Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Pemandangan eksotis Waduk Jatiluhur, ikon wisata Purwakarta sejak dulu.

Healing Tipis-tipis ke Purwakarta: 15 Rekomendasi Tempat Wisata Instagramable Dekat Jakarta

Kamis, 9 Juli 2026 18:09 WIB

Misi Persib Bandung di Piala Presiden 2026: Bukan Soal Trofi, Tapi Kesiapan Empat Kompetisi

Kamis, 9 Juli 2026 17:05 WIB
Ilustrasi korban meninggal.

Polisi Selidiki Asal Mortir Maut di Bandung Barat, Pusdikif Bantah Jadi Lokasi Ledakan

Kamis, 9 Juli 2026 17:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Healing Tipis-tipis ke Purwakarta: 15 Rekomendasi Tempat Wisata Instagramable Dekat Jakarta
  • Misi Persib Bandung di Piala Presiden 2026: Bukan Soal Trofi, Tapi Kesiapan Empat Kompetisi
  • Polisi Selidiki Asal Mortir Maut di Bandung Barat, Pusdikif Bantah Jadi Lokasi Ledakan
  • Daftar Bansos Cair Juli 2026 Lengkap, BPNT Rp600 Ribu, PKH hingga Beras 20 Kg
  • Gempa M 2,7 Guncang Bandung Siang Ini, BMKG Ungkap Penyebabnya
  • Persib Siap Umumkan Mariano Peralta? Umuh Muchtar Beri Sinyal Kejutan Besar
  • Jurgen Klinsmann Bongkar Rahasia Sukses Norwegia di Piala Dunia 2026, Bukan Cuma Haaland
  • Selangor Malaysia Bidik Pasar Indonesia Lewat Promosi Wisata Medis di Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 9 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Polisi Selidiki Asal Mortir Maut di Bandung Barat, Pusdikif Bantah Jadi Lokasi Ledakan

By SusanaKamis, 9 Juli 2026 17:00 WIB3 Mins Read
Ilustrasi korban meninggal.
Ilustrasi korban meninggal. (Ilustrasi Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) membantah kabar yang menyebut ledakan mortir yang menewaskan tiga warga di Kampung Ciparang, Kabupaten Bandung Barat, terjadi di kawasan latihan militer Pusdikif Cipatat.

Komandan Pusdikif, Brigjen TNI Zaipul Rahman, menegaskan peristiwa tersebut terjadi di rumah warga, bukan di area latihan militer seperti yang ramai diberitakan.

Meski demikian, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan asal-usul mortir yang meledak tersebut.

Pusdikif Tegaskan Ledakan Terjadi di Rumah Warga

Zaipul Rahman menepis informasi yang menyebut ledakan terjadi di lokasi latihan militer Pusdikif.

Menurutnya, lokasi kejadian berada di sebuah rumah warga di Kampung Ciparang.

“Bukan, tidak benar berita itu. Itu terjadi di Kampung Ciparang, bukan di Pusdikif. Di rumah penduduk, bukan di tempatnya Pusdikif. Di rumah penduduk,” kata Zaipul saat dikonfirmasi, Kamis (9/7/2026).

Ia menambahkan, kawasan latihan di Cipatat digunakan oleh berbagai satuan TNI, sehingga proyektil tersebut belum tentu berasal dari aktivitas latihan Pusdikif.

Baca Juga:  Pemkab Bandung Barat Siapkan Antisipasi Penguatan Sinyal di 301 TPS

Kawasan Latihan Digunakan Berbagai Satuan TNI

Zaipul menjelaskan bahwa area latihan di Cipatat merupakan fasilitas bersama yang dimanfaatkan sejumlah satuan TNI.

Beberapa satuan yang menggunakan kawasan tersebut antara lain:

  • Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad)
  • Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikav)
  • Yonkav 7
  • Yonkav 9
  • Satuan TNI lainnya yang melaksanakan latihan penembakan

Karena itu, menurutnya, belum dapat dipastikan bahwa mortir yang meledak berasal dari latihan Pusdikif.

Pusdikif Klaim Terapkan SOP Ketat Saat Latihan

Pihak Pusdikif menegaskan setiap latihan penembakan selalu dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Sebelum latihan dimulai, petugas membunyikan sirene sebanyak lima kali sebagai tanda peringatan agar masyarakat tidak memasuki area latihan.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan ketua RT dan RW di sekitar kawasan latihan.

“Yang pertama adalah prosedurnya memberikan peringatan sirene selama lima kali supaya masyarakat tidak masuk daerah latihan,” ujar Zaipul.

Baca Juga:  Kelelahan saat Bertugas, Satu Anggota KPPS Bandung Barat Meninggal Dunia

Menurutnya, sosialisasi kepada masyarakat rutin dilakukan setiap kali latihan penembakan akan berlangsung.

Munisi Tak Meledak Diklaim Selalu Dimusnahkan

Zaipul mengatakan setelah latihan selesai, seluruh amunisi yang digunakan dihitung kembali.

Apabila ditemukan munisi yang gagal meledak, petugas akan melakukan penyisiran sebelum dilakukan proses disposal atau pemusnahan sesuai prosedur.

“Setelah latihan penembakan, kita hitung berapa munisi yang meledak dan yang tidak meledak. Kemudian kita melakukan penyisiran. Munisi-munisi yang tidak meledak kita disposal, kita ledakkan,” jelasnya.

Pusdikif juga mengaku telah memasang papan larangan memasuki kawasan latihan di sejumlah titik sebagai langkah pencegahan.

Pusdikif Koordinasi dengan Polisi

Terkait penyelidikan asal-usul mortir, Zaipul menyebut pihaknya telah mengirim tim ke Polres untuk berkoordinasi sekaligus meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa sebagian warga diketahui masih mencari barang bekas atau rongsokan di sekitar kawasan latihan.

Baca Juga:  Hantam 8 Kendaraan, Begini Kronologi Truk Tronton Alami Rem Blong di Cipatat Bandung Barat

Menurutnya, tidak sedikit warga yang menemukan munisi sisa dan membawanya pulang.

“Masyarakat kan biasa di situ cari-cari sambil menggali-gali, banyak munisi-munisi sisa zaman dulu. Terus diketok-ketok sendiri di rumahnya, meledak,” katanya.

Polisi Selidiki Dugaan Mortir Dibawa Korban dari Kawasan Latihan

Sebelumnya, tiga warga Kampung Ciparang meninggal dunia akibat ledakan mortir yang terjadi pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal kepolisian, mortir diduga merupakan proyektil yang sebelumnya ditemukan korban saat memulung di kawasan latihan militer di Cipatat.

Korban diketahui kerap mengumpulkan selongsong maupun proyektil bekas latihan untuk dijual sebagai barang rongsokan. Aktivitas tersebut disebut telah beberapa kali dilarang oleh pihak TNI karena berisiko tinggi membahayakan keselamatan.

Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki asal-usul mortir serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan ledakan tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Barat Brigjen Zaipul Rahman ledakan mortir Bandung Barat Mortir Ciparang Pusdikif Cipatat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

Daftar Bansos Cair Juli 2026 Lengkap, BPNT Rp600 Ribu, PKH hingga Beras 20 Kg

gempa

Gempa M 2,7 Guncang Bandung Siang Ini, BMKG Ungkap Penyebabnya

Selangor Malaysia Bidik Pasar Indonesia Lewat Promosi Wisata Medis di Bandung

pembunuhan

Kasus Pembunuhan saat Perayaan Persib Juara di Bandung Belum Tuntas, Dua Pelaku Masih Buron

Tragis! Tiga Warga Bandung Barat Tewas Diduga Akibat Ledakan Mortir

Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!

Terpopuler
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Bagan Resmi 16 Besar Piala Dunia 2026: Peta Persaingan Fase Gugur Menuju Semifinal
  • Retaknya Panca Curiga di Tanah Purwakarta: Di Mana Batas ‘Heureuy’ Sunda Saat Tubuh Perempuan Jadi Bahan Jenaka?
  • Viral Cristiano Ronaldo Ucapkan Bismillah Saat Eksekusi Penalti Lawan Kroasia
  • Jadwal Lengkap 16 Besar Piala Dunia 7 Juli 2026: Spanyol vs Portugal Main Jam Berapa?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.