bukamata.id – Menandai perjalanan enam tahun eksistensinya, AstraPay kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas jangkauan literasi keuangan digital. Langkah strategis ini diwujudkan melalui ajang Media Gathering & Workshop yang mempertemukan pemangku kepentingan kunci: Bank Indonesia, pelaku UMKM, dan rekan media di kawasan Jalan Progo, Bandung, Jumat (10/7/2026).
Acara yang mengusung workshop From News Room to News Creator ini bukan sekadar perayaan seremonial. Bagi AstraPay, ini adalah momentum reflektif untuk memetakan tantangan dan peluang dalam mengakselerasi ekosistem pembayaran digital nasional.
Sinergi untuk Ekonomi Digital
Presiden Direktur AstraPay, Rina Apriana, menyoroti bahwa capaian perusahaan tidak bisa dilepaskan dari kolaborasi lintas sektor yang selama ini terbangun.
“Hari ini kami mengumpulkan seluruh stakeholder yang membuat ekosistem digital payment ini berjalan, mulai dari UMKM, AstraPay sebagai penyedia jasa pembayaran digital, media yang memberikan edukasi kepada masyarakat, hingga Bank Indonesia sebagai regulator,” ujar Rina.
Hingga pertengahan 2026, AstraPay telah mencatatkan angka impresif dengan basis pengguna menembus 17,5 juta orang. Dengan volume transaksi melampaui Rp150 triliun dari 300 juta transaksi, Rina menekankan bahwa fokus utama mereka tetap pada dampak sosial.
“Angka-angka itu bukan sekadar pencapaian, tetapi bagaimana kami bisa memberikan manfaat nyata, terutama bagi UMKM sebagai salah satu pilar penting perekonomian Indonesia,” katanya.
Mengapa Jawa Barat Menjadi Kunci?
Pemilihan Bandung sebagai lokasi perayaan bukan tanpa alasan. Jawa Barat tercatat sebagai penyumbang transaksi terbesar bagi AstraPay dengan porsi 15 persen dari total transaksi nasional. Keunggulan AstraPay yang terintegrasi dengan ekosistem Grup Astra—mulai dari pembayaran angsuran, transportasi, hingga layanan finansial lainnya—menjadi nilai tambah yang dirasakan langsung oleh pengguna di wilayah ini.
Lebih jauh, Rina menjelaskan urgensi digitalisasi bagi pelaku usaha kecil.
“Dengan digital payment, transaksi menjadi lebih aman, seluruh pembayaran tercatat, dan data transaksi tersebut bisa dimanfaatkan UMKM untuk mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan,” ujarnya.
Ia pun menambahkan, “Kami berada di dalam ekosistem Astra sehingga pengguna bisa mengakses berbagai layanan, mulai dari pembayaran angsuran, pembiayaan, transportasi, hingga berbagai produk dan layanan Astra lainnya,” katanya.
Peran Krusial Media dan Regulator
Senada dengan Rina, Komisaris AstraPay, Peter Jacobs, menggarisbawahi bahwa digitalisasi saat ini sudah bertransformasi dari sekadar tren menjadi kebutuhan primer untuk menjaga roda ekonomi tetap berputar.
“Digitalisasi bukan lagi sekadar tren, tetapi sudah menjadi kebutuhan. Pembayaran menjadi lebih mudah, lebih aman, dan lebih tercatat sehingga mampu mempercepat roda perekonomian,” ujarnya.
Peter juga memberikan catatan khusus bagi insan media untuk menjadi jembatan edukasi.
“Media memiliki peran besar menerjemahkan informasi dari regulator menjadi bahasa yang lebih mudah dipahami masyarakat sehingga literasi keuangan digital semakin meningkat,” katanya.
Dukungan nyata dari regulator pun terlihat dari data yang disampaikan oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bandung, Nani Skaningsih. Berdasarkan data per Mei 2026, Jawa Barat memimpin adopsi QRIS nasional dengan 14,17 juta pengguna.
“Hingga Mei 2026, jumlah pengguna QRIS di Jawa Barat mencapai sekitar 14,17 juta pengguna atau sekitar 22,49 persen dari total nasional. Dari sisi merchant terdapat sekitar 10,45 juta merchant, terbesar di Indonesia,” ungkap Nani.
Menurut Nani, digitalisasi bagi UMKM di Jawa Barat bukan sekadar urusan pembayaran, melainkan pintu masuk menuju efisiensi bisnis.
“Digitalisasi UMKM bukan hanya soal pembayaran, tetapi juga membuka peluang meningkatkan produktivitas, efisiensi pencatatan keuangan, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar,” jelasnya.
Menutup rangkaian diskusi, Nani berharap agar sinergi antar-elemen ini tidak berhenti pada seremonial, melainkan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi digital yang lebih inklusif ke depannya.
“Semoga sinergi ini terus memberikan manfaat dalam memperkuat ekosistem pembayaran digital sekaligus mendukung perkembangan UMKM di Indonesia,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










