Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Influenza A Merebak di Bandung Barat, 31 Orang Terkonfirmasi Positif

Sabtu, 3 Oktober 2026 04:00 WIB

BSU Oktober-Desember 2026 Dibayar Sekaligus, Total Bantuan Rp900 Ribu

Sabtu, 3 Oktober 2026 03:00 WIB

Surga Tersembunyi di Tanah Sunda: 6 Destinasi Wisata Sukabumi Paling Hits untuk Liburan Akhir Pekan

Sabtu, 3 Oktober 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Influenza A Merebak di Bandung Barat, 31 Orang Terkonfirmasi Positif
  • BSU Oktober-Desember 2026 Dibayar Sekaligus, Total Bantuan Rp900 Ribu
  • Surga Tersembunyi di Tanah Sunda: 6 Destinasi Wisata Sukabumi Paling Hits untuk Liburan Akhir Pekan
  • Panduan Lengkap Cek Penerima BSU 2026: Subsidi Upah Rp900 Ribu Cair Sekaligus untuk 3 Bulan
  • Rekor Baru Purwakarta! 500 Ribu Genteng Plered Resmi Meluncur untuk Program Gentengisasi
  • Aksi Mencekam Pelajar Bawa Celurit Jumbo di Majalengka, Warga: Motor Dibacok hingga Helm Dirampas
  • Drive Your Future Phase 2 InDrive Sasar Mahasiswa Bandung, Ada Edukasi Keselamatan Berkendara
  • Bandung Siapkan Kolam Retensi Baru untuk Atasi Banjir, Dibangun 2027
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 3 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Selamat Jalan Temon, Kisah Haru Mantan Staf HRD yang Pilih Jadi Pelawak Legendaris Kini Berpulang

By SusanaMinggu, 12 Juli 2026 14:00 WIB6 Mins Read
Temon atau Temon Templar, meninggal dunia pada Minggu (12/7/2026) di Jakarta dalam usia 59 tahun. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia hiburan Indonesia kehilangan salah satu komedian yang telah menghibur masyarakat selama lebih dari tiga dekade. Simson Rarameha Ngadang, yang lebih dikenal dengan nama Temon atau Temon Templar, meninggal dunia pada Minggu (12/7/2026) di Jakarta dalam usia 59 tahun.

Kepergian Temon menjadi duka bagi banyak kalangan. Sosoknya dikenal bukan hanya sebagai komedian, tetapi juga aktor, penyiar radio, hingga penyanyi yang mewarnai layar kaca Indonesia sejak awal 1990-an.

Bagi generasi yang tumbuh pada era 2000-an, nama Temon nyaris tak bisa dipisahkan dari sitkom legendaris Abdel dan Temon Bukan Superstar, tayangan yang melambungkan namanya bersama Abdel Achrian dan menjadi salah satu program komedi paling dikenang hingga kini.

Namun jauh sebelum dikenal sebagai pelawak televisi, perjalanan hidup Temon ternyata penuh liku. Lulusan psikologi Universitas Indonesia itu sempat bekerja di dunia profesional sebelum akhirnya memilih panggung hiburan sebagai jalan hidupnya.

Biodata Temon Templar

  • Nama lengkap: Simson Rarameha Ngadang
  • Nama panggung: Temon / Temon Templar
  • Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 28 Desember 1966
  • Meninggal dunia: Jakarta, 12 Juli 2026
  • Usia: 59 tahun
  • Pendidikan: Sarjana Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
  • Profesi: Komedian, aktor, penyiar radio, penyanyi

Lulusan Psikologi UI yang Memilih Dunia Hiburan

Tak banyak yang mengetahui bahwa Temon memiliki latar belakang akademik yang cukup mentereng.

Setelah menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 3 Jakarta, ia diterima di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada tahun 1985 melalui jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK).

Perjalanan kuliahnya tidak selalu berjalan mulus.

Temon membutuhkan waktu sekitar sembilan tahun untuk menyelesaikan studi karena mengalami kendala dalam penyusunan skripsi. Meski demikian, ia akhirnya berhasil meraih gelar Sarjana Psikologi (S.Psi.) pada tahun 1995.

Ijazah tersebut sempat membawanya bekerja sebagai staf Human Resources Department (HRD) di sebuah perusahaan.

Bahkan, ia juga pernah membuka praktik di sebuah rumah sakit jiwa sebelum akhirnya memutuskan fokus meniti karier di dunia hiburan.

Mengawali Karier dari Radio SK

Perjalanan Temon di industri hiburan dimulai pada tahun 1992 ketika bergabung sebagai penyiar di Radio Humor Suara Kejayaan (Radio SK).

Radio tersebut dikenal sebagai tempat lahirnya banyak komedian besar Indonesia.

Di sanalah Temon bertemu dengan Abdel Achrian.

Persahabatan mereka yang terjalin sejak awal 1990-an kemudian berkembang menjadi duet komedi yang kelak dikenal luas masyarakat Indonesia.

Kemampuan Temon dalam melontarkan humor spontan membuat namanya mulai diperhitungkan di dunia hiburan.

Dari Bajaj Bajuri hingga Abdel dan Temon

Kesempatan berakting mulai datang ketika Temon dipercaya membintangi sejumlah program televisi.

Salah satu penampilan awalnya yang cukup dikenal adalah saat memerankan karakter Kosyim dalam sitkom legendaris Bajaj Bajuri yang tayang pada 2002 hingga 2005.

Namun titik balik kariernya terjadi pada tahun 2008.

Temon bersama Abdel Achrian membintangi sitkom Abdel dan Temon Bukan Superstar, sebuah serial komedi yang sukses mencuri perhatian penonton.

Dalam sitkom tersebut, Temon memerankan sosok pria polos, banyak akal, kerap mencari jalan pintas memperoleh uang, namun hampir selalu berakhir apes.

Karakter itu dipadukan dengan sosok Abdel yang lebih tenang dan rasional sehingga menciptakan chemistry komedi yang kuat.

Kelucuan mereka, ditambah interaksi dengan tokoh Mukhlis sang satpam kompleks, membuat sitkom tersebut menjadi salah satu tayangan komedi yang masih sering dikenang hingga sekarang.

Popularitasnya kemudian berlanjut melalui beberapa sekuel, antara lain:

  • Abdel dan Temon Masih Bukan Superstar
  • Bukan Abdel dan Temon Biasa
  • Abdel & Temon Reunian (2018)

Selain itu, Temon juga beberapa kali tampil sebagai bintang tamu dalam berbagai program komedi televisi.

Aktif Bermain Film dan Sinetron

Tak hanya sukses di sitkom, Temon juga aktif membintangi berbagai sinetron dan film layar lebar.

Beberapa sinetron yang pernah dibintanginya antara lain:

  • Jawara
  • Preman Sholeh
  • Jali Preman Sholeh
  • Menolak Talak

Sementara di layar lebar, Temon tampil dalam sejumlah film populer, seperti:

  • Operation Wedding
  • Epen Cupen The Movie
  • Comic 8: Casino Kings Part 1
  • Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1

Kariernya yang panjang menunjukkan kemampuannya beradaptasi di berbagai genre hiburan, mulai dari komedi situasi hingga film layar lebar.

Pernah Merilis Lagu Raja Disko

Selain dikenal sebagai komedian dan aktor, Temon juga sempat merambah dunia musik.

Pada 2014, ia merilis singel bergenre komedi dance berjudul Raja Disko.

Setahun kemudian, ia juga ikut terlibat dalam proyek lagu kolaborasi bertema kemanusiaan bersama sejumlah musisi.

Meski dunia musik bukan fokus utamanya, karya tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang kariernya di industri hiburan.

Kehidupan Pribadi yang Sempat Menjadi Sorotan

Di luar dunia hiburan, kehidupan pribadi Temon juga beberapa kali menjadi perhatian publik.

Ia diketahui pernah menikah sebanyak enam kali dan dikaruniai sembilan orang anak.

Istri pertamanya meninggal dunia, sementara pernikahan keduanya berakhir dengan perceraian.

Pernikahan ketiga sempat mengalami pisah ranjang, sedangkan pernikahan keempat hingga keenam dilakukan secara siri.

Hingga tahun 2024, Temon diketahui hidup bersama seorang istri.

Dalam perjalanan spiritualnya, Temon yang sebelumnya memeluk agama non-Islam kemudian memutuskan menjadi mualaf sejak pernikahan pertamanya.

Karya yang Membesarkan Namanya Tak Pernah Dilupakan

Meski wajahnya mulai jarang muncul di layar kaca dalam beberapa tahun terakhir, Temon tetap dikenang sebagai salah satu komedian yang berhasil menghadirkan humor sederhana namun dekat dengan kehidupan masyarakat.

Lawakan yang dibangun bersama Abdel Achrian menjadi bagian penting dalam sejarah komedi televisi Indonesia.

Banyak tayangan mereka masih diputar ulang di berbagai platform digital dan terus dinikmati generasi baru.

Kabar Meninggal Dunia dan Ucapan Duka

Kabar duka meninggalnya Temon pertama kali diketahui melalui unggahan sahabat sekaligus rekan duetnya, Abdel Achrian.

Melalui akun Instagram pribadinya, Abdel mengunggah foto kebersamaan mereka disertai pesan singkat.

“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Selamat jalan Mon.”

Unggahan tersebut langsung dipenuhi ucapan belasungkawa dari rekan sesama artis maupun para penggemar.

Hingga berita ini ditulis, pihak keluarga belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab meninggalnya Temon.

Namun, berdasarkan informasi yang beredar, almarhum diketahui memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Kepergian Temon juga memunculkan gelombang nostalgia di media sosial. Akun Instagram pribadinya, @temontemplar27, dibanjiri komentar dari para penggemar yang mengenang masa kecil mereka bersama lawakan sang komedian.

“Makasih bang, udah mengisi masa kecil gw, meskipun lu ngeselin dulu,” tulis salah satu warganet.

Komentar lain juga menyebut Temon sebagai bagian dari kenangan generasi 2000-an.

“Terima kasih sudah mengisi warna di kehidupan masa kecil kita Bang Temon.”

Sementara warganet lainnya menulis bahwa dirinya baru saja kembali menonton ulang sitkom Abdel dan Temon sebelum mendengar kabar duka tersebut.

“Beberapa hari ini saya rewatch Abdel dan Temon buat nostalgia, sekarang malah dapat kabar duka. Semoga ditempatkan di sisi-Nya. Terima kasih sudah menghibur masa kecil kami.”

Kepergian Temon menutup perjalanan panjang seorang komedian yang telah menghibur masyarakat Indonesia selama puluhan tahun. Namun karya-karyanya di radio, televisi, film, hingga musik akan terus menjadi bagian dari sejarah hiburan Tanah Air.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Surga Tersembunyi di Tanah Sunda: 6 Destinasi Wisata Sukabumi Paling Hits untuk Liburan Akhir Pekan

BSU cair

Panduan Lengkap Cek Penerima BSU 2026: Subsidi Upah Rp900 Ribu Cair Sekaligus untuk 3 Bulan

Keren Banget! Skill Futsal Bocah SD Asal Deli Serdang Bikin Pelatih Timnas Indonesia Putri Kepincut

Gaya Hidup Sekaligus Mesin Uang: Alasan Kuat Properti Kota Baru Parahyangan Diserbu Investor Urban

Melarikan Penat dari Riuhnya Ibu Kota: Menemukan Ketenangan Hidup di Kota Baru Parahyangan

Kulineran di Bandung? Ini 5 Tempat Makan Sunda dengan Cita Rasa Khas yang Menggoda

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.