bukamata.id – Menjelajahi kuliner Bandung tidak selalu harus mencari restoran baru atau kafe dengan konsep kekinian. Bagi yang ingin merasakan suasana berbeda, sarapan di tempat makan legendaris bisa menjadi pilihan menarik saat akhir pekan.
Sejumlah tempat sarapan di Bandung bahkan telah bertahan selama puluhan tahun. Cita rasa yang dipertahankan lintas generasi membuat tempat-tempat tersebut tidak hanya menjadi tujuan kuliner, tetapi juga menyimpan cerita tentang perjalanan Kota Bandung.
Mulai dari bubur ayam, kupat tahu, lotek, hingga susu murni, pilihannya cukup beragam. Berikut tujuh tempat sarapan legendaris di Bandung yang bisa masuk daftar kuliner akhir pekan.
1. Bubur Ayam Mang Oyo, Eksis Sejak 1976
Bubur ayam menjadi salah satu menu yang mudah ditemukan saat pagi hari. Di Bandung, salah satu tempat yang telah lama dikenal adalah Bubur Ayam Mang Oyo.
Tempat makan yang berdiri sejak 1976 ini berada di Jalan Sultan Tirtayasa No. 49. Hidangan bubur ayam menjadi pilihan bagi pencinta sarapan sederhana dengan cita rasa khas.
2. Kupat Tahu Gempol, Berdiri Sejak 1965
Kupat tahu juga menjadi bagian dari tradisi sarapan masyarakat Bandung. Salah satu yang cukup dikenal adalah Kupat Tahu Gempol.
Telah hadir sejak 1965, tempat makan ini berlokasi di Jalan Gempol Kulon No. 53. Menu yang sederhana menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat kuliner tradisional.
3. Lotek Kalipah Apo, Ada Sejak 1953
Ingin sarapan dengan menu berbahan sayuran? Lotek Kalipah Apo dapat menjadi pilihan.
Kuliner yang berada di Jalan Kalipah Apo No. 42 ini telah berdiri sejak 1953. Selama puluhan tahun, Lotek Kalipah Apo tetap menjadi salah satu nama yang masuk dalam daftar kuliner legendaris Bandung.
4. Susu Murni Idjan, Berdiri Sejak 1947
Jika mencari tempat sarapan dengan nuansa klasik, Susu Murni Idjan bisa menjadi pilihan.
Tempat yang beralamat di Jalan Pungkur No. 4 ini telah hadir sejak 1947. Keberadaannya selama puluhan tahun membuat Susu Murni Idjan menjadi salah satu bagian dari sejarah kuliner Bandung.
Menikmati susu murni di tempat ini bisa menjadi alternatif sarapan bagi pengunjung yang ingin merasakan suasana kuliner Bandung tempo dulu.
5. Kupat Tahu Lontong Kari Bu Yeyet, Sejak 1967
Pilihan sarapan lainnya adalah Kupat Tahu Lontong Kari Bu Yeyet yang berada di Jalan Belakang Cicendo No. 21, Pasir Kaliki.
Tempat makan ini telah hadir sejak 1967 dan menawarkan menu yang lekat dengan cita rasa kuliner tradisional Bandung. Lokasinya juga dapat menjadi salah satu tujuan bagi pemburu sarapan klasik di Kota Kembang.
6. Bubur Ayam Gibbas, Berdiri Sejak 1998
Bubur ayam Gibbas menjadi pilihan bagi pencinta sarapan dengan menu yang praktis dan terjangkau.
Berdiri sejak 1998, tempat makan ini berlokasi di Jalan Kebon Jati No. 187. Harga menunya disebut mulai dari Rp13.000 sehingga dapat menjadi alternatif bagi mereka yang ingin berburu sarapan legendaris dengan harga relatif terjangkau.
7. Surabi Cihapit, Sejak 1993
Surabi merupakan salah satu jajanan yang identik dengan kuliner tradisional Bandung. Salah satu tempat yang dapat dikunjungi adalah Surabi Cihapit.
Telah hadir sejak 1993, Surabi Cihapit berlokasi di Jalan Sabang No. 65. Menu tradisional ini bisa menjadi pilihan sarapan sekaligus camilan saat mengawali aktivitas di akhir pekan.
Keberadaan tempat-tempat makan tersebut memperlihatkan bagaimana kuliner lama tetap memiliki tempat di tengah perkembangan Kota Bandung yang terus melahirkan berbagai destinasi kuliner baru.
Susu murni, lotek, kupat tahu, lontong kari, bubur ayam, hingga surabi menawarkan karakter dan cerita masing-masing. Sebagian bahkan telah melewati perjalanan lebih dari setengah abad.
Bagi warga maupun wisatawan yang ingin menikmati Bandung dengan cara berbeda, berburu sarapan di tempat-tempat legendaris tersebut bisa menjadi pilihan. Selain mencicipi makanan, pengunjung juga dapat merasakan bagian dari perjalanan panjang kuliner Kota Bandung.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










