bukamata.id – Ipan Nurzaman (25), warga Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah diduga diseret buaya di Sungai Teluk Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 18.15 WIB, setelah empat hari pencarian sejak dilaporkan hilang. Jenazah ditemukan sekitar 3,4 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Setelah proses identifikasi dan evakuasi selesai dilakukan, jenazah langsung diberangkatkan menuju kampung halamannya di Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, untuk disemayamkan sekaligus dimakamkan.
Jenazah Diperkirakan Tiba di Cililin Sore Hari
Kepala Desa Batulayang, Imam Mujahidin, membenarkan kabar ditemukannya Ipan Nurzaman.
Menurutnya, informasi tersebut diperoleh langsung dari pihak keluarga yang berada di Banyuasin dan mengikuti proses pencarian.
“Betul, alhamdulillah sudah ditemukan kemarin sore. Sekarang jenazah sedang dalam perjalanan menuju Cililin,” ujar Imam saat dikonfirmasi, Jumat (10/7/2026).
Ia mengatakan, berdasarkan informasi terakhir, rombongan pembawa jenazah telah menyeberang melalui Pelabuhan Merak dan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Bandung Barat.
“Informasi terakhir sudah masuk jalan tol. Diperkirakan tiba di Cililin sekitar pukul 16.00 sampai 17.00 WIB, kemudian malam ini rencananya langsung dimakamkan,” katanya.
Pihak keluarga telah memutuskan untuk memakamkan almarhum pada Jumat malam di area pemakaman keluarga yang berada tidak jauh dari rumah duka.
Hilang Saat Memperbaiki Perahu
Sebelumnya, Ipan Nurzaman dilaporkan hilang pada Senin (6/7/2026) dini hari saat berada di Sungai Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin.
Saat itu korban bersama sejumlah rekannya sedang memperbaiki perahu yang digunakan untuk bekerja.
Dalam peristiwa tersebut, korban disebut melompat ke sungai sebelum diduga diserang dan diseret seekor buaya. Rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik kejadian sempat viral di media sosial dan menarik perhatian publik.
Selama empat hari, Tim SAR Gabungan bersama BPBD, TNI, Polri, serta masyarakat setempat melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai hingga akhirnya jasad korban berhasil ditemukan.
Pemulangan Jenazah Difasilitasi Perusahaan
Imam mengungkapkan, pemerintah desa bersama keluarga sebelumnya telah menyiapkan rencana untuk menjemput jenazah ke Sumatera Selatan apabila diperlukan.
Namun rencana tersebut dibatalkan setelah perusahaan tempat korban bekerja memastikan akan memfasilitasi seluruh proses pemulangan jenazah ke kampung halaman.
“Begitu mendapat kabar korban ditemukan, kami bersyukur meski kondisinya sudah meninggal dunia. Dari sana juga disampaikan jenazah akan diantarkan ke kampung halaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejak awal pihak desa terus berkoordinasi dengan keluarga, Ketua RW, hingga sopir ambulans sebagai langkah antisipasi apabila penjemputan harus dilakukan secara mandiri.
Meski demikian, seluruh proses pemulangan akhirnya ditangani oleh pihak perusahaan, termasuk biaya transportasi jenazah hingga tiba di Kabupaten Bandung Barat.
“Saya sudah sampaikan kepada keluarga agar fokus dulu pada proses pencarian. Kalau memang harus dijemput, kami sudah siap berangkat. Tapi akhirnya semua proses pemulangan difasilitasi oleh perusahaan,” pungkas Imam.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










