Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

9 Gol Indonesia ke Gawang Bangladesh, Garuda Amankan Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 22:50 WIB

BGN Ubah Skema Insentif SPPG, Mitra Priangan Timur Usulkan Akreditasi dan Grading Dapur

Kamis, 1 Oktober 2026 22:26 WIB

Geger! Warga Temukan Mayat Pria di Bantaran Sungai Citarum

Kamis, 1 Oktober 2026 20:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 9 Gol Indonesia ke Gawang Bangladesh, Garuda Amankan Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026
  • BGN Ubah Skema Insentif SPPG, Mitra Priangan Timur Usulkan Akreditasi dan Grading Dapur
  • Geger! Warga Temukan Mayat Pria di Bantaran Sungai Citarum
  • Traffic Light Mati karena Dicuri, Ini 5 Persimpangan Bandung yang Terdampak
  • Catat Jadwal Persib Oktober 2026, Maung Bandung Tampil di 3 Kompetisi
  • Pasutri di Cimahi Edarkan Uang Palsu Rp100 Ribu Selama 4 Bulan, Terbongkar di Warung
  • Reshuffle Kabinet Prabowo 1 Oktober: 18 Pejabat Dilantik, Ada Kapolri dan Menko Baru
  • Catat! Ini Jadwal Operasi Antik Lodaya 2026 di Jawa Barat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 1 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

BGN Ubah Skema Insentif SPPG, Mitra Priangan Timur Usulkan Akreditasi dan Grading Dapur

By SusanaKamis, 1 Oktober 2026 22:26 WIB4 Mins Read
SPPG se-Priangan Timur meminta BGN mengkaji ulang perubahan insentif dari sistem flat menjadi proporsional yang berlaku 5 Oktober 2026. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Para pemilik yayasan dan pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mitra Badan Gizi Nasional (BGN) di wilayah Priangan Timur meminta kebijakan perubahan insentif dikaji ulang.

Permintaan tersebut disampaikan para mitra SPPG yang berasal dari sejumlah wilayah, mulai dari Pangandaran, Kota Banjar, Ciamis, Garut hingga Kabupaten Tasikmalaya.

Mereka keberatan dengan rencana perubahan skema insentif yang akan diberlakukan mulai 5 Oktober 2026. Kebijakan tersebut mengubah sistem pemberian insentif yang sebelumnya bersifat flat menjadi proporsional berdasarkan jumlah penerima manfaat di masing-masing dapur SPPG.

Perubahan ini dinilai berpotensi memberikan tekanan terhadap kondisi keuangan mitra, terutama bagi pengelola dapur yang sejak awal membangun fasilitas menggunakan modal pribadi maupun pembiayaan perbankan.

Insentif SPPG Berubah dari Flat Menjadi Proporsional

Pada awal pendirian dapur SPPG, mitra disebut mendapatkan komitmen insentif sebesar Rp6 juta per hari selama dua tahun pertama setelah pembangunan dapur.

Namun, melalui surat edaran terbaru, BGN mewacanakan penyesuaian mekanisme pemberian insentif. Besarannya akan disesuaikan dengan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau penerima manfaat yang dilayani masing-masing dapur.

Perubahan tersebut menjadi perhatian para mitra SPPG di Priangan Timur.

Baca Juga:  Skandal MBG Terkuak: Dadan Cs Diduga 'Main Mata', Raup Keuntungan Miliaran per Hari

Perwakilan Mitra BGN, Ucu Supriatna, meminta pimpinan BGN mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut sebelum diberlakukan.

“Kami mohon kepada para pimpinan BGN untuk mengkaji ulang. Apa yang disampaikan oleh Bapak Kepala BGN bahwa insentif ini tentunya akan dibagi sesuai dengan jumlah KPM setiap dapur,” ujar Ucu usai pertemuan di Rumah Makan Semilir, Jalan Ciawi-Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (1/10/2026).

Mitra SPPG Soroti Modal dan Biaya Operasional

Menurut Ucu, salah satu alasan kebijakan tersebut perlu dikaji kembali adalah karena sebagian besar dapur SPPG dibangun menggunakan modal para mitra.

Pembangunan dapur tersebut, kata dia, tidak seluruhnya menggunakan anggaran negara. Sejumlah mitra bahkan harus mencari pembiayaan melalui perbankan maupun dana konsorsium untuk memenuhi kebutuhan investasi awal.

Di sisi lain, kebutuhan operasional dapur SPPG juga cukup besar. Dana insentif diperlukan untuk mendukung perbaikan fasilitas, penambahan peralatan, hingga pemenuhan berbagai kelengkapan administrasi.

Para mitra juga mempertanyakan perubahan kebijakan yang dilakukan ketika Perjanjian Kerja Sama (PKS) masih berjalan.

Mereka berharap evaluasi atau efisiensi anggaran dapat dibahas sejak awal periode kerja sama, bukan melalui perubahan kebijakan secara mendadak.

“Sekali lagi kami berharap kepada para pimpinan BGN mohon untuk mengkaji ulang, karena bagaimanapun juga lebih baik mengkaji atau bila perlu kami ini diajak rembug untuk menentukan sebuah keputusan,” kata Ucu.

Baca Juga:  Cak Imin Tegaskan MBG Tak Akan Distop, Dorong BGN Atasi Kasus Keracunan

Ia menambahkan, perubahan skema insentif berpotensi memengaruhi kemampuan mitra dalam menjaga operasional dapur sekaligus memberikan layanan pemenuhan gizi kepada anak-anak penerima manfaat.

Terlebih, sejumlah mitra masih memiliki kewajiban pembayaran kepada pihak perbankan yang digunakan sebagai modal pembangunan dapur.

Dapur SPPG dengan Ribuan Penerima Manfaat Ikut Terdampak

Keluhan serupa disampaikan Yayan Caryanto, pemilik Dapur SPPG Kiarajangkung Sukahening #003 sekaligus Ketua Yayasan Mitra Insan Berdikari.

Dapur yang dikelolanya melayani sekitar 1.748 penerima manfaat. Fasilitas tersebut dibangun sejak awal program Makan Bergizi (MBG) mulai berjalan.

Yayan mengatakan, pembangunan dapur SPPG dilakukan dengan menggandeng pihak perbankan. Saat ini, pihaknya masih memiliki kewajiban angsuran sekitar Rp30 juta setiap bulan.

“Untuk membangun dapur SPPG ini, kami harus bekerja sama dengan pihak perbankan dengan angsuran sekitar Rp30 juta per bulan, dan modal tersebut masih belum tertutup. Kebijakan baru ini tentu akan berdampak buruk pada kondisi keuangan kami,” ujar Yayan.

Menurutnya, perubahan skema insentif perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing mitra, termasuk investasi yang telah dikeluarkan sejak awal program.

Baca Juga:  Kasus Belatung di Menu MBG Cianjur: Dalih 'Kasus Tunggal' di Tengah Temuan IPAL yang Bermasalah

Mitra Usulkan Akreditasi dan Klasifikasi Dapur SPPG

Para mitra SPPG Priangan Timur tidak hanya meminta peninjauan ulang kebijakan. Mereka juga menawarkan mekanisme alternatif berupa akreditasi dan klasifikasi dapur.

Mereka mengusulkan agar BGN memberikan waktu sekitar dua tahun kepada para mitra untuk melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas operasional dapur.

Setelah masa tersebut, BGN dapat melakukan akreditasi untuk menentukan grading atau klasifikasi masing-masing dapur SPPG.

Klasifikasi tersebut nantinya dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan besaran insentif sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan BGN.

Para mitra menilai mekanisme tersebut dapat membuat pemberian insentif lebih terukur karena mempertimbangkan kondisi dan kualitas masing-masing dapur.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), para mitra berharap kebijakan baru tetap memperhatikan keberlangsungan operasional dapur SPPG di daerah.

Dalam waktu dekat, mitra SPPG se-Priangan Timur berencana mengirimkan surat resmi untuk meminta audiensi langsung dengan pimpinan BGN.

Audiensi tersebut akan digunakan untuk meminta penjelasan mengenai dasar hukum, pertimbangan, serta mekanisme perubahan insentif yang rencananya mulai berlaku pada 5 Oktober 2026.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Badan Gizi Nasional BGN insentif BGN insentif SPPG MBG Priangan Timur SPPG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger! Warga Temukan Mayat Pria di Bantaran Sungai Citarum

Traffic Light Mati karena Dicuri, Ini 5 Persimpangan Bandung yang Terdampak

Ilustrasi pencairan BSU

Pasutri di Cimahi Edarkan Uang Palsu Rp100 Ribu Selama 4 Bulan, Terbongkar di Warung

Reshuffle Kabinet Prabowo 1 Oktober: 18 Pejabat Dilantik, Ada Kapolri dan Menko Baru

Catat! Ini Jadwal Operasi Antik Lodaya 2026 di Jawa Barat

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu, Cek Syarat Penerima dan Desilnya

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.