Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

PWI Jabar Periode 2026–2031 Dilantik, Siapkan Bidang Advokasi hingga Pengembangan Digital

Jumat, 2 Oktober 2026 14:02 WIB

Melarikan Penat dari Riuhnya Ibu Kota: Menemukan Ketenangan Hidup di Kota Baru Parahyangan

Jumat, 2 Oktober 2026 13:23 WIB

Kulineran di Bandung? Ini 5 Tempat Makan Sunda dengan Cita Rasa Khas yang Menggoda

Jumat, 2 Oktober 2026 13:10 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • PWI Jabar Periode 2026–2031 Dilantik, Siapkan Bidang Advokasi hingga Pengembangan Digital
  • Melarikan Penat dari Riuhnya Ibu Kota: Menemukan Ketenangan Hidup di Kota Baru Parahyangan
  • Kulineran di Bandung? Ini 5 Tempat Makan Sunda dengan Cita Rasa Khas yang Menggoda
  • Stadion GBLA Masih Direnovasi, Persib Bandung Kembali Berpindah Markas ke SJH
  • Pemain Malaysia Menangis di Lapangan: Pesta Setengah Lusin Gol Dihancurkan Amukan 9 Gol Indonesia
  • Sudah Ditegur 3 Kali, 40 Bangunan Liar di Bandung Akhirnya Ditertibkan Satpol PP
  • Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Catat Tanggal dan Jam Kick-off
  • Misi Persib Taklukkan ASEAN Dimulai, Peralta Soroti Ketatnya Persaingan Grup B
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 2 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Melarikan Penat dari Riuhnya Ibu Kota: Menemukan Ketenangan Hidup di Kota Baru Parahyangan

By Aga GustianaJumat, 2 Oktober 2026 13:23 WIB2 Mins Read
Kota Baru Parahyangan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tekanan rutinitas harian yang begitu padat di kota-kota besar sering kali memicu kejenuhan mental bagi sebagian besar masyarakat urban. Tidak heran jika tren slow living dan gaya hidup sadar (mindful living) kini menjadi pelarian favorit untuk meredreset ulang energi, mencari ketenangan jiwa, serta menikmati kualitas interaksi yang lebih hangat bersama orang terkasih.

Bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang mendambakan suasana lebih damai tanpa harus beranjak terlalu jauh, kawasan mandiri di Tatar Pasundan ini menawarkan oase yang sangat ideal. Kota Baru Parahyangan hadir bukan sekadar proyek perumahan biasa, melainkan sebuah tata ruang kawasan terpadu yang memadukan keharmonisan alam, aktivitas aktif, dan kehangatan komunal secara selaras.

Bentangan lanskap perbukitan yang hijau dipadu embusan udara sejuk khas Bandung Barat menciptakan atmosfer yang sempurna untuk melepas penat. Penataan lanskap yang ramah pejalan kaki, rimbunnya pohon di setiap sudut, serta luasnya ruang terbuka hijau mengundang siapa saja untuk kembali menikmati hal-hal sederhana—mulai dari jalan pagi menyusuri trotoar bersih, bersepeda santai, hingga duduk tenang menikmati mentari pagi.

Baca Juga:  Ribuan Pelari Basah-basahan di Sierra Water Festival, Fun Run Unik Pertama di Bandung Raya

Akses Semakin Singkat Berkat Kereta Cepat Whoosh

Menariknya, jarak fisik yang kerap menjadi kendala kini bukan lagi masalah besar. Kemudahan mobilitas modern telah memangkas jarak antara ibu kota dan tanah Parahyangan secara drastis berkat kehadiran moda transportasi massal cepat, Kereta Cepat Whoosh, yang berhenti langsung di Stasiun Padalarang.

Baca Juga:  Tatar Nilapadmi: Kawasan Hunian Asri dan Modern di Kota Baru Parahyangan

Aksesibilitas yang super efisien ini memungkinkan para pencari ketenangan dari Jakarta untuk berkunjung kapan saja tanpa harus terjebak dalam lelahnya perjalanan panjang di jalan raya.

Lebih dari sekadar destinasi liburan akhir pekan singkat, kawasan ini dirancang secara visioner untuk mendukung pola hidup berkelanjutan dan kesehatan mental jangka panjang. Kehadiran berbagai taman tematik inovatif serta fasilitas publik yang interaktif dirancang khusus untuk merajut kembali kedekatan sosial antarwarga.

Baca Juga:  Peluncuran BumiLuhur Highland Kota Baru Parahyangan Disambut Antusias Tenaga Pemasar

Di tengah era modern yang menuntut segalanya berjalan serba instan, kawasan hunian seperti Kota Baru Parahyangan membuktikan bahwa gaya hidup tenang (slow living) dapat diwujudkan secara nyata dalam denyut kehidupan sehari-hari. Di sini, waktu seakan melambat, udara kembali menyegarkan raga, dan setiap detik kebersamaan terasa jauh lebih bermakna.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Destinasi Bandung Kota Baru Parahyangan Slow Living
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kulineran di Bandung? Ini 5 Tempat Makan Sunda dengan Cita Rasa Khas yang Menggoda

Drama Rp10 Ribu Bikin Bali Panen Hujatan! Sisi Gelap Pariwisata Lokal yang Dibongkar Kasus Billy Syahputra

Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Masih Rp2,581 Juta, Ada Pecahan hingga 1 Kg

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Siap-siap! BSU 2026 Rp900 Ribu Segera Disalurkan, Cek Jadwal Pencairan dan Aturan Barunya

Google Resmi Rilis Gemini 4 Argon, AI Baru yang Bisa Deteksi dan Perbaiki Celah Keamanan

Berburu Sarapan di Bandung? 7 Kuliner Legendaris Ini Wajib Masuk Daftar

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.