Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Teknologi Pengolahan Sampah Autothermix Diuji di Bandung, Solusi Baru Masalah Sampah Kota

Jumat, 8 Mei 2026 12:30 WIB

Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Ramai Dicari, Pakar Ingatkan Bahaya Phishing dan Malware

Jumat, 8 Mei 2026 12:00 WIB

41 Titik Kabel di Bandung Dirapikan, Pemkot Dorong Sistem Bawah Tanah

Jumat, 8 Mei 2026 11:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Teknologi Pengolahan Sampah Autothermix Diuji di Bandung, Solusi Baru Masalah Sampah Kota
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Ramai Dicari, Pakar Ingatkan Bahaya Phishing dan Malware
  • 41 Titik Kabel di Bandung Dirapikan, Pemkot Dorong Sistem Bawah Tanah
  • Jadwal Pekan ke-32 Liga Indonesia: Persija vs Persib Paling Ditunggu
  • Heboh Admin SPPG Pasirwangi Merokok saat Live TikTok, Ini Klarifikasinya
  • 7 Calon Rekrutan Gratis Persib Bandung, Ada Favorit Bojan Hodak
  • Video Guru Bahasa Inggris Viral Ramai Diburu, Netizen Diingatkan Waspada Link Palsu
  • Persija Trauma Lawan Persib? Mauricio Souza Soroti Kartu Merah Bruno Tubarao
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 8 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

63 Siswa di Bandung Barat Keracunan Usai Santap MBG

By Aga GustianaSenin, 22 September 2025 18:51 WIB2 Mins Read
MBG
Siswa di Bandung Barat keracunan usai santap MBG. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Kali ini menimpa siswa di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Hingga Senin (22/9/2025) malam, tercatat 63 pelajar mengalami gejala keracunan setelah menyantap paket makanan yang dibagikan siang harinya.

Korban berasal dari berbagai jenjang sekolah, mulai dari SMK Pembangunan Bandung Barat (PBB), MTs Darul Fiqri, hingga SD Negeri Cipari. Gejala yang dialami bervariasi, mulai dari mual, pusing, hingga kejang.

Pasien Terus Berdatangan ke Puskesmas

Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah, mengungkapkan bahwa pasien pertama mulai berdatangan sekitar pukul 12.06 WIB. Jumlah korban kemudian meningkat cepat dalam hitungan jam.

“Pasien terus berdatangan, hingga petang ini kami terima 63 orang pasien dengan jumlah 14 orang dirujuk. Pasien tak hanya siswa SMK dan MTS tapi juga siswa SD Cipari,” ujar Yuyun saat ditemui, Senin (22/9/2025).

Baca Juga:  Ahli Gizi Beri Tips Atasi Anak Picky Eater saat Ikut Program Makan Bergizi Gratis

Sebanyak 14 siswa yang kondisinya lebih parah harus dilarikan ke RSUD Cililin karena mengalami sesak napas dan kejang, yang tidak bisa ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Untuk pasien yang dirujuk rata-rata keluhannya sesak. Kita rujuk ke RSUD Cililin. Kemungkinan jumlah akan terus bertambah apalagi kalau informasi dari SPPG mereka menyediakan 3.600 porsi makan,” tambahnya.

Baca Juga:  Viral 3 Preman Kampung Teror Minimarket dan Pedagang di Bandung Barat

Penanganan Darurat di Tiga Titik

Lantaran jumlah korban cukup banyak, penanganan darurat dilakukan di UGD Poned Puskesmas Cipongkor, GOR Kantor Kecamatan Cipongkor, serta Bidan Desa Sirnagalih.

Untuk memperkuat layanan, tenaga medis dari Puskesmas Saguling, Gununghalu, dan Sindangkerta juga diturunkan ke lapangan.

Dugaan Awal Mengarah ke Lauk Ayam

Meski penyebab pasti masih menunggu hasil laboratorium, dugaan sementara mengarah pada kualitas bahan makanan, khususnya lauk ayam yang disajikan. Beberapa siswa bahkan mengaku sudah mencium aroma tak sedap saat menyantapnya.

“Informasi awal dari siswa, makanan MBG itu dari ayam yang katanya sudah berbau asam. Tapi kita belum pastikan penyebabnya, harus menunggu hasil lab. Investigasi awal sih mengarah ke ayam dari paket MBG,” tutur Yuyun.

Baca Juga:  Gratis! Ribuan Bendera Merah Putih Dibagikan di Bandung Barat

Pihak puskesmas menegaskan bahwa kesimpulan final tetap menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan sumber kontaminasi.

Potensi Korban Bertambah

Program MBG di Cipongkor hari itu menyebarkan sekitar 3.600 porsi makanan ke berbagai sekolah. Dengan jumlah distribusi yang besar, potensi tambahan korban masih terbuka.

Hingga Senin petang, tim medis masih siaga di sejumlah titik pelayanan untuk mengantisipasi lonjakan pasien. Pemerintah kecamatan juga mendirikan posko darurat sebagai langkah cepat menampung warga yang membutuhkan penanganan medis.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Barat Keracunan Makan Bergizi Gratis MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Teknologi Pengolahan Sampah Autothermix Diuji di Bandung, Solusi Baru Masalah Sampah Kota

41 Titik Kabel di Bandung Dirapikan, Pemkot Dorong Sistem Bawah Tanah

Heboh Admin SPPG Pasirwangi Merokok saat Live TikTok, Ini Klarifikasinya

Wisuda SMA Jabar 2026: Wajib Sederhana di Sekolah, Dilarang Keras Pungut Biaya

ASN bisa WFA

Kabar Gembira ASN! Gaji ke-13 2026 Resmi Diatur, Ini Besaran dan Kelompok Penerimanya

Anak Emas Prabowo dalam Masalah? Jejak Muhammad Qodari di Balik Pusaran Badai ‘Homeles Media’

Terpopuler
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Link Video Viral ‘Vell TikTok Blunder’, Warganet Ramai Cari Versi Asli
  • Link Video Viral Batang Membara: Diiming-iming Cuan Rp250 Juta Lewat Telegram
  • Heboh Pencarian Video Viral “Tasya Gym Bandar Batang”, Pakar Ingatkan Risiko Keamanan Digital
  • TRANSFER MEGA! Persib Siap Borong Pemain Brasil, Belanda hingga Irak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.