Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

9 Gol Indonesia ke Gawang Bangladesh, Garuda Amankan Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 22:50 WIB

BGN Ubah Skema Insentif SPPG, Mitra Priangan Timur Usulkan Akreditasi dan Grading Dapur

Kamis, 1 Oktober 2026 22:26 WIB

Geger! Warga Temukan Mayat Pria di Bantaran Sungai Citarum

Kamis, 1 Oktober 2026 20:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 9 Gol Indonesia ke Gawang Bangladesh, Garuda Amankan Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026
  • BGN Ubah Skema Insentif SPPG, Mitra Priangan Timur Usulkan Akreditasi dan Grading Dapur
  • Geger! Warga Temukan Mayat Pria di Bantaran Sungai Citarum
  • Traffic Light Mati karena Dicuri, Ini 5 Persimpangan Bandung yang Terdampak
  • Catat Jadwal Persib Oktober 2026, Maung Bandung Tampil di 3 Kompetisi
  • Pasutri di Cimahi Edarkan Uang Palsu Rp100 Ribu Selama 4 Bulan, Terbongkar di Warung
  • Reshuffle Kabinet Prabowo 1 Oktober: 18 Pejabat Dilantik, Ada Kapolri dan Menko Baru
  • Catat! Ini Jadwal Operasi Antik Lodaya 2026 di Jawa Barat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 1 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI

By Aga GustianaRabu, 30 September 2026 21:21 WIB3 Mins Read
Kormi Kota Bandung. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Iklim pembinaan olahraga rekreasi di Kota Kembang tengah berada di ujung tanduk. Alih-alih fokus menggenjot prestasi penggiat olahraga, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Bandung justru dihantam gelombang kemelut ganda: mulai dari mandeknya kucuran dana hibah pemerintah, polemik pemberhentian ketua, hingga aroma intervensi struktural yang menuai sorotan tajam dari kalangan akademisi.

Kemelut ini bermula dari nasib anggaran hibah tahun 2026 yang hingga kini tak kunjung bisa dicairkan oleh Pemkot Bandung. Kondisi tersebut praktis membuat roda organisasi dan pembinaan Induk Organisasi Olahraga Masyarakat (INORGA) tersendat.

“Selama 2026 ini bagaimana nasib KORMI Kota Bandung dan INORGA? Program harus berjalan, pembinaan harus dilakukan, tetapi dukungan yang diharapkan belum juga ada. Kami seperti dibiarkan terkatung-katung,” ungkap Hilman Majid, Ketua KORMI Kota Bandung periode 2026–2030.

Situasi kian memanas ketika KORMI Jawa Barat mengeluarkan keputusan pencopotan terhadap Hilman dari kursi kepemimpinannya. Keputusan mendadak ini langsung memantik tanya ihwal keabsahan prosedur yang ditempuh.

Baca Juga:  Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru

“Yang menjadi pertanyaan besar bagi saya, mengapa persoalan ini muncul setelah kami berusaha menjalankan organisasi dan memperjuangkan kepentingan INORGA? Dasar pemberhentian ini apa? Mekanismenya bagaimana? Dan siapa sebenarnya yang menginginkan pergantian Ketua KORMI Kota Bandung?” timpal Hilman bernada kritis.

Belum reda polemik pencopotan tersebut, proses Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub) digelar terburu-buru. Di tengah kekisruhan transisi ini, publik baru menyadari adanya surat penunjukan Kota Bandung sebagai tuan rumah Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (Formasprov) yang ternyata sudah diterbitkan sejak Juli 2026, namun baru terungkap pada pekan terakhir September 2026. Alur koordinasi yang lambat ini memunculkan kecurigaan baru di kalangan penggiat olahraga.

Klarifikasi KORMI Jabar: Eksekusi Mosi Tidak Percaya

Menanggapi gejolak tersebut, Ketua KORMI Jawa Barat, Denda Alamsyah, angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa pergantian kepemimpinan di tingkat kota bukan keputusan sepihak, melainkan buntut dari gelombang mosi tidak percaya yang dilayangkan oleh sekitar tiga perempat Inorga di Kota Bandung.

Baca Juga:  Jelang Muskotlub KORMI Bandung, Asep Sukmana Singgung Sosok dengan Rekam Jejak Teruji

Menurut Denda, langkah ini diambil setelah pihaknya melayangkan panggilan hingga lebih dari empat kali guna memberikan ruang klarifikasi serta kesempatan berbenah bagi pengurus yang bersangkutan.

“KORMI Jabar hanya mengeksekusi hasil mosi tidak percaya,” tegas Denda, menandaskan bahwa proses tersebut sudah melalui koridor mekanisme organisasi yang sah.

Bedah Sosiologis: Menggugat Logika Birokrasi Anggaran

Kisruh berkepanjangan ini mengundang perhatian serius dari Prof. Mustika Fitri, M.Pd., Ph.D., Guru Besar Bidang Sosiologi Olahraga Masyarakat Berbasis Gender FPOK Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, yang juga mantan Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua KORMI Kota Bandung sebelum memilih mundur.

Menurut figur yang akrab disapa Prof. Ibo ini, dinamika di KORMI Bandung merefleksikan tata kelola yang paradoks. Di satu sisi, kepengurusan daerah kerap didikte oleh struktur vertikal di atasnya. Namun di sisi lain, sangat tidak logis jika seorang ketua dicopot hanya karena persoalan macetnya dana hibah.

Baca Juga:  Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru

Ia mempertanyakan rasionalitas di balik kebijakan tersebut: apakah dengan mengganti pucuk pimpinan, jaminan mutlak dana hibah akan langsung cair? Menggugurkan kepemimpinan atas dasar kendala birokrasi keuangan dinilainya sebagai sebuah cacat logika berorganisasi.

Prof. Ibo juga mengingatkan bahwa KORMI sejatinya merupakan gerakan berbasis partisipasi publik yang tidak boleh direduksi sekadar menjadi “mesin penerima hibah”. Faktanya, sepanjang tahun 2026 ini, KORMI Kota Bandung terbukti tetap bertahan dan berdenyut meski tanpa sokongan anggaran pemerintah, murni berkat modal sosial serta dedikasi tinggi para penggiatnya.

Sebagai solusi pemulihan, ia menyarankan agar kedaulatan organisasi dikembalikan sepenuhnya kepada Inorga selaku pemilik suara sah di tingkat kota, dengan pengawasan ketat dan obyektif langsung dari KORMI Nasional. Campur tangan berlebihan dari struktur birokrasi vertikal di atasnya dinilai justru mematikan prinsip otonomi daerah, padahal pihak yang paling paham denyut nadi dan anatomi kebutuhan olahraga masyarakat lokal adalah orang-orang di daerah itu sendiri.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Hilman Majid KORMI Jawa Barat KORMI Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

BGN Ubah Skema Insentif SPPG, Mitra Priangan Timur Usulkan Akreditasi dan Grading Dapur

Geger! Warga Temukan Mayat Pria di Bantaran Sungai Citarum

Traffic Light Mati karena Dicuri, Ini 5 Persimpangan Bandung yang Terdampak

Ilustrasi pencairan BSU

Pasutri di Cimahi Edarkan Uang Palsu Rp100 Ribu Selama 4 Bulan, Terbongkar di Warung

Reshuffle Kabinet Prabowo 1 Oktober: 18 Pejabat Dilantik, Ada Kapolri dan Menko Baru

Catat! Ini Jadwal Operasi Antik Lodaya 2026 di Jawa Barat

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.