksanakan latihan penembakan
Karena itu, menurutnya, belum dapat dipastikan bahwa mortir yang meledak berasal dari latihan Pusdikif.
Pusdikif Klaim Terapkan SOP Ketat Saat Latihan
Pihak Pusdikif menegaskan setiap latihan penembakan selalu dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Sebelum latihan dimulai, petugas membunyikan sirene sebanyak lima kali sebagai tanda peringatan agar masyarakat tidak memasuki area latihan.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan ketua RT dan RW di sekitar kawasan latihan.
“Yang pertama adalah prosedurnya memberikan peringatan sirene selama lima kali supaya masyarakat tidak masuk daerah latihan,” ujar Zaipul.
Menurutnya, sosialisasi kepada masyarakat rutin dilakukan setiap kali latihan penembakan akan berlangsung.
Munisi Tak Meledak Diklaim Selalu Dimusnahkan
Zaipul mengatakan setelah latihan selesai, seluruh amunisi yang digunakan dihitung kembali.
Apabila ditemukan munisi yang gagal meledak, petugas akan melakukan penyisiran sebelum dilakukan proses disposal atau pemusnahan sesuai prosedur.
“Setelah latihan penembakan, kita hitung berapa munisi yang meledak dan yang tidak meledak. Kemudian kita melakukan penyisiran. Munisi-munisi yang tidak meledak kita disposal, kita ledakkan,” jelasnya.
Pusdikif juga mengaku telah memasang papan larangan memasuki kawasan latihan di sejumlah titik sebagai langkah pencegahan.
Pusdikif Koordinasi dengan Polisi
Terkait penyelidikan asal-usul mortir, Zaipul menyebut pihaknya telah mengirim tim ke Polres untuk berkoordinasi sekaligus meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa sebagian warga diketahui masih mencari barang bekas atau rongsokan di sekitar kawasan latihan.
Menurutnya, tidak sedikit warga yang menemukan munisi sisa dan membawanya pulang.
“Masyarakat kan biasa di situ cari-cari sambil menggali-gali, banyak munisi-munisi sisa zaman dulu. Terus diketok-ketok sendiri di rumahnya, meledak,” katanya.
Polisi Selidiki Dugaan Mortir Dibawa Korban dari Kawasan Latihan
Sebelumnya, tiga warga Kampung Ciparang meninggal dunia akibat ledakan mortir yang terjadi pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal kepolisian, mortir diduga merupakan proyektil yang sebelumnya ditemukan korban saat memulung di kawasan latihan militer di Cipatat.
Korban diketahui kerap mengumpulkan selongsong maupun proyektil bekas latihan untuk dijual sebagai barang rongsokan. Aktivitas tersebut disebut telah beberapa kali dilarang oleh pihak TNI karena berisiko tinggi membahayakan keselamatan.
Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki asal-usul mortir serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan ledakan tersebut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









