bukamata.id – Asia Africa Festival (AAF) 2026 kembali digelar di Kota Bandung pada akhir pekan ini. Event tahunan yang menjadi salah satu agenda wisata unggulan Kota Kembang tersebut akan berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu, 11 Juli hingga Minggu, 12 Juli 2026.
Selama pelaksanaan festival, masyarakat akan disuguhkan beragam atraksi budaya, pertunjukan seni, hingga bazar yang melibatkan berbagai negara di kawasan Asia dan Afrika.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pun telah menyiapkan sejumlah kantong parkir serta rekayasa lalu lintas guna mendukung kelancaran acara.
Pemkot Bandung Siapkan Kantong Parkir untuk Pengunjung
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kantong parkir telah disiapkan di sejumlah titik untuk mengakomodasi kendaraan para pengunjung Asia Africa Festival 2026.
Beberapa lokasi parkir berada di kawasan Jalan Naripan hingga Cikapundung, sehingga diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi acara.
Sementara itu, skema rekayasa lalu lintas masih disusun oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung bersama Polrestabes Bandung melalui analisis dampak lalu lintas.
“Analisis dampak lalu lintas masih dilakukan oleh Dishub bersama Polrestabes agar pelaksanaan festival berjalan lancar,” ujar Farhan, Rabu (8/7/2026).
Asia Africa Festival 2026 Hadirkan Tiga Agenda Utama
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menjelaskan bahwa Asia Africa Festival 2026 dibagi menjadi tiga kegiatan utama, yaitu:
- Asia Africa Carnival
- Asia Africa Corner
- Asia Africa Market
Ketiga agenda tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman budaya yang lebih beragam sekaligus memperkuat hubungan persahabatan antara negara-negara Asia dan Afrika.
Rute Asia Africa Carnival 2026
Salah satu acara yang paling dinantikan adalah Asia Africa Carnival.
Pawai budaya akan dimulai dari Jalan Asia Afrika, tepatnya di depan Kantor Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat.
Selanjutnya, peserta akan berjalan menuju garis finis di Jalan Cikapundung Barat.
Menurut Adi, karnaval akan berlangsung sejak pagi hari hingga sekitar pukul 12.00 WIB.
“Karnaval tersebut akan berlangsung sejak pagi hari hingga sekitar pukul 12.00 WIB dan menjadi salah satu atraksi utama yang diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat maupun wisatawan,” ujar Adi.
Parade budaya ini menjadi simbol keberagaman sekaligus mengingatkan kembali sejarah Kota Bandung sebagai tuan rumah Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955.
Asia Africa Corner Digelar di Lokasi Bersejarah Bandung
Selain karnaval, pengunjung juga dapat menikmati Asia Africa Corner yang berlangsung selama 11-12 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang interaksi budaya antara Kota Bandung dengan negara-negara sahabat dari Asia dan Afrika.
Beberapa lokasi yang menjadi pusat kegiatan meliputi:
- Gedung Merdeka
- Museum Konferensi Asia Afrika
- Damasik Art Space
- Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK)
Setiap lokasi akan menghadirkan konsep acara yang berbeda.
Di Damasik Art Space, misalnya, negara-negara peserta akan menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, mulai dari teater, musik, hingga pemutaran film pendek.
“Setiap lokasi akan menyuguhkan konsep kegiatan yang berbeda. Di Damasik Art Space misalnya, negara-negara sahabat berkesempatan menampilkan berbagai karya seni dan budaya, mulai dari pertunjukan teater, musik, hingga pemutaran film pendek,” jelas Adi.
Asia Africa Market Ramaikan Festival
Selain menikmati pertunjukan budaya, masyarakat juga dapat mengunjungi Asia Africa Market.
Area ini akan menghadirkan berbagai produk unggulan, kuliner, serta kerajinan dari pelaku UMKM dan peserta dari berbagai negara, sehingga menjadi salah satu daya tarik utama selama festival berlangsung.
Dengan rangkaian acara yang semakin beragam, Asia Africa Festival 2026 diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Bandung sekaligus memperkuat citra Bandung sebagai kota kreatif dan pusat diplomasi budaya dunia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










